webnovel

Sin of The Twin

Teen
Laufend · 39.7K Ansichten
  • 201 Kaps
    Inhalt
  • Bewertungen
  • NO.200+
    UNTERSTÜTZEN
Zusammenfassung

"Fer, Tuhan sepertinya memanggilku lebih dulu. Tolong jaga papa dan mama, kamu jaga diri ya, Fer? Aku sangat menyayangi kalian semua," ujar Feli sambil memegang tangan kembaranya dengan nada lirih. Itulah kalimat terakhir yang Feli ucapkan pada Fera. Fera hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca menggenggam tangan Feli yang hangat dan lemas. Kini Fera harus menjalani hidup sendiri menikmati canda tawa dan tangis tanpa Feli. Kepergian Feli sangat dirahasiakan dan hanya diketahui oleh keluarga dekat karna keputusan sang mama. Lalu bagaimana dengan Daffa? Kekasih Feli yang tidak tau kalau sang pacar telah pergi. "Semua ini terjadi karena salahku! Maka aku harus bertanggung jawab atas kepergian Feli!" "Apa yang harus aku katakan pada dunia dan Daffa?" "Bagaimana caranya aku menebus semua kesalahanku pada kembaranku Feli yang kini telah tiada?"

Tags
5 tags
Chapter 1Euforia

"Peraih NEM tertinggi di SMA Negri 26 Bandung angkatan

2019-2020 adalah .... Felicia Putri Gunawan dan Ferania Saski Gunawan!!!"

Lagi lagi si kembar menarik perhatian sekolah dengan prestasinya, bagaimana tidak.. peraih ranking teratas dari kelas X,XI,XII SMA ini walaupun berbeda kelas, pasti si kembar Feli dan Fera.

Selain paras mereka yang cantik dan juga berprestasi, mereka dikenal juga dengan sosok yang sangat ramah dan periang disekolah nya.

"OMG Fer, Ga nyangka!"ujar Feli sambil memeluk Fera.

"Yes, we did it Fel." ucap Fera dengan mata berkaca kaca penuh haru bahagia.

Fera & Feli bukanlah kembar identik, tapi memiliki semangat dan cita cita yang sama dalam hidup nya, yaitu traveling keliling dunia bersama juga memiliki usaha yang sukses di Bandung dan membuka cabang usaha nya di seluruh Indonesia.

Ditengah sorak sorai di lapangan sekolah, datang seorang lelaki manis berjalan perlahan menghampiri salah satu si kembar.

Daffa, dia adalah pacar Feli.

Sudah 2 tahun mereka menjalin hubungan, keduanya bertemu saat mengikuti ekstrakulikuler musik bersama.

"Selamat ya Yang, salah satu wish list mu tercapai, kamu juga Fer, kalian hebat.. Lagi lagi membanggakan sekolah dengan segudang prestasi" ucap Daffa pada pacarnya dan Fera.

"Iya syukurlah Yang, makasih ya udah support juga dan suka bantu kalau ada pelajaran yang aku ga ngerti haha" kata Feli.

"Haha by the way perasaan kamu juga NEM nya diatas rata rata deh Daf, congrats juga yaa" ucap Fera.

"Harus dirayain nih!" Daffa merayu si kembar agar bisa merayakan moment bahagia ini.

Siang beranjak sore, Feli dan Fera pun sampai di rumah, orang tua mereka sudah tahu tentang kabar bahagia ini.

Dan memang mereka berencana untuk merayakan nya sebagai bentuk syukur atas prestasi anak anak nya. Si kembar tidak memiliki kakak atau adik, bisa dibilang "tunggal".

Orang tuanya pun terbilang cukup sukses dan mereka keluarga yang berada, Mama nya.. Ibu Firda Damayanti seorang guru les privat bahasa inggris dan Papanya.. Bapak Teddy Rosdiana Gunawan seorang pemilik toko bangunan yang sudah memiliki banyak cabang di kota Bandung dan Jakarta.

"Feli, Fera.. Mama dan Papa bangga sekali atas prestasi kalian, Mama harap kalian jangan terlalu cepat merasa puas, karena perjalanan masih panjang" ucap Mama.

"Kalau dari Papa sih, ya kurang lebih sama seperti Mama, kalau bisa kalian pertahankan apa yang kalian raih dan gapai cita cita kalian setinggi mungkin, yang paling penting jangan lupa ibadah, karena itu kunci dari semua nya." sambung Papa sambil merangkul anak kembar nya.

"Siap Pa, Ma.. Doain terus kita ya, tanpa doa Mama kalian kita ga akan kaya gini" ucap Fera.

"Bener banget Fer, aku bersyukur punya Mama Papa dan kamu di hidup aku…." Di tengah pembicaraan nya, tiba tiba Feli terhenti dan batuk batuk.

"Duh udah 2 hari sebenernya tenggorokan aku gatel, kaya yang mau flu nih Ma." sambil memegang lehernya Feli mengadu pada sang Mama.

"Loh kenapa ga bilang dari kemarin Fel, jadi bisa langsung minum obat, atau gini deh kamu ikut Papa ke toko, sekalian mampir ke apotik." kata Mama pada Feli.

Akhirnya sore itu Feli ikut sang Papa ke salah satu toko milik keluarga mereka.

Setelah mampir ke salah satu apotik, dijalan sambil menyetir mobil.. Papa berbincang kecil dengan Feli.

"Fel, si Daffa gimana kabarnya? Udah lama kayanya ga ke rumah.."

"Ada Pa, sehat ko dia, cuma emang kemarin kemarin dia sibuk belajar, ya sama kaya aku dengan Fera aja.." ucap Feli sambil melihat layar handphone nya.

"Bagus lah kalau gitu, tapi pesan Papa hati hati ya jangan lupa….." di tengah tengah Papa memberi nasihat Feli langsung memotong pembicaraan Papa.

"Jangan lupa jaga diri kan Pa? Iya iya inget ko Feli Pa." ucap Feli.

"Haduh anak jaman sekarang orang tua lagi ngomong langsung dipotong aja." kata Papa dengan nada sinis.

"Hehehe tapi bener kan Pa itu lanjutan nya?" Feli menjawab dengan senyum kecil.

"Iya, ya pokonya itulah, dan jangan sampai ada laki laki yang merusak hubungan kamu dan Fera."tutur Papa.

"Iya Pa,Feli paham." Feli menjawab dan terdiam.

Sebenarnya ... Feli sedikit bingung dengan ucapan Papa, apa maksud dari perkataan Papa? Baru pertama kali Papa bilang seperti itu padanya. Memang saat ini Fera belum punya pacar, ada beberapa lelaki yang mendekatinya tapi Fera selalu cuek karena dia tidak terlalu tertarik pada mereka.

Seiring berjalan nya waktu Feli tidak terlalu berfikir jauh soal yang Papa bicarakan tadi di mobil. Ia lanjut berbalas pesan dengan Daffa di hp nya.

Keesokan harinya, si kembar sibuk membantu sang Mama untuk menyiapkan syukuran atas prestasi mereka, perayaan kecil kecilan yang hanya dihadiri oleh keluarga dan teman dekat.

Dari mulai menyiapkan makanan seperti nasi kuning, ayam goreng, sayur, bihun juga minuman pendamping mereka buat sendiri dengan bantuan Mama. Mereka anak anak yang cukup mandiri dan kompak, jadi tidak sulit untuk mereka membantu orang tuanya dalam melakukan berbagai hal yang diperintahkan.

Saat berdua di dapur tiba tiba Feli terfikir akan kata kata Papa semalam dan iseng sedikit bertanya tanya pada Fera.

"Fer, kemarin Daffa bilang ada temen nya yang pengen kenalan sama kamu, siapa yaa namanya .. Rendi kalau ga salah." ucap feli

"Oh, sii Rendi." jawab Fera dengan wajah datar.

"Lah udh kenal sama dia?"

"Bukan udah kenal lagi Fel,dia udah sering WA aku malah" jawab fera.

"Walah, terus terus? Gimana anaknya? Kelas mana sih ko aku baru denger nama Rendi.." ucap Feli.

"Adik kelas Fel, kelas XII B, ya gitu sih baik, cuma kamu tau sendiri aku belum ada pikiran ke arah pacaran gitu." jawab Fera.

"Iya sih aku tau, tapi aku pengen banget kita jalan double date gitu, kalau kamu udah ada cemiwiw hahahaha" Feli menggelitik Fera dengan nada jahil.

"Haha doain aja Feli, semoga langsung dapet jodoh yang pertama dan terakhir sampai nikah, aamiin." jawab Fera serius.

"Gilaaa, udah kepengen nikah aja nih kembaran guee.." ejek Feli.

Itulah Fera, belum pernah berpacaran, periang namun sedikit tertutup kalau menyinggung hal hal pribadi nya. Feli cukup tau soal sifat kembaran nya ini. Namun dia mewajarkan karena ia paham pasti akan ada perbedaan walaupun sedikit sekalipun mereka kembar.

Dibalik pertanyaan dan gurauan kembaran nya, Fera sebenarnya juga berfikir, entah mengapa dia sangat sulit sekali jatuh cinta. Sesekali ia merasa kurang percaya diri karena ia bukan lah orang yang terbuka seperti Feli.

Namun tidak pernah sekalipun Fera merasa iri pada kembaran nya, hanya saja ia penasaran bagaimana rasanya punya pacar karena selama ini dia hanya fokus pada pelajaran sekolah nya saja.

Drrttt

Bunyi dari hp Feli tanda ada pesan masuk di WA nya. Rupanya dari Daffa dan mereka pun berbalas pesan.

"Yang, jadi jam berapa acara syukuran nya?"

"Besok jam 9 pagi yang, eh dateng agak pagian ya biar

bantu papa angkat angkat barang."

"Ok siap, sekarang masih sibuk nih? Udah aga baikan

belum batuk nya?"

"Lumayan sih, tapi masih ada gatelnya, kayaknya sih

ntar maleman juga sembuh."

"Yaudah jangan lupa diminum obatnya ya! Kamu lanjut dulu aja biar cepet beres kerjaan nya."

"Okay nanti aku kabarin kalau udah beres."

Das könnte Ihnen auch gefallen

Greentea Latte

VOL 3. {Greentea Latte Destiny (21+)} = Bab 215 Badboy dingin yang memiliki penyesalan besar kini telah menjelma menjadi pria tampan dan mapan di usianya yang tergolong muda, yaitu 22 tahun. Di usia tersebut, dia telah menyelesaikan S1 di Oxford dan menjadi CEO dari perusahaan Fedrick Company, perusahaan yang bergerak di bidang kuliner paling besar se-Asia Tenggara. Sayangnya, di usia yang tergolong cukup muda itu, dia sudah menjadi duda sehingga dia mati rasa terhadap wanita. Afka menjalani hidupnya dengan monoton, tanpa cinta dan kasih sayang. Hanya ada kebencian yang besar dalam hatinya kepada seseorang. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang sangat mirip dengan mantan istrinya. Sialnya, Afka mengenal dengan baik gadis itu. VOL 1,2. {Greentea Latte (18+)} = Bab 1-214 Afka Fedrick, seorang badboy tampan ala novel yang memiliki sifat yang dingin. Dia memiliki penyesalan terbesar dalam hidupnya. Penyesalan yang berhasil membuat hidup cinta pertamanya hancur berantakan. Ghirel Sananta, seorang gadis yang tertatih selama hidupnya. Tak ada kebahagiaan dalam kamus Ghirel sampai Afka hadir dalam hidupnya. Sayangnya, kebahagiaan itu hanya sesaat. Afka kembali menurunkan hujan padanya. Hujan badai yang membuatnya hancur berkeping-keping. Afka adalah penyebab kehancurannya. Afka adalah sosok yang bertanggung jawab atas rasa sakitnya. bagaimana kelanjutan kisah cinta sepahit Greentea yang terjalin diantara lembutnya Latte tersebut? by Depaaac_

Depaaac_ · Teen
5.0
369 Chs

LUDUS & PRAGMA

WARNING! VOL. 2 & 3 = MATURE CONTENT 18+! (Harap bijak untuk memilih bacaan dan menyikapi bacaan yang ada^^) Vol. 1 : The Meeting of Ludus And Pragma *Chapter Prolog - Chapter 145 Vol. 2 : The Secret of Destiny *Chapter 146 (1) - Chapter 285 (140) Vol. 3 : Ending "Reduce To Tears" *Chapter : 286 (1) - 368 (82) Ludus bukan nama seseorang, melainkan sebuah sifat dalam psikologi bagaimana manusia menjiwai dan bermain dalam sebuah hubungan percintaan. Mania, sedikit posesif dengan penuh bumbu romance yang dilebih-lebihkan. Orang-orang ludus akan mementingkan sebuah kesenangan juga penaklukan saat dirinya 'bermian' dengan lawan mainnya dalam sebuah hubungan. Bagi orang-orang ludus, percintaan adalah sebuah permainan kejar dan mengejar. Jika 'orang ludus' lelah, maka bosan adalah kata yang menjadi alasan untuk meninggalkan pasangannya. Lalu, Pragma. Sama seperti Ludus, pragma bukanlah nama orang meskipun kata itu sangat indah untuk diucapkan. Pragma adalah si dia yang kaku dalam mencinta. Hanya menginginkan sebuah hubungan yang realistis untuk dirinya dan masa depannya. Orang-orang pragma cendurung memilih menyeleksi pasangannya dengan baik. Ia tak suka bermain 'kejar mengejar' seperti yang Ludus lakukan. Sebab bagi pragma, cinta adalah sebuah hubungan yang harus realistis tanpa adanya bumbu romance yang berlebihan serta untuk pragma, pasangan yang menunjang masa depan adalah pasangan yang ia butuhkan. Lalu, bagaimana jika 'orang pragma' mencintai 'orang ludus' ? Jawabannya adalah ... sebuah hubungan yang penuh teka-teki dan keunikan, dan di sinilah kalian akan menemukan hubungan seperti itu. Sebuah cerita yang mengisahkan gadis pragma yang mencintai pria brengsek berwatak ludus. Cover by : @jc_graphicc

Lefkiilavanta · Teen
4.9
368 Chs

Benar-Benar Cinta

Brak! "Aduh, sorry gue nggak sengaja" ucap Clara sambil meringis karena jatuh. Clara bangkit dari jatuhnya, lalu ia melihat Siapa yang sudah ditabraknya. Betapa terkejutnya ia saat tahu jika yang ditabraknya itu adalah ketua Most Wanted sekolah, sungguh ia sama sekali tidak menyadari jika saat ini dirinya sudah menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi di tempat itu. Semua orang memandangnya kasihan, tentu karena ia sudah mencari masalah dengan ketua Most Wanted sekolah itu. "Astaga, mati gue. Kenapa harus dia sih yang ketabrak, duh pasti panjang nih masalahnya," batin Clara merasa bodoh dan menyesal. Orang yang ditabrak oleh Clara menatap gadis itu dengan tajam, wajahnya terlihat kesal dan marah pada Clara. "Lu punya mata kan? Gunain dong kalau jalan," tukas Alex dengan sinis. Clara menatap heran dengan alis yang sedikit terangkat, padahal dia sudah meminta maaf tadi tapi sepertinya Alex tetap kesal pada dirinya. "Dih, maaf aja nih ya. Dimana-mana jalan tuh pakai kaki bukannya pakai mata," balas Clara dengan santainya. Alex merasa semakin kesal dengan jawaban Clara yang sangat berani itu, akhirnya Alex pun langsung membentak Clara dengan wajah tidak bersahabat. "Lo berani sama gue!" gertak Alex dengan tajam. Mendengar hal itu Clara langsung menampilkan seringainya, lalu ia balik bertanya pada Alex tanpa ragu. "Kenapa harus takut? Memangnya lo siapa?" balas Clara tanpa takut. "Asli, berani banget lo nantang gue," gumam Alex dengan seringainya. Clara menatap Alex dengan heran, padahal ia sama sekali tidak menantang pria itu. Tapi sepertinya Alex salah paham dengan maksud Clara, dan terlihat semakin kesal karenanya. Tapi itu bukan masalah untuk seorang Clara, karena ia pun bisa membalas kesombongan pria itu. "Denger ya, sekaya apapun lo sama sekali tidak berarti buat gue. Dan gue nggak akan pernah takut sama orang kayak lo, pahamkan?" tantang Clara langsung pada Alex. The boys yang Mendengar hal itu merasa terkejut, tidak biasanya ada orang yang berani melawan ketua mereka dan sepertinya cewek akan itu membawa hal baru untuk mereka, the boys pun menyeringai menatap Clara. "Menarik," batin Alex berkata. "Dah lah, ganggu waktu gue aja. Awas gue mau lewat!" usir Clara pada Alex. Lalu, bagaimana kisah mereka selengkapnya? (⚠️ Mengandung beberapa part 21+)

SAChan_ · Teen
5.0
275 Chs
Inhaltsverzeichnis
Volumen 1 :The Twin Story
Volumen 2 :Friendzone
Volumen 3 :Dinda & Devin Story

UNTERSTÜTZEN