webnovel

King Bullying

Geschichte
Abgeschlossen · 657.4K Ansichten
  • 231 Kaps
    Inhalt
  • 4.6
    25 Bewertungen
  • NO.200+
    UNTERSTÜTZEN
Zusammenfassung

Vano, mempunyai hobi membully murid baru bersama gank-nya. Kini target mereka adalah Galena, murid baru si gadis sederhana, cuek dan pemberontak. Dan itu menjadi malapetaka untuk Galena sendiri ketika Galena mendapatkan bangku tepat di sebelah Vano. Kejahilan Vano semakin menjadi jadi. Sosok Galena yang sangat tertutup membuat Vano diam diam menjadi penasaran akan sosoknya tersebut. Vano berusaha untuk mengetahui sosok Galena, namun Galena terus membangun tembok yang kokoh. Tembok yang belum pernah terhancurkan oleh siapapun. Ketika Vano berhasil menghancurkannya maka Galena akan membangun kembali tembok itu dengan kokoh. Volume 1 : King Bullying Volume 2 : The Change Volume 3 : ALSASE Semua Volume berkaitan, berurutan

Tags
7 tags
Chapter 1KING BULLYING - GANK OF BULLYING

2017

"A…ampun, tolong berhenti," cicit lelaki yang sudah nampak basah kuyup karena seember air telah membasuhi dirinya. Tepatnya hal itu di lakukan oleh seseorang yang malah menampakan ekspresi tak berdosanya, seakan ia tak melakukan kesalahan apapun.

Austin menutup mulutnya pua-pura terkejut. "Oh My Gosh! Sorry ya, gue kira tadi lo itu tanaman kesayangan gue." Cengirnya seolah kesalahan itu bukanlah masalah besar.

SMA Merdeka kini telah memasuki tahun ajaran baru. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas meskipun cukup banyak murid yang masih tak rela untuk mengakhiri liburan panjangnya. Sebenarnya anggota Gank of Bullying ini juga sangat malas untuk pergi ke sekolah, tapi kesempatan 1 tahun sekali untuk mereka beraksi terlalu sayang untuk mereka lewatkan.

Gank of Bullying adalah sebuah kelompok yang di buat secara dadakan dan memiliki tujuan yang sama. Kelompok ini bertujuan untuk sedikit menjahili murid baru di angkatannya. Bagi mereka mungkin itu hanya sedikit menjahili, tapi bagi si korban itu sudah termasuk sebagai aksi pembullyan, sementara menurut saksi hal tersebut adalah hal yang menyenangkan untuk menjadi tonton.

Elvano Dasean, merupakan dalang dari rencana ini semua. Tentu saja ia merasa sangat puas karena telah berhasil menjahili murid baru. Kelompok ini beranggotakan Imanuel Austin, Agam Javier, Kelvino Dirgantara dan Anatasya Guinea yang merupakan satu-satunya perempuan dalam kelompok ini. Dimana para anggotanya adalah anak dari pasangan yang berpengaruh untuk sekolah.

Sekarang mereka telah menginjak kelas XI di jurusan IPS. Ide ini di buat saat liburan kemarin karena mereka tetap bermain bersama di kala liburan. Anak kelas XII juga tidak ada yang mempermasalahkan hal ini karena mereka hanya menjahili angkatannya.

Dasar, anak-anak kurang kerjaan!

Sejauh ini mereka sudah cukup banyak melakukan kejahilan. Misalnya pada saat ujian akhir semester Agam memasang petasan di koridor sekolah, Kelvin yang mengunci teman di toilet atau mengarang cerita jika di kamar mandi sekolah pernah ada siswa yang gantung diri, Ana yang selalu membohongi teman sekelasnya tentang kunci jawaban soal ujian yang ia karang sendiri, dan mengempeskan ban sepeda motor di parkiran sekolah, dan Austin yang selalu menyembunyikan sepatu atau membuat sepatu temannya menjadi basah. Dan pernah karena saking cerobohnya Austin sampai membasahi sepatu milik Vano dan Agam.

Sering sekali mereka masuk dalam ruangan Bimbingan Konseling. Guru maupun kedua orang tua mereka juga sudah tak mengerti apa yang mereka inginkan sebenarnya. Para orang tua menyerahkan hal itu kepada guru di sekolah. Bahkan para orang tua tidak keberatan anaknya di hukum seberat apapun asalkan jangan sampai di keluarkan dari sekolah karena mereka tidak melanggar larangan yang berakibatkan di keluarkan dari sekolah. Yaitu, tauran, menjelekan guru, dan bolos selama lebih dari dua pekan.

Hal ini terus berlanjut meskipun mereka sudah memasuki kelas XII.

2018

Kelas XII di jurusan IPS telah gempar karena mendapatkan berita baru, yaitu bertambahnya teman mereka, alias ada murid baru di angkatan mereka. Kalimat pertama yang muncul secara otomatis di kepala mereka saat mendengar berita itu adalah, 'tanggung banget pindahnya pas mau lulus.'

Seorang perempuan yang memiliki rambut lurus sepunggung menatap sekolah barunya dengan tatapan tak minat. Ia melirik name tag yang terpampang di kemeja seragamnya, bertuliskan Galena Zaviera. Saat mendaftarkan diri kemarin, ia sudah mengetahui di mana kelas barunya. Kelas itu terletak di lantai 3, lantai khusus untuk anak kelas XII.

Sejujurnya ia merasa sangat kesal karena pindah sekolah. Bagaimana ia tak kesal jika kedua orang tuanya memindahkan secara dadakan tanpa memberitahu dirinya. Ingin sekali ia meluapkan rasa kesalnya, tapi apa daya, ia tak bisa meluapkan segala emosinya.

Baru ia menginjakan kakinya di lantai 3, seseorang telah menghujaninya dengan tepung terigu. Rambutnya yang di biarkan terurai menjadi kotor karena bubuk berwarna putih tersebut. Sebelum ia menginjakan kakinya di sini suasana hatinya sudah memburuk, dan yang lebih buruknya lagi seseorang membuatnya semakin buruk.

"Ups," Austin menutup mulutnya dan pura-pura terkejut karena telah membuat rambut Galena menjadi kotor.

Galena menarik napasnya dalam-dalam menahan rasa amarahnya yang mulai memuncak, untung saja itu hanya tepung terigu bukan air, jika air mungkin sekarang ia telah menjadi basah kuyup.

Byur

Baru saja ia masih sedkit bersyukur, seseorang sudah menyiramnya dengan air sebanyak satu gayung. Galena memejamkan mata berusaha masih tetap sabar untuk tidak melawan.

Setelah di siram menggunakan tepung terigu dan air, Galena masih berseyukur. Setidaknya ia membawa seragam ganti. Semalam, Lili yang tak lain adalah adiknya telah memaksa Galena untuk membawa seragam ganti, meskipun Galena sudah menolaknya tetap saja Lili memaksanya. Setelan insiden ini, sepertinya Galena mengerti mengapa adiknya itu sangat memaksanya semalam. Dan sepertinya ia harus mengucapkan terima kasih kepada Lili hari ini.

Galena menganga tak percaya karena seragam dan rambutnya telah basah, kemudian ia menatap tajam kedua lelaki di hadapannya. Lebih tepatnya menatap name tag mereka sebab Galena ingin mengetahui calon nama-nama yang akan masuk ke dalam blacklist orang-orang yang harus di jauhkan dari hidupnya.

Kelvino Dirgantara.

Satu orang telah Galena ketahui namanya, Austin yang menyadari apa yang Galena ingin tahu segera ia menutup name tag miliknya.

"Mesum! Pasti lo mau ngintip tete gue, ya?" tuding Austin sembari memicingkan matanya dan menatap Galena dengan curiga seakan Galena baru saja ketahuan menonton video terlarang.

"Nama lo siapa?" tanya Galena galak.

"Lo udah love at first sight ya sama gue sampai lo pingin tau siapa nama gue?"

Galena berdecak sebal menghadapi lelaki yang memiliki tingkat kepedan selangit ini. Ia mengangkat tangannya dan menunjuk kedua lelaki di hadapannya itu secara bergantian.

"Lo Kelvino dan lo gue gak peduli siapa nama lo. Wajah dan nama kalian akan gue masukin ke dalam blacklist dan gue akan--"

"Akan apa hm?" tanpa menunggu menyelesaikan kalimatnya, Agam muncul dan langsung menarik ujung rambut Galena, hal itu berhasil membuatnya meringis kesakitan.

Tanpa membuang waktu, Galena meraih tangan Agam lalu memutarnya hingga Agam meringis kesakitan. Galena menatap ke 3 lelaki di hadapannya ini dengan murka.

"Lo bertiga! Cowok gila yang pernah gue temui. Gue gak takut sama kalian, jadi lebih baik kalian cari orang lain yang lebih pantas untuk di bully! Lo semua gak punya akal tau gak ngelakuin hal gak bermutu kayak gini? Malu sama umur, lo semua udah 17 tahun!" amuk Galena, meluapkan segala kekesalannya yang sudah di pendamnya sejak tadi.

Galena merasakan sepatunya basah, seseorang berhasil membuat sepatunya basah kuyup. Di bacalah name tag perempuan yang telah menyiram sepatunya itu dengan air.

Anatasya Guinea.

"Ini akibatnya kalau lo ngelawan," ujar Ana seraya tersenyum picik.

Galena menghela napasnya. "Lo semua udah SMA kan? Udah kelas 12 kan? Umur 17 tahun kan? Gak punya akal banget sih ngelakuin hal bodoh kayak gini. Siapa yang nyuruh lo semua ngelakuin hal yang gak bermanfaat kayak gini?" tantangnya.

"Di sini, kenapa? Ada masalah?" Vano tiba-tiba muncul dari belakang Galena.

Galena menatap bengis Vano, Austin, Agam, Kelvino, dan Ana. Astaga, ia benar-benar muak saat ini. Mata Galena menyapu koridor lantai 3. Mengapa semua orang hanya melihatnya saja seperti menonton televisi? Toh sama saja kan sebenarnya, mereka juga tidak lebih tua dan mereka semua juga adalah anak XII. Ia tahu, jika lantai 3 khusus untuk anak XII dan lantai 4 khusus untuk ruang keperluan lainnya.

"Lo kasih tahu teman-teman lo itu jangan pernah ganggu ketenangan gue," Galena menatap Vano dengan serius.

Vano menjentikan jarinya. "Oke guys, kita jahili cewek ini selama 1 minggu." Putus Vano seenak jidatnya, Galena membelakakan matanya tak percaya.

Setelah Vano mengatakannya, mereka berenam pergi meninggalkan Galena. Sebelum Vano meninggalkan Galena lelaki itu membisikan sesuatu. "Have a nice day, baby."

Galena menggerutu kemudian bergegas pergi ke kamar mandi karena koridor semakin ramai. Yang paling di bencinya dari semua ini adalah saat air mengenai sepatunya membuat kakinya semakin merasa tak nyaman.

Tak heran jika pukul 7 lebih murid SMA Merdeka jika masih berkeliaran di mana-mana. Hari pertama sekolah di tahun ajaran baru murid-murid masuk pukul 8 pagi, 1 jam lebih lambat dari biasanya. Untung saja hari ini pulang jam 10 pagi karena proses belajar mengajar secara efektif mulai di lakukan besok.

***

Galena berjalan membuntuti wali kelas sepanjang koridor. Kakinya berhenti saat membaca kelas yang akan menjadi kelasnya selama satu tahun terkahir di masa putih abu-abunya. XII IPS-1. Kelas yang tadinya ricuh membahas tentang liburan masing-masing kini menjadi hening saat wali kelas dan Galena masuk ke dalamnya. Tak terlalu hening sih, masih ada beberapa murid yang berbisik-bisik mengenai warga baru di kelasnya.

"Kenalkan ada murid baru pindahan dari SMA Nusa Bangsa. Silahkan perkenalkan diri kamu."

Galena tersenyum tipis, begitu ketara bahwa ia tidak tulus walau hanya memberi seulas senyuman.

"Halo semuanya, saya Galena dari SMA Nusa Bangsa. Salam kenal."

"Hai Galena!" sapa siswa-siswi serempak sebagai formalitas.

"Galena kamu duduk di sebelah Vano, ya karena cuma itu sisa bangku kosong, Vano angkat tangan kamu!"

Lelaki yang sedang menenggelamkan kepala di balik lekukan tangannya, hanya mengangkat tangan kanan tanpa mendongkakkan kepala ketika mendengar namanya disebut. Vano terlalu malas meski hanya sekadar mendongkakkan kepala.

"Makasih bu." Galena menunduk sopan kemudian melangkahkan kakinya mendekati lelaki yang di maksud oleh wali kelasnya.

Langkah Galena terhenti ketika menyadari siapa sosok yang akan menjadi teman sebangkunya di sisa masa putih abu-abunya. Napas Galena tercekat melihat lelaki berpenampilan berantakan, rambut tidak di sisir, kemeja tidak di kancingkan sepenuhnya, tidak memakai dasi dan menggunakan sepatu berwarna merah.

Melihat wajah sok kegantengan itu membuat Galena ingin menenggelamkan dirinya ke laut merah. Siapa lagi jika bukan seseorang yang di panggil "boss" tadi pagi oleh orang-orang yang telah menyambutnya di hari pertama sekolah di SMA Merdeka.

'Sial banget sih gue hari ini,' rutuk Galena kesal dalam hati.

Sementara Vano, yang sebelumnya hendak protes karena bangku kosong kesayangannya akan diisi oleh seseorang, mengurungkan niatnya. Harimau akan bersikap seperti kucing ketika mangsa sudah berada di depan matanya.

'Selamat menikmati sisa hari-harimu murid baru' Vano tidak bisa menyembunyikan senyuman piciknya.

Keinginan Galena hanya satu untuk sisa masa putih abu-abunya. Keinginannya tidak muluk seperti ingin mendapatkan peringkat pertama. Karena Galena hanya ingin hidup tenang tanpa gangguan di akhir masa putih abu-abunya.

Sepertinya tidak semudah yang ia bayangkan untuk mewujudkan keinginan sederhananya, apalagi setelah bertemu makhluk sok kegantengan bernama Elvano Dasean yang akan memporak-porandakan kehidupnya.

Das könnte Ihnen auch gefallen

PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU?

VOLUME 1 SUDAH TAMAT *Ketika cinta terkalahkan oleh dendam masalalu, sanggupkah di kemudian hari cinta memperbaiki semua yang telah luluh lantah?* Seorang Gadis bernama Arumi yang di jodohkan Ayahnya dengan Lelaki sederhana dengan alasan sang lelaki pernah menyelamatkan nyawa sang Ayah. Setelah pernikahan barulah Arumi tahu bahwa ternyata si lelaki yang bernama Rayyan ini hanya memanfaatkannya untuk membalaskan dendam Ayahnya pada Ayah Arumi karena pernah berselingkuh dengan Ibunya yang menyebabkan hancurnya rumah tangga kedua orangtuanya. Rayyan akan menghancurkan perusahaan milik ayah Arumi yang sejatinya adakah milik Rayyan dan selama menikah Rayyan menyiksa batin Arumi berkali-kali. Dari mulai membuat Ayah Arumi syok dan meninggal, Memperkosa Arumi, sampai berselingkuh dengan sahabat Arumi sendiri. Hingga pada titik jenuhnya Arumi bertanya pada Rayyan "Pernahkah Kau Mencintaiku?" Arumi akan mengalami pergolakan batin yang luar biasa. Pergi menjauh ke kota lain dalam keadaan hamil. Dan di sanalah Arumi bertemu laki-laki baik hati yang bernama Keenan. Apakah Arumi akan menikah dengan Keenan? Atau kembali pada Rayyan yang akhirnya menyadari betapa dia mencintai Arumi setelah Arumi pergi demi si kembar Axel dan Aqila? *PERINGATAN!! Novel ini membuat emosi pembaca naik turun. Di awal-awal anda akan merasa emosi luar biasa tapi di atas bab 100 anda bisa tersenyum bahagia dan bisa diabetes dengan sikap manis tokoh utamanya.hehehe. Dan kalian harus baca novel ini ya. Hehe. Visualnya ada di IG anesha_bee dan videonya bisa dilihat di youtube anesha_bee

ANESHA_BEE · Geschichte
4.9
662 Chs

Not a Classic Wedding

Adult Romance (21+) _____________________ Series Wedding #1 [Not a Classic Wedding] Kalvian dan Kalebriena melakukan perjodohan tanpa drama, kontrak, atau syarat apapun. Menurut mereka, menolak perjodohan hanya akan membuang waktu mereka. Pernikahan tetap terjadi, mereka tinggal menjalaninya. Namun, siapa yang menyangka bahwa mereka telah mengenal jauh sebelum perjodohan ini berlangsung. Bukan hanya mereka berdua, tapi juga melibatkan sepasang hati yang lain. Tapi hal itu hanya masalalu mereka, individualis seperti briena dan vian tidak akan pernah membiarkan masa lalu merusak masa depan mereka. Sekalipun harus menyakiti hati oranglain, bahkan juga hati mereka sendiri. Tidak perlu ada drama yang memuakkan. This is not a classic wedding _________________________________________ Series Wedding #2 [CEO Scandal's : Married with Benefit] "Menikahlah denganku," ujar pria itu masih dengan nada dinginnya. "Apa?" Lona begitu terkejut dengan ucapan pria itu. Perempuan itu berusaha menormalkan degub jantungnya yang tiba tiba menggila. "Oke, tenang, Lona. Mungkin saat ini kau masih terjebak ke dalam skenario yang kau ciptakan sendiri," ujarnya dalam hati. "Sadarlah!" "Menikahlah denganku, Nona Hilona Anpuanra." Pria itu samakin menajamkan pandangannya dan Hilona nyaris tenggelam karenanya. "Kenapa? Kenapa aku harus menikah denganmu?" tanya Hilona setelah tersadar jika lamaran yang di utarakan pria itu bukan dialog dalam skripsi imajinasinya. "Karena saat ini, kau sudah terlibat ke dalam skenario hidupku dan mau tidak mau kau harus menerimanya." Salah satu alis tebal milik pria itu terangkat ke atas. Ada senyum yang tertarik dalam sudut bibirnya yang penuh. "Tunggu! Apa maksudmu aku harus menerimanya?" tanya Hilona masih tak mengerti dengan skenario yang tiba tiba saja terjadi. "Anggap saja, pertemuan kita kemarin malam adalah skenario Tuhan untuk mempertemukan kita. Aku akan menjelaskan lebih lanjut setelah kita resmi menikah." Setelah mengatakan hal tersebut, pria itu pergi meningalkan Lona begitu saja. Gila! Ini benar benar skenario yang gila! Bagaimana bisa tiba tiba ada seorang pria melamar Hilona? Menyatakan seolah tidak ada skenario lain selain menikah. Wait! Pria itu mengatakan tentang pertemuan kemarin malam? Pertemuan apa? Hilona berusaha untuk menggali ingatannya tentang pertemuan yang di maksud pria itu. Ia sendiri masih bingung dengan apa yang terjadi. Dia sedang menceritakan kisah kelamnya dan tiba tiba saja salah satu skenario yang ia bayangkan terjadi di hidupnya. Perempuan itu menoleh ke samping, ia baru tersadar jika saat ini tidak sedang berada di apartemen lusuhnya. Semua perabotan di ruangan ini terlihat mahal dan berkelas. Hilona menatap pantulan dirinya yang terlihat sama, ia kemudian menatap ke arah satu titik. Ke arah kalung yang saat ini ia pakai. Perempuan itu tak ingat pernah memiliki kalung ini sebelumnya. Lalu tiba tiba sekelebat ingatan muncul di ingatanya. Tentang kejadian malam itu. Kejadian yang membuatnya terjebak dengan pria yang baru saja melamarnya. Pria rupawan dengan jabatan tinggi dan sangat terpandang. "Sial! Aku benar benar harus menikah dengan Kalan Arusha Adhyasta!" Hilona mengusap rambutnya frustasi.

seinseinaa · Geschichte
4.8
323 Chs

Battle Divorce

[ Jadilah istri Maxim von Waldeck hanya dalam nama. ] Itulah tugas sederhana yang diberikan kepada Daisy, seorang mata-mata dari pasukan revolusioner. Maxim von Waldeck, seorang tentara bayaran yang lahir di luar nikah, dikenal sebagai anjing pemburu keluarga kerajaan. Ia dikirim ke garis depan sebagai umpan meriam, dengan peluang selamat yang nyaris nol. Tak ada wanita yang rela mengambil peran sebagai janda sebelum waktunya. Rencananya mudah: berpura-pura menjadi istrinya selama perang, lalu melarikan diri sebelum kerajaan jatuh setelah kekalahan mereka. Jika ia berhasil, imbalan besar menantinya—cukup untuk pensiun dengan nyaman. “Aku akan segera kembali, istriku.” Ya, senang bertemu denganmu. Beristirahatlah dalam damai. “Kita akan menyempurnakan pernikahan ini saat aku kembali.” Mimpi yang tinggi, bukan? Semoga arwahmu tenang. Daisy mengira itu hanyalah impian kosong seorang pria yang mendambakan masa depan bahagia. Namun kemudian— [ Maxim von Waldeck Meraih Kemenangan Besar yang Tak Terduga! ] Segalanya berbalik jauh dari yang ia duga. [ Pahlawan Nasional, Grand Duke Waldeck! Apa yang paling Anda nantikan saat kembali ke rumah? ] [ Memeluk istriku tercinta, Daisy, dalam dekapanku. ] Tidak mungkin. Ini pasti kesalahan cetak. Namun, Maxim von Waldeck adalah pria yang menganggap janji lebih berharga dari nyawanya sendiri. "Aku pulang, istriku." Dengan kata-kata itu, ia tiba-tiba menarik Daisy ke dalam pelukannya. Mata Daisy berputar panik, tak percaya akan tingkahnya yang tak terduga. “Haruskah kita menuju kamar sekarang?” “Apa?” Ia berbisik lembut di telinganya, senyum malas terukir di bibirnya. “Maaf, tapi aku sedikit terburu-buru.” Tubuhnya terasa berat dan panas, bagian depan celananya menegang, seakan siap meledak kapan saja. ‘Apakah bajingan ini seorang maniak mesum?’ Bisakah Daisy menceraikannya sebelum penyamarannya terbongkar?

serenaserenity · Geschichte
Zu wenig Bewertungen
14 Chs

I'M STOP HERE

Alex mengguyur Naura dengan air putih yang ada di tangannya. “Lo itu cuman cewek murahan yang sama sekali ngak ada harga dirinya Naura. Lo sadar ngak sih kalau lo ini cewek?” Tanya Alex yang masih berdiri tegak di hadapan Naura. “Gue sadar kok kalau gue cewek.” Balas Naura santai, sambil berusaha menahan air matanya. “Kalau lo sadar, harusnya lo punya otak buat ngak ngelakuin ini bego. Lo itu cewek murahan yang dengan sok jagoannya lo, lo berani ngejar ngejar gue. Lo pikir dong, pantes ngak seorang cewek ngejar ngejar cowok? Apalagi cewek yang modelnya kayak lo gini, pantes ngak ngejar cowok kayak gue? Mikir ngak sih lo hah?” “Oh gue sampe lupa, gue denger denger nyokap lo udah meninggal dan bokap lo nikah lagi, kasian banget sih hidup lo. Pantes lo kayak cewek ngak punya didikan. Pantes sikap lo kayak P-E-LA-C-U-R.” Ucap Alex sambil menekan kata pelacur. Plak.... Naura menampar Alex. Cukup. Hati Naura terlalu sakit saat mendengar perkataan Alex. “Lo bisa ngehina gue sepuasnya, lo bisa nyebut gue sebagai cewek murahan tapi jangan pernah bahas mengenai orang tua gue, apalagi ngomong hal hal yang ngak pantas tentang mereka. Walaupun gue suka sama lo, bukan berarti lo bisa ngomong sesuka hati lo. Gue ngak akan biarin siapapun ngomong hal yang ngak pantas tentang orang tua gue, termasuk lo Lex.” Naura menangis sesenggukan, dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapanya. “Dan ya, lo bener Lex. Selamat lo bener karena bilang gue sebagai cewek murahan. Gue emang murahan, dan hari ini gue bakal janji sama lo, kalau cewek yang lo sebut dengan cewek murahan ini, ngak akan ngejar ngejar lo lagi, gue ngak akan ganggu hidup lo lagi lex. I’M STOP HERE.” Ucap Naura dan langsung berlari meninggalkan Alex. “Lo bener bener ngak punya otak ya Lex. Gue pastiin lo bakal nyesel karena udah ngelakuin ini sama Naura.” Ucap Icha lalu berlari menyusul Naura.

Mega_Sari_Purba · Geschichte
5.0
168 Chs
Inhaltsverzeichnis
Volumen 1
Volumen 2
Volumen 3

Bewertungen

  • Gesamtbewertung
  • Qualität des Schreibens
  • Aktualisierungsstabilität
  • Geschichtenentwicklung
  • Charakter-Design
  • Welthintergrund
Rezensionen
Beliebt
Neuest
nahnia_
nahnia_Lv2
Syamsir_Syamsir13
Syamsir_Syamsir13Lv1
Ela_Cdj_Putri
Ela_Cdj_PutriLv4
Ela_Cdj_Putri
Ela_Cdj_PutriLv4
Ela_Cdj_Putri
Ela_Cdj_PutriLv4
thearies24
thearies24Lv4
Herlin_Lin
Herlin_LinLv2
Cut_rosmaida_Putri
Cut_rosmaida_PutriLv10

UNTERSTÜTZEN