webnovel

My Blue Ice Princess

Author: Zekkens
Fantasy
Ongoing · 8.9K Views
  • 2 Chs
    Content
  • ratings
  • N/A
    SUPPORT
Synopsis

Gadis itu, sejak saat dia menunjukkan senyumnya, membuatku selalu ingin melindunginya. aku ingin melindungi istana pasir yang sangat indah namun mudah hancur itu. Semua yang dia punya, apa cocok untukku yang mana adalah anak pungut dari Keluarga Archduke? apa aku cocok? Aku tidak yakin, tapi, kata-kata ayahku selalu terngiang dikepalaku. 'Orang yamg luar biasa akan mendapatkan hal yang luar biasa, namun ingat, bahan terakhirnya adalah kerja keras' kata-kata itu memotivasi ku untuk terus mengejarnya. Apa kah aku sanggup atau tidaknya itu tergantung kerja kerasku........

Tags
2 tags
Chapter 11. Kisah Awalnya......

Perempuan itu, perempuan yang sudah membuatku untuk selalu mengenangnya, wujudnya selalu membayang dalam kepalaku.

Walau aku tidak tau, kenapa hal ini bisa terjadi, tapi bayangannya selalu membekas. Aku memang hampir tidak pernah bicara dengannya. Tapi, akhir-akhir ini, aku menjadi selalu terbayang dengan sosok senyum dari seorang perempuan.

Aku, Glen Hellsouders, yang seorang anak pungut sang Arch Duke Hellsouders, pernah bertemu dengan sesosok wanita berambut biru, sebiru es dan matanya yang biru sebiru air laut. Kecantikan yang dia pancarkan selalu membuat lelaki yang ada disekitarnya menjadi ganas.

Aku tidak tau bagaimana caranya dia bisa lolos dari setumpuk kertas lamaran yang lebuh dari 200 itu, tapi untuk ku, aku hanya punya 10-20 kertas lamaran pertahun walau saat itu umurku baru 4 tahun.

Banyak perempuan yang berusaha mendekatiku, tapi untung ayah (angkat) selalu berkata, 'Tidak Boleh Jatuh Cinta Dengan Sangat Mudah'.

Ayah angkat ku tidak lah buruk. dia hanya buruk soal bicara dan ekspresi wajah, terkadang aku membantunya menyiapkan tugasnya biar bisa main, karena ibu (angkat) jarang ada dirumah. itu karena ibu, juga selalu berpergian ke berbagai tempat sebagai seorang pedagang yang sukses.

Kalian mungkin bertanya, kenapa mereka berdua, seorang Archduke dan Archducess mau mengangkat aku sebagai anak angkat? Jawabannya mudah, rahim dari ibu rusak akibat perang yang pecah 3 tahun sebelum mereka mengangkatku sebagai anak. dan keinginan mereka untuk mempunyai anak menjadi lebih kuat.

Dan karena suatu insiden kecil, mereka mengangkatku sebagai anak mereka.

Kami keluarga yang bahagia, tanpa konflik, dan hanya pertengkaran biasa yang dilakukan keluarga biasa. Kurasa kata biasa bukan kata yang tepat mengingat latar belakang kami. tapi, yap, kami keluarga Archduke biasa, walau cerita selanjutnya akan terasa tidak biasa.

---------------

{Hari Ulang Tahun Putri Kedua}

"Anak-ku, Glen, apa kamu sudah siap untuk masuk kedalam istana kerajaan?" Seorang wanita berambut coklat dengan wajah cantik, dan gaun yang indah, bertekuk lutut, dia merapikan baju ku yang lumayan kusut setelah aku turun dari kereta tarik dibelakang tirai yang ada diatas balkon. "Ingat, jangan menarik perhatian yang banyak, dan bersikap santailah. saat seorang anak kecil bertanya, Apa status mu, kamu hanya perlu menjawab...."

"Aku seorang anak viscount!" seru ku melanjutkan kata-kata ibu yang terpotong.

Aku tau alasan kenapa mereka memintaku untuk menjaga status ku tetap rahasia. Itu karena Archduke Hellsouders terkenal dengan kekuatan mereka dibidang militer dan perekonomian-nya. Dan mengingat prestasi ayahku yang berhasil membantai musuh lebih dari 3000 prajurit dimasa lalu, itu membuat para bangsawan menjadi sangat takut terhadap Archduke Hellsouders. Ya, ini demi kebaikanku agar dapat teman pertama.

"Kalau begitu, anakku, apa kamu sudah tidak gugup lagi?" ayahku berkata sambil memegang punggungku.

"Aku saaaaaaangat gugup! perutku sampai sakit karena gugup!" seruku dengan wajah yang sangat bersemangat.

"Bagus! dengan begitu kamu sudah termasuk pria! saat ayahmu ini melamar ibumu, ayah sangat gugup sampai-sampai kaki ayah bergetar dengan sangat hebat! bergetar karena gugup itu membuktikan kalau kamu sudah jadi pria, haahahahah!" Ayahku, seperti biasa sangat bersemangat.

"Sayangku, ini dan itu sangat berbeda!" Ibu ku menatap ayahku dengan sedikit wajah yang merah.

Untuk beberapa saat, suasana menjadi hening. kemudian suasana itu menjadi cair saat aku mulai bertanya. "Ayah, ibu, apa aku bisa melakukannya dengan baik? ini pertama kalinya aku menghadiri acara seperti ini."

*Heh

mereka berdua tertawa kecil. "Kenapa kalian tertawa?!"

"Apa yang kamu katakan anakku? kamu saat menghadiri pelatihan militer kerajaan, meleraikan prajurit yang sedang bertengkar sangat hebat, bahkan ibu dengar ada yang terluka juga saat itu."

"Haha! benar! saat itu kamu mengalahkan kedua orang itu dengan jenis aliran dua pedang! kamu punya bakat untuk berpedang!"

"Apa kamu juga ingat? saat itu ada pedagang yang membuat keributan di toko ibu, dan kamu menghentikannya dengan perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak."

"Apa kamu ingat juga, kamu mengajari anak yatim piatu saat senggang waktu!"

"Ada juga-"

"Baiklah-baiklah! aku akan pergi!" Aku berseru sambil berbalik badan. "Jika aku lebih lama disini, aku akan menjadi bahan olokan kalian lebih lama!"

kemudian, mereka menatapku dengan senyum yang tulus dan mendekat padaku. Secara bersamaan, mereka memelukku. "Anakku sangat luar biasa, pasti akan bertemu dengan teman yang luar biasa." [Ibu]

"Benar, orang yang luar biasa akan mendapatkan hal yang luar biasa, namun ingat, bahan terakhirnya adalah usaha keras." [Ayah]

aku pun tersenyum, dan berbalik badan setelah mereka melepaskan pelukannya. aku membalas pelukan mereka dengan sangat lembut. "Ayah, ibu, Terima kasih, aku akan melakukan yang terbaik."

Aku pun berbalik setelah melepas pelukanku dan berlari menjauhi mereka. dan saat aku menghilang dari pandangan mereka, ibu pun berkata:

"Sayangku.... Lihatlah punggung anak kita, punggung yang semakin besar dengan cepat. Waktu terasa cepat ya... rasanya baru semalam aku mengajarinya hitung menghitung." Ibu mendekati diri pada ayahku.

"Benar, waktu terasa sangat cepat, jika bagiku, rasanya baru semalam mengajarinya Pedang Berpedang." Ayah memeluk ibuku.

"Akankah dia akan meninggalkan kita?" pertanyaan ibu yang penuh kecemasan, membuat ayahku tersenyum lembut.

"Bagaimana mungkin, anak kita adalah orang yang luar biasa, dia tidak akan meninggalkan orang tuanya dengan mudah. paling-paling dia akan menangis jika tidak ada orang yang ada dirumah."

"Hehe, lelucon mu tentang anakku terlalu mengejek!" ibuku menggembung kan pipinya saat berkata.

"Biarin..."

-------------------

'Uhhhhhh... aku sangat gugup... bagaimana ini?' pikirku sambil melihat semua orang dewasa sedang berbicara, dan anak-anak mereka juga sedang berbicara. Dan saat kepalaku berputar 180 derajat, aku menemukan seorang pemuda dengan rambut yang hitamnya hampir menyamaiku, duduk dengan meja yang sudah disiapkan air putih disamping. walau dirambutnya sama-samar ada warna perak.

aku berjalan padanya sambil berpikir. 'Rambut perak... ini salah satu ciri fisik keluarga bangsawan. tapi dari mana..... aku rasa aku pernah membacanya disebuah buku. ah! benar! Duke Gelramouse! mereka memiliki ciri-ciri rambut perak!'

Dan saat aku didepannya, aku mulai berkata. "Hei... apa kamu sendirian?"

dia kemudian menatapku. tatapannya sedikit menakutkan, namun aku menahannya. ntah kenapa, tatapan itu, dipenuhi dengan penderitaan. lalu dia kembali menatap kebawah. dia mengacuhkan ku.

'Percobaan pertamaku gagal!' itu lah yang kupikirkan. lalu, aku duduk dibawah lantai, disamping anak itu sambil menatap mereka yang sedang bersenang-senang. "Enaknya~~~~~ aku harap bisa bersenang-senang seperti mereka~~~"

Lalu, aku menerima tatapan darinya lagi. ia pun kembali menatap kedepan. "Kalau begitu, kesanalah, jangan didekatku."

"Tidak! aku ingin kamu sebagai teman pertamaku!" aku berseru sambil menatapnya. "Lagi pula, mereka sudah dapat pasangan mereka masing-masing."

Dan suasana kembali sunyi. aku mencoba mencairkannya dengan sebuah pertanyaan. "Hei, apa kamu mau Berjalan-jalan denganku diluar sebentar?"

Anak itu menaikkan alisnya. dia tampak terkejut dengan pertanyaan ku. aku pun tersenyum dan kemudian berdiri. Sambil mengulurkan tanganku, aku pun berkata: "Kalau begitu ayo! aku akan mencari tempat yang lebih nyaman dari pada disini!"

"Eh?" dia bengong dengan pertanyaanku.

"Kenapa bengong?! cepat, cepat.... kita berangkat!" seruku sambil menarik tangan anak itu.

"tu-tung-!"

"Tidak ada yang menunggu....!" ucapku dengan nada mengejek. sambil berlari, aku membuka pintu kaca yang menghalangi jalan kami.

Beberapa saat kemudian, kami berdua melihat sebuah jalan menuju kesuatu tempat. Itu adalah sebuah semak-semak, namun dia seakan-akan membukakan jalan untuk kami. Aku tersenyum dan memasukinya.

"Tu-tunggu! ini adalah labirin! nanti tersesat gimana?"

"Tempat baru adalah tempat yang menyenangkan!" aku berseru dan tetap berjalan.

beberapa menit kemudian, kami akhirnya kehabisan nafas. Berlari selama 10 menit lebih ternyata sangat membuatku lelah. "Seharusnya kita jalan aja tadi... Hah~ha~hah~!"

Dia mengeluh saat tepat setelah roboh. badannya benar-benar penuh dengan keringat, dan begitu juga dengan diriku. Tapi ini masih hal biasa mengingat latihan ku dengan ayah. "Maaf, maaf..... aku tidak akan memaksa mu berlari seperti ini lagi. namaku Glen, salam kenal."

Ucapku sambil mengulurkan tanganku. Dia melebarkan matanya dan tersenyum, ia menerima uluran tangan yang kemudian kutarik. "Kalau kamu menyembunyikan status mu, maka aku juga, Nama ku Esseren! salam kenal juga, kawan baru ku!"

"kalau begitu Mari kembali jalan, aku tidak tau ujung dari labirin ini." Ucapku yang melepaskan tangan kami.

"Benarkah? kalau begitu aku akan menuntun jalannya!" Seru Esseren. "Kebetulan, aku pernah ke sini sebelumnya dengan keluarga. diujung nya ada sebuah danau yang sangat luas dan indah."

"Heee,.... Berarti keluargamu orang dari kalangan atas ya?" Aku berkata sambil berjalan disampingnya.

"Benar, tapi hubungan kami tidak terlalu dekat." dia mengucapkan nya dengan tatapan sedih kedepan.

'Opps, aku menuangkan garam diatas luka.' aku pun tersenyum dan mulai berkata: "Kalau begitu tolong tuntunannya ya, tuan Esseren."

"Baiklah, tapi jangan panggil aku pakai tuan, panggil Esseren saja cukup."

"Baiklah, kalau begitu panggil aku juga tanpa tuan yak~~!"

"Oke!"

dan kami pun berjalan untuk waktu kurang lebih 30 menit. Dan saat itu kami tiba diujung labirin. "Inikah ujung yang kamu sebut, Esseren? tempat ini sangat indah!"

Aku melihat dengan ceria kearah danau yang sangat luas. danau itu sangat luas, setidaknya seluas rumah ku, dari ujung ke ujung. "Benar, ini adalah tempat yang kubicarakan."

Aku melihat kedepan, yang mana ada sebatang pohon yang sangat besar. namun, diatasnya terdapat dua gadis kecil yang setidaknya umurnya tidak jauh berbeda dari kami. mereka menghadap ke danau, jadi mungkin kami tidak disadari mereka.

"Mereka...." aku melihat kearah kedua gadis itu.

Esseren kebingungan dengan tingkah laku ku, yang tampak heran dengan kedua gadis itu. "Ada apa Glen?"

"Disana ada orang, diatas pohon yang besar itu!"

"Ehhhh, mana mungkin, disini tempat yang sangat jarang dikunjungi oleh orang lain, karena sangat susah untuk dicari."

"Jadi ini salah satu ujung begitu?"

"Benar, kata ayah ku sih begitu."

"Kalau begitu, mari menetap dan bercerita dibawah pohon itu." aku berjalan bersama Esseren. Dan akhirnya kami berada dibawah pohon itu. 'Apa dia masih belum sadar?'

"yah, apapun itu,..." Gumamku sambil menatap ke danau itu.

"Apa yang kamu bilang tadi?"

"Tidak, tidak ada....." aku pun duduk dan bersandar pada batang pohon itu. "..... Kalau begitu, mari bercerita semalaman disini!"

"Benar juga, kalau begitu ayo bercerita tentang pahlawan Hellsouders!"

"Eh? apa?" aku kebingungan dengan apa yang ia katakan. 'Pahlawan Hellsouders? apa ayah disebut begitu? dengan sifatnya? benar-benar sulit dibayangkan.'

"Glen? kenapa diam?" Esseren terheran-heran saat aku diam.

"Tidak ada apa-apa, berceritalah, apa pendapatmu soal keluarga Duke Hellsouders?" aku menanyakannya pada Esseren dengan agak canggung.

"Baiklah, menurutku, keluarga Hellsouders itu adalah keluarga yang bahagia. Mereka mendapatkan kebahagiaan mereka sendiri dengan usaha mereka sendiri. namun, mereka tidak menyadari kalau usaha mereka juga memengaruhi lingkungan sekitar mereka." Mata dari Esseren yang tadi bercahaya, bertambah, dan akhirnya tatapannya menunjukkan rasa terima kasih. "Mereka berperang dan menyelamatkan banyak orang yang tidak bersalah. mereka menciptakan sebuah masa depan untuk kita, para generasi baru."

"Kenapa tatapanmu seperti itu, Esseren? apa ada hal yang membuatmu..." aku berhenti berkata ketika Esseren memotong ku berbicara.

"Aku hanya.....kurang beruntung lahir dikeluarga ku. menerima tekanan, menerima harapan yang tidak bisa kuwujudkan membuatku menjadi stress. Tapi, beberapa tahun kemudian adikku lahir, dan menunjukkan bakat yang lebih dari diriku. itu membuatku dibuang dari keluarga."

"Jangan terlalu pikirkan! kamu sudah berjuang, dan kamu juga sudah membagi penderitaan mu denganku! suatu saat nanti akan kubalas perbuatanmu!" Seru ku sambil dengan senyum yanb menghiasi.

"hehe, apa memang bisa berbagi hanya dengan perkataan?" Dia mengayunkan kakinya didalam air.

"Kata orang tua ku bisa! Bercerita tentang penderitaan adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan karena harus mengingat penderitaan yang dialaminya. Karena itu ayahku berkata! 'Saat seseorang menceritakan penderitaan nya pada mu, maka janganlah mengabaikannya, karena tanpa kamu sadari dia meminta pertolonganmu'." Seruku yang juga mengibaskan kakiku didalam kolam.

"Glen, terima kasih..... Kuharap kita bisa selalu berteman." Dia berkata dengan sangat tulus.

"Sama-sama, hehe....."

dan kemudian, seorang gadis berambut biru es turun tepat di belakangku. "Hei! Kenapa kalian bisa ada disini?"

'Keluar juga ni cewek.' pikirku sambil menatap datar kebelakang. "Seharusnya kami yang bilang begitu kan? walau kami datang setelah kalian, kenapa kalian turun? kamu bisa tetap diatas dan berbicara dengan temanmu."

"Mendengarkan cerita buruk membuatku menjadi buruk, kalian membuatku kehilangan suasana hatiku!" dia berseru dengan lantang. Dan kemudian, seorang gadis lagi, turun dengan cara yang berbeda. dia turun di batang pohonnya.

"Kakak, jangan seperti itu! itu tidak boleh!" suaranya yang lembut, membuat perbedaan besar diantar mereka berdua.

Aku bisa bilang, yang satu adalah seorang gadis lembut dan satu lagi tomboy. "Maaf saja kalau begitu nona ku sekalian..."

Ucapku dengan datar, namun, "Permintaan maaf ditolak! kamu harus memperlihatkan permintaan maaf tulus!"

"Kalau begitu, apa yang kamu inginkan....?" aku tetap berkata dengan datar.

"Kamu harus memotong perutmu!"

"kenapa harus ke memotong perut?! dan lagi pula itu tidak masuk akal kalau langsung memotong perutkan! hanya karena temanku menceritakan kisah sedihnya!" Seru ku yang mulai berdiri.

"Yang ingin minta maaf siapa?!" perempuan itu melawan balik dengan pertanyaan yang sulit.

"Ya, ya..... kami akan minta maaf, tapi jangan hal yang sadis dong!" Esseren berseru untuk melerai kami berdua.

"Baiklah, kalau begitu, kamu harus bersujud!"

"Tidak! tidak! tidak! aku hanya akan bersujud pada dewa dan kedua orang tua ku serta istri dan kedua orang tuanya!" Aku mencoba untuk melawannya dengan sangat keras. "Gimana membuat 100 kata maaf diselembar kertas dan memberi kannya pada mu!"

"Kurasa itu bagus..." kali ini perempuan itu mengalah. "Tapi! 300 kata!"

"Tidak, 150 kata!"

"250!"

"185!"

"200?"

"Deal!" kami pun bersalaman layaknua seorang pengusaha yang selesai menawari harga.

Dan beberapa saat kemudian, tawa pecah. "Hahahaha! apa-apaan kalian berdua?! kalian berdua sangat mirip! hahahah!" [Esseren]

"Hehe, itu benar loh kak, wajah kakak begitu semangat saat bersalaman." Adik perempuan yang ada dibelakang cewek ini tertawa dengan cukup manis.

kami pun melepas salamannya. "Benarkah? tapi tadi lumayan menarik juga."

Aku berucap dengan agak malu.

"Hehe, kita benar-benar cocok...." Dia pun tersenyum. senyum itu lah, yang kukenang sepanjang masa. Selamanya...

[BERSAMBUNG]

You May Also Like

Raja Vampir Bertopeng Pengantin Wanita Kecelakaan

``` (Konten dewasa R-18+ Berisi adegan kekerasan, tanpa drama wanita kedua atau pemerkosaan.) Cinta saya tidak mengenal akhir, tidak ada benar atau salah. Karena saat saya mencinta, saya ingin kamu menjadi milik saya seutuhnya seperti saya milik kamu - Angelina Bhardawaj ~~~~~~ "Saya sudah bilang saya ingin merusakmu," dia menopang dagunya sambil menekannya ke dinding. "Dan kamu sudah cukup melakukannya. Sekarang saya pergi," dia membalas dengan tajam. "Kamu tidak mengerti kata-kataku, Putri," dia menyeringai dengan dingin. "Saat saya bilang saya ingin merusakmu, saya ingin mengikatmu di ranjangku dan mengisimu sampai wangi kamu menyatu dengan diriku dan setiap orang sialan di dunia ini tahu siapa kamu... Bahwa kamu benar-benar milikku!" Dia mendorongnya ke dinding, menciumnya dengan penuh gairah. ~~~~~~ Elliana Heart, putri tidak sah dari Raja Kota Heart Moon dengan keturunan pemburu hanya menginginkan satu hal dalam hidupnya; untuk mengetahui dan bertemu dengan ibu kandungnya. Tidak berdosa dan cantik, Elliana sering menjadi korban rencana ibu tirinya dan saudara tirinya. Sebastian Marino, Pangeran Vampir bertopeng yang terkenal, tidak mendapatkan apa-apa selain kebencian dari semua orang di sekelilingnya. Setiap orang takut kepadanya karena dia memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Setelah menghuni penjara selama satu tahun menggantikan saudara tirinya, Elliana terkejut saat dibebaskan. Namun, kebahagiaannya berubah singkat saat dia mengetahui bahwa dia harus menikah dengan Pangeran vampir tersebut menggantikan saudara tirinya. Elliana tidak tahu apa-apa tentang vampir, dan Sebastian membenci segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia-manusia jahat itu. Apa yang akan dia lakukan saat dia menikah dengan monster yang dinamakan dari dunia gelap yang mengambil dan berburu tanpa belas kasihan? "Kamu tidak penasaran bagaimana wajah saya?" Dia memegang dagunya dengan sakit. "Tunjukkan wajahmu kepadaku saat kamu percaya padaku," dia tersenyum lembut. 'Hal itu tidak akan pernah terjadi,' pikir Sebastian. Baginya, dia tidak lebih dari sebuah alat untuk membalas dendam pada manusia. Baginya, dia lebih dari apa pun yang pernah dilihatnya, bahkan lebih dari kebenaran eksistensinya sendiri. Ada kekuatan yang bahkan lebih besar dan lebih kuat dari segalanya dan kekuatan itu disebut takdir. Akan kah mereka mampu melawan takdir mereka untuk tetap bersama atau menyerah padanya dan kehilangan segalanya? Kisah penyihir paling mematikan yang menyamar sebagai manusia dan pangeran prodigy paling berbahaya yang bertahan hidup pada darah vampir. Penyangkalan- Buku ini dibangun di sekeliling dunia sihir dan fantasi murni. Romansa ini akan membuatmu merasakan kupu-kupu di perutmu sementara beberapa adegan mungkin membuatmu mempertanyakan kewarasan tentang cinta. 50 bab pertama akan membangun dunia di sekitar buku. Saya berjanji, jika kamu tinggal, kamu akan menyukai bukunya, sampai ini bukan genre yang kamu sukai. ~~~~~~ Ikuti saya di media sosial saya. Facebook - Penulis Angelina Bhardawaj Instagram - @angelinabhardawaj ```

AngelinaBhardawaj · Fantasy
Not enough ratings
587 Chs

Cinta Sang Monster

COMPLETED. Snippet: Satu tahun yang lalu Raine dikeluarkan dari Rumah sakit Jiwa dan harus hidup di Panti Asuhan. Itu memang bukan tempat yang terbaik, tapi setidaknya tidak bagi orang sepertinya. Sampai suatu malam yang menentukan Raine bertemu dengan pria itu… *** Pria itu menghentikan mobilnya. Sementara itu, genggaman Raine pada selimutnya mengerat ketika dia bertanya- tanya dalam hati; apakah dia telah melakukan kesalahan? Dia dapat merasakannya ketika Torak mengulurkan tangan kepada dirinya. ‘Apakah dia akan memukulku?’ Raine gemetar karena pemikirannya itu. Namun, Torak membuka hoodie dari kepala Raine dan dengan sangat lembut menyelipkan helaian rambutnya ke balik telinganya. “Jangan,” kata Torak dengan lembut. “Aku ingin melihatmu, jadi jangan menyembunyikan dirimu…” ************** “Kekuatan jiwa dari para Guardian Angel akan bernafas di kehidupan baru dari anak manusia. Tiga Guardian Angel akan lahir ke dunia terrestrial dan sekali lagi, kalian bertiga akan menjadi pelindung mereka.” “Kau akan membuat kami menjadi budak dari makhluk lemah seperti mereka?!” Torak bertanya dengan tidak percaya. “Tidakkah dirimu takut kalau kami akan mematahkan mereka menjadi dua?” Para Guardian Angel itu sangatlah rapuh dan mereka, sebagai Lycanthropes, sangat tidak mengapresiasi segala bentuk kelemahan. “Tidak, kamu tidak akan melakukan itu.” Selene berkata dengan sangat sabar. “Kalian tidak akan menjadi budak mereka ataupun meyakiti para Guardian Angel, kalian akan menghargai mereka dalam hal apapun.” Tapi, suara Selene selanjutnya di selimuti dengan sebuah kebahagiaan saat dia berbicara. “Kalian tidak akan pernah menyakiti pasangan jiwa kalian.” ==== Ini adalah cerita werewolf dan Lycanthropes (dan sudah pasti fantasi)! Didalam cerita ini ada beberapa istilah yang merujuk pada dewa dan dewi yunani kuno. Kalau kalian suka membaca tentang fiksi makhluk supernatural pasti ada beberapa istilah yang tidak asing bagi kalian. Pertanyaan mengenai hal yang kurang jelas dan saran dapat ditulis di kolom komentar, sebisa mungkin akan author jawab. ************************ Update setiap hari Pkl. 13.00 wib. ************************ Meet me on instragram : jikan_yo_tomare

jikanyotomare · Fantasy
4.9
412 Chs

Si Aneh Kawanan: Misteri yang Akan Terungkap

Di dunia para manusia serigala, penyihir, dan vampir, Aadhya, seorang manusia, selalu bertanya-tanya apakah ini benar-benar tempat dia berada. Tidak peduli berapa kali dia mengajukan pertanyaan itu, jawabannya selalu tetap sama... YA Orang tuanya adalah salah satu pasangan beta terkuat (kedua dalam komando) pada masanya di seluruh benua. Namun, meskipun memiliki darah beta dalam pembuluh darahnya, Aadhya tahu bahwa dia berbeda dari semua manusia serigala yang telah dia temui sepanjang hidupnya. Dia tidak memiliki indera tajam seperti manusia serigala, dia bahkan tidak berubah menjadi serigala saat dia beranjak dewasa yang secara otomatis menjadikan dia 'aneh di antara kawanan'. Meskipun diperlakukan sebagai orang buangan, diganggu oleh anak-anak serigala lainnya, dan bangun setiap hari dengan tawa menyeramkan dan mimpi buruk yang selalu terasa terlalu nyata untuk sekedar menjadi mimpi, dia tidak pernah membiarkan dirinya merasa lemah. Dia mendorong dirinya semaksimal mungkin dan melatih dirinya seperti setiap serigala di kawanan mereka dilatih. Ini adalah hari ulang tahunnya yang kedua puluh ketika dia tiba-tiba merasakan 'getaran jodoh' dari sentuhan Ethan Smith, pengganggunya nomor satu yang akan menjadi alfa dari kawanan mereka. Dia tahu bahwa tidak ada yang akan normal sejak dia merasakan getaran pertama itu tetapi dia tidak tahu bahwa tidak ada yang normal dalam hidupnya sejak dia lahir ke dunia ini. Akankah Ethan menerima hadiah ikatan jodoh dan meninggalkan pacarnya yang seorang pemegang pangkat demi manusia? Akankah Aadhya mampu bertahan dari semua hal yang akan segera datang menghadangnya? Ikuti perjalanan Aadhya yang penuh dengan misteri, aksi, romansa, dan banyak liku-liku.. Baca 'Si Aneh Kawanan: Misteri yang Akan Terungkap' untuk menjadi saksi rollercoaster emosi dan melihat bagaimana kehidupan manusia biasa 'Aadhya' terungkap di dunia para manusia serigala. Sudah dicintai dan dihargai oleh ribuan pembaca di seluruh dunia di berbagai platform ebook. Karya pertama yang ditandatangani oleh penulis Mudita Upreti

Mudita Upreti · Fantasy
Not enough ratings
93 Chs

ratings

  • Overall Rate
  • Writing Quality
  • Updating Stability
  • Story Development
  • Character Design
  • world background
Reviews
WoW! You would be the first reviewer if you leave your reviews right now!

SUPPORT