webnovel

15.Pagi Cerah

Saat Andrea membenarkan posisi tidur istrinya . Fely terbangun karena merasa ada yang mengusik tidurnya. Ia membuka matanya dan pemandangan pertama umyang ia lihat adalah wajah tampan yang baru beberapa jam lalu sah menjadi suaminya.

"Maaf ,aku mengganggu tidurmu, jangan menimpa tangamu dengan badanmu" ucap Andrea membenarkan tubuh Fely. "Kamu bersih-bersih dulu ya, ganti baju baru tidur " ucap Andrea lagi ,membantu Fely bangun.

"Kamu mandi dulu aja, aku mau bersihin make up" ucap fely. Andrea berjalan menuju kamar mandi dan Fely berjalan menuju meja riasnya.

Beberapa menit kemudian Andrea keluar dari kamar mandi , Fely masih duduk didepan meja riasnya.

"Kenapa" tanya Andrea berdiri dibelakang Fely, Fely menggeleng dan berjalan menuju kamar mandi. Andrea melihat Fely seperti ada yang disembunyikan.

Fely masuk kedalam kamar mandi tapi tidak melakukan apa pun, ia melamun lagi. Tokk.tokk.tokk. ketika pintu membuat Feoy tersadar dari lamunannya.

"Sayang ,kamu enggak pa-pa kan? Kok enggk ada suara" panggilan Andrea membuat Fely tersadar , ia menjawab Andrea.

"Aku enggk apa" ucap Fely dari dalam. Andrea lega, i takut Fely kenapa-kenapa karena sedari Fely masuk kamar mandi tidak terdengar suara gemercik air.

Sedangkan didalam kamar mandi Fely sedang berusaha membuka resleting gaunnya, tangannya tidak sampai untuk menariknya. Fely diam ditempatnya , apa ia harus meminta bantuan pada Andrea? Tanya Fely pada dirinya sendiri.

Fely membuka pintu kamar mandi , mencari keberadaan Andrea. Suaminya sedang duduk dipinggir kasur mereka. Andrea yang tersadar pintu kamar mandi terbuka ,melihat kearah kamar mandi. Istrinya ada disana tapi masih menggunakan pakaian yang sama.

"Kamu belum mandi? Kenapa?" tanya Andrea bingung. Sedangkan Fely bingung gimana cara bicara dengan Andrea. Fely melihat kearah Andrea, suaminya itu berjalan kearahnya.

"Kenapa?" tanya Andrea lagi.

"Aku kesulitan membuka resleting" ucap Fely menunduk, ia malu untuk bicara seperti itu. Andrea tertawa melihat istrinya, padahal mereka sudah menikah.

Andrea langsung kembalikan tubuh Fely menjadi membelakanginya. Fely terkejut dan memegang tangan Andrea. "Kamu mau apa" ucap Fely takut.

Andrea bingung dengan ucapan Fely. "Ya aku mau bang kamu bukain resleting lah sayang" Andrea membalikan tubuh Fely lagi.

"Dah" Andrea melepas resleting baju Fely.

"Makasih " ucap Fely langsung berlari masuk kamar mandi. Andrea tertawa melihat kelakuan istrinya.

Andrea mendengat gemercik air dari dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian suara itu tidak ada , digantikan suara pintu terbuka. Fely berdiri didepan pintu ,ia sudah menggunakan baju tidurnya.

"Cantik" batin Andrea. Ia berdiri lalu berjalan mendekati Fely.

"Kenapa" tanya Fely, karena merasa diperhatikan.

"Kamu cantik" Pipi Fely memanas.

"Udah kan, ayuk turun ,kamu makan dulu, trus minum obat, aku udah minta bibi panasin sayur" Andrea mengandeng tangan Fely lalu turun menuju dapur. Mereka makan berdua , setelah selesai Fely membawa piring kotornya ketempat cucian piring. Andrea senang melihatnya.

Setelah selesai mencuci piring bekas mereka makan. Fely menyusul Andrea yang sudah naik terlebih dahulu.

"Ini minum obatnya, trus tidur ya" Andrea memberikan beberapa butir pil kepada Fely. Fely langsung meminumnya dan menuju kasur nya . Menidurkan tubuhnya disebelah suaminya yang sudah berbaring.

"Selamat malam My Wife" Ucap Andrea mengecup dahi Fely dan mengelimutinya.

"Selamat malam My Husband" balas Fely lirih ,tapi masih terdengar oleh Andrea.

Malam ini mereka tidur nyenyak,tidak ada kejadian apa pun.

Pagi-pagi sekali Fely bangun dari tidurnya , tetapi ada yang beda kali ini. Fely mengenal ngejapkan matanya ,ia sulit bergerak ada tangan yang melingkar di pinggang nya. Fely menoleh kearah samping, suaminya memeluk Fely posesif. Fely memindahkan tangan Andrea dengan sangat hati-hati agar Andrea tidak bangun.

Fely bangun mencuci muka dan langsung turun untuk memasak. Biasanya pagi begini bibi sudah mulai masak. Saat menuruni tangga ia melihat nenek sedang mengobrol dengan kakek Andrea. Fely mendatangi mereka .

"Pagi nek, kek" sapa Fely.

"Pagi, pengantin baru udah bangun" ucap nenek, Fely tersenyum.

"Dimana suamimu, masih tidur ya? semalam gempur terus sampai belum bangun " ucap kakek , membuat Fely malu. Tapi semalam ia dan Andrea tidak melakukan apa pun. Andrea juga tidak memintanya. Batin Fely.

"Andrea belum bangun kek, enggk kok kek" elak Fely malu. Kakek tersenyum begitu juga nenek.

"Andrea udah bangun kek, ngomong apa sih kek" ucap Andrea tiba-tiba . Fely langsung kembalikan tubuhnya.

"Kamu ini, masak istrimu sudah bangun, kamu belum" ejek kakek.

"Udah lah kek, jangan menggoda Fely terus, ya enggk sayang" Andrea sudah berapa disamping Andrea dan memeluknya posesif.

"Ih lepas, aku mau bantu bibi" Fely melepaskan tangan Andrea dari pinggang nya dan berlari menuju dapur. Andrea tersenyum, ia senang menggoda istrinya.

Andrea sengaja tidak meminta haknya kepada Fely semalam. Ia tau kalau Fely belum siap dan juga ia tidak ingin Fely kecapean.

Andrea menghampiri kakek nya dan duduk disebelahnya.

"Kamu belum jebol semalam" goda kakek.

"Apa sih kek, kok kakek kepo" jawab Andrea.

"Gimana kamu ini, masak belum buatin kakek cucu" ucap Kakek semakin menggoda Andrea.

"Iya kek besok " ucap Andrea asal, memangnya membuat cucu seperti beli cabe dipasar . Fely sedikit mendengarnya.

_________

Skip

Hari ini adalah jadwal Fely Cek Up , Andrea akan mengantar Fely, setelah itu ia akan mengajak istrinya jalan-jalan. Mereka berada didalam mobil , Andrea memperhatikan Fely yang sedari tadi diam.

"Sayang" Andrea menggenggam tangan Fely , tangan satunya digunakan untuk memegang setir.

"Kenapa kamu tidak memintanya kemarin?" tanya Fely. Andrea tidak tau apa yang istrinya maksud.

"Aku dengar pembicaraanmu sama kakek tadi pagi" Fely menghadap ke suaminya , Andrea. Andrea berfikir apa yang sedang dibicarakan istrinya, saat istrinya membicarakan kakek ,andrea faham apa yang sedang dibicarakan istrinya.

"Kamu mau?" tanya Andrea . Feli menggeleng cepat. Fely bingung dengan pertanyaan Andrea padahal ia yang memulainya tadi, dari kemarin Andrea tolidak membahas masalah itu sekalipun.

Andrea menghentikan mobilnya. Ia menghadapkan Fely kepadanya. "Kamu enggak usah khawatir, aku enggak memintanya sekarang , kondisi kamu juga belum stabil, tapi kalo kamu udah siap ya aku enggak nolak " cengenges Andrea. Fely mencubit pinggang Andrea.

"Ih jangan dicubit dong, kan sakit sayang" rajuk Andrea.

"Biarin, kamu sih" Fely memalikan wajahnya ke jendela. Andrea melajukan mobilnya lagi. Tangannya masih setia menggenggam tangan Fely.

"Andrea , gimana kalo tanganku enggk bisa sembuh " ucap Fely spontan dalam lamunannya. Andrea menoleh kearah Fely ,lalu menghadap jalan lagi.

"Kenapa ngomongnya gitu? Kamu sembuh kok, kamu Jangan mikir macem-macem sayang. Dan jangan panggil aku Andrea lagi dong, kita kan udah menikah" ucap Andrea. Mereka sudah menikah, tapi Fely berubah, tidak seperti dulu waktu pacaran.

"Terus aku panggil kamu apa dong" tanya Fely, ia sudah terbiasa memanggil Andrea dengan Andrea .

"Ya sayang , ayah, papa, dady, my love atau apa terserah kamu, tapi jangan panggil aku nama ku lagi dong" ucap Andrea memangunkan bibirnya, Fely yang melihat itu tertawa.

"Hahaha, ya enggak usah manyun gitu, tambah jelek itu muka" tawa Fely pecah.

"Gimana kamu mau panggil aku apa?" tanya andrea memastikan. Fely masih memikirkan panggilan yang cocok untuk suaminya.

"Aku bingung , aku belum bisa cari panggilan buat kamu, kepalaku sakit " Fely mengacak acak rambutnya , ia tidak bisa berfikir sekarang, kepalanya sakit. Andrea menghentikan tangan Fely.

"Stop, jangan digituin nanti makin sakit, udah besok aja kamu kasih taunya" Andrea menghentikan tangan Fely. Ia tidak mau Fely berfikir keras hanya untuk memilih nama panggilan untuknya. Apa lagi Fely sering sakit kepala bila memikirkan hal yang sedikit rumit. Rumit? Padahal hanya memilih nama panggilan untuk Andrea suaminya.

" yuk turun" ucap Andrea. Mereka sudah berada dirumah sakit. Andrea berjalan membukakan pintu untuk Fely. Mereka berjalan masuk menuju ruangan dokter yang menangani Fely , sebelumnya Andrea sudah membuat janji dengan dokter nya. Andrea menggenggam erat jemari Fely.

Nächstes Kapitel