webnovel

Episode 6

Meskipun di malam itu , kami bercumbu dan bersetubuh hingga hampir pagi hari , keesokan harinya aku terbangun sendiri tanpa tanda tanda adanya Ellis dikamarku. Dayang Zhang dan ketiga teman barunya datang untuk melayaniku. Merela terkagum kagum dengan aksiku kemarin. Aou hanya tersenyum malu didepan mereka. Tak lama datang kembali empat dayang cantik ke kamarku. Mereka bilaang karena tak lama lagi aku akan meninggalkan istana, mereka tak mau kalah dari temannya dan ingin mencicipi bagaimana rasanya melayani pria gagah sepertiku. Tanpa pikir panjang , kucumbu lalu kusetubuhi ke tujuh dayang cantik sekaligus berulang ulang kali. Desahan dan erangan mereka bagaikan musik di telingaku. Seharusnya mereka memandikan dan memberiu makan namin pagi itu malah menjadi pesta dewasa bagi kami.

Beberapa hari di planet ini saja , aku sudah memiliki stamina dan nafsu kuda. Bahkan tujuh gadis ini hanya seperti kudapan saja. Beberapa kali tusuk saja , mereka sudah menjerit , mendesah dan akhirnya mencapai puncak kenikmatan mereka. Mantra yang diberikan Nona Zhang benar bebar bukan main. Selain memperbesar kemaluan , kurasa mantra itu juga memperbesar nafsu dan staminaku. Dan kurasa mantra itulah peyebab kenapa pukulan dan tendanganku menjadi lebih kuat. Memperbesar kemaluan artinya memperbesar keperkasaan.

" ampun tuan pendekar , kami sudah tak kuat lagi. Kemaluan kami tak sanggup lagi. " bisik salah satu dayang cantik itu. Padahal kemaluanku baru sekali keluar. Pada akhirnya aku berbaring di kasurku dan meminta mereka mengulumi kemaluanku sampai air maniku keluar membasahi wajah cantik mereka.

Setelah aksi nakal itu , aku kembali berlatih bela diri , namun kali ini tidak ada gangguan dari orang jepang sombong seperti tuan noriatsu. Dayang dayang dan putri bangsawan kembali berkumpul menontonku. Beberapa dari mereka membawakanku makanan dan kudapan untuk kusantap. Aksiku kemarin menjadi buah bibir semua orang. Mereka membahas betapa gagahnya aku saat pertarungan kemarin. Para pengawal istana juga berbisik membicarakannya. Semua orang mengagumiku, membuat hidup di planet ini makin menyenangkan. Tapi nuraniku berbisik , ini bukan aku. Sayangnya , sisi lain diriku berkata 'siapa peduli?' kurasa sekarang saatnya mengesampingkan jati diriku di bumi dan benar benar bertindak layaknya pendekar sungguhan.

Ellis dan Putri Yu Ji telah mulai bersiap untuk hari pernikahan kami. Kami akan bertemu kembali di kuil istana pada hari pernikahan kami. Aku masih tak percaya , aku akan menikahi dua putri paling cantik di planet ini. Miris sekali , sedangkan di bumi , pernikahan yang kuidam idamkan takkan pernah terjadi. Namun seperti yang dikatakan Ellis, aku akan membuang kenangan lamaku dan mengukir kenangan baru disini bersama mereka, bukan sebagai kevin tapi sebagai Kuanlin si pendekar naga hitam.

Untungnya tidak banyak persiapan yang harus kulakukan. Hanya saja esok dini hari aku harus berdandan layaknya pengantin sungguhan. Seluruh persembahan dan mas kawin , semuanya sedang diurus oleh kasim dan dayang istana. Kediaman tamu kaisar menjadi penuh dengan segalam macam emas pemberian dari saudagar , bangsawan dan rakyat. Andai saja aku dapat membawa pulang emas emas itu ke bumi.

Latihan bela diri memang menguras tenaga. Setelah lama latihan ternyata hari masih sangat panjang. Sinar matahari amatlah panas , membuat tubuhku panas dan kelelahan. Bahkan makan siang dan kudapan ini tak mengembalikan tenagaku. Dayang dayang itu mengerubungi dan bersorak manja saat aku duduk terengah engah diantara mereka.

"Tuan pendekar ? Apa makanannya kurang? Apakah tuan mau lagi?"

Aku menggeleng kepala dan berkata 'tidak sudah cukup' Dikelilingin dayang dan putri cantik memang menyenangkan. Pengawal istana menatapku iri. Tentu saja karena mereka terus berdiri seharian disana , memandangiku dikerumuni gadis gadis cantik. Jika kuingat ingat, tugas dayang dayang hari ini sebenarnya adalah melayani dan merawatku agar aku segar bugar esok hari di hari pernikahan . Entah itu memijitku, memotong rambutku , pokoknya mereka harus melakukan segala ritual agar aku terlihat sempurna di hari pernikahanku. Alangkah baiknya jika semua itu dilakukan sekarang dikamarku , namun itu sebenarnya hanyalah kedok agar aku dapat melakukan hal hal nakal yamg seharusnya kulalukan di kuil kesenangan. Aku kemudian berbisik kepada dayang dayang. Wajah mereka memerah dan mereka langsung bubar mempersiapkan segala macam pernak pernik agar modus ini berjalan sempurna.

Dayang Zhang dan dayang Fan bing bing , masuk ke kamarku pertama kali untuk menghidupkan lilin ilusi agar suara kami tidak terdengar dari luar. Sayangnya putri putri bangsawan sangat kecewa karena mereka tidak diizinkan masuk ke kamarku apalagi bersetubuh denganku. Mereka pun membubarkan diri. Namun salah satu wanita yang paling dicantik diantara mereka tiba tiba masuk ke kamarku. Aku terkejut karena ini bisa saja jadi masalah besar. Namun ia kemudian memperkenalkan diri kepadaku kalau ia bukanlah putri bangsawan melainkan selir Kaisar yang berjuluk putri Teratai putri dari suku tenggara. Ia sebenarnya ditugaskan untuk menyiapkan wangi wangian untukk agar tubuhku harum dan segar di hari pernikahanku. Namun mendengar bisikan nakalku , ia tidak akan melewatkan kesempatan ini karena hampir dua tahun lebih ia tidal pernah disentuh apalagi disetubuhi oleh Kaisar. Ia kemudian meminum ramuan ajaib agar tubuhnya tidak hamil seperti para dayang dayang. Satu persatu dari dayang itu kembali ke kamarku. Mereka terawa genit tak sabar merasakan sensasi gila yang selama ini diceritakan oleh dayangZhang dan yang lainnya.

"Tuan pendekar , minumlah ini, agar 'tongkat saktimu' bertahan lama di medan pertempuran. " Dayang Zhang kemudian memberikan ramuan khusus agar kemaluanku tidak cepat keluar. Ia bilang aku tidak perlu khawatir karena ramuan ini tidak akan membuatku mandul, namun akan membuat nafsuku berlipat ganda. Yah , setidaknya kemaluanku tidak cepat keluar. Kuminum larutan itu sampai habis dan raut wajah dayang Zhang tiba tiba berubah cemas

"Tuan seharusnya kau meminumnya sedikit sedikit atau....." atau apa? Beberapa menit kemudian

" ah...nghhh ahhh ahhh mmhhh Tuan cukup aku tidak kuat ahhh ahh mhhhhhh kyaaa"

Dengan berat hati aku harus mencabut kemaluanku karena ini sudah kesekian kalinya Selir teratai putih mencapai titik kepuasannya. Wajahnya cantiknya yang tadinya manis , anggun dan sopan layaknya bintang film Liu Yifei , sekarang sudah kusut dan sulit dikenali karena raut wajah lelah menahan kenikmatan yang mengucur deras dari kemaluannya.

"Tuan pendekar, ia sudah tidak kuat lagi mmhhh berbagilah kesenangan dengan kami" puluhan dayang itu mengeluh tak sabar dengan wajah birahi mereka. Mereka sudah melepas pakaian mereka dan siap disetubuhi . Aku memutar otak agar aku dapat mencicipi tubuh mereka sekaligus. Akhirnya kuminta masing masing dari mereka berbaris di dinding dengan tangan menempel di dindng. Aku meminta mereka sedikit menungging agar aku mudah memasukan kemalunku. Mereka kemudian berbaris rapi di dinding menuruti perintahku. Aku segera melangkah ke gadis pertama. Kudekap tubuh dari belakang , lalu kuremas payudaranya , kemudian perlahan kumasukkan rongkat saktiku ke lubang kemaluannya

" ahhh aduh ngghhb tebal sekali Tuan ahhh alangkah hangatnya ngghhh" dayang cantik ini tak henti hentinya mendesis nikmat padahal kemaluanku belum masuk seluruhnya. Saat kemaluanki masuk seluruhnya ia berdesis hebat dan mendongakkan wajahnya ke atas . Nafsuku masih terbakar membara. Kuhujamkan tongkat saktiku keluar masuk , sekencang kencangnya berharap kali ini kemaluanku akan memuncrat mengeluarkan air maninya. Namun seperti yang terjadi saat kusetubuhi Selir teratai putih , air maniku serasa tersangkut diujung lubang kencongku dan enggan keluar. Bahkan ketika dijepi dinding kemaluan yang sempit, tongkat saktiku hanya berkedut kedut seakan enggan mengeluarkan maninya. Akibatnya wajahku memerah dan air mataku sampai keluar larena usaha kerasku mengeluarkan air maniku. Kukebutkan hujaman tongkat saktiku amun yang terjadi justru

" Ahhh Nggghhngghhhhh ahhhh" sang dayang mendesah kuat . Lubang kemaluannya memunratkan cairan amat deras. Wajahnya memerah tanda tenaganya yang terkuras akibat kenikmatan jasmani yang ia rasakan. Wajahku makin merah , seharusnya aku meminum ramuan itu sedikit sedikit saja agar hal ini tidak terjadi.

Aku berpindah dari satu dayang ke dayang lainnya mengulangi apa yang kulakukan, namun yang terjadi selalu sama. Mereka justru bertekuk lutut mencapai puncak kenikmatannya. Sampai tibalah aku ke dayang yang kesekian . Ia berlutut dan memohon agar ia diperbolehkan mengulum kemaluanku. Tanpa pikir panjang kuizinkan ia melakukan apa yang harus ia lakukan dan mulutnya langsung terbuka lebar, mengulum ngulum kemaluanku yang sudah memerah tegang. Mataku terbelalak dan mulut terbuka lebar saat bibirnya dengan lincah menghisap mengulum kemaluanku. Awalnya aku optimis air maniku pada akhirnya tersemprot hebat , namun semenit berlalu dua menit berlalu hingga bermenit menit berlalu , air maniku masih meyangkut di ujung lubang kencingku. Gadis itu akhirnya melepas kulumannya dan seketika terengaah engah. Sekala macam jurus kuluman sakti sudah ia lontarkan namun kemaluanku belum juga menyerah. Kedua gadis di kanan kirinya kemudian ikut berlutur dan bergantian mengulumi kemaluanku. Namun bukanlah air mani yang keluar namun justru air mataku. Kenikmatan yang kurasakan memang luar biasa , namun andai aku pria dewasa mungkin aku sudah kesulian berdiri. Kedua gadis itu tetap enggan menyerah dan terus berusaha mengulum ngulum tongkat saktiku yang bahkan hampir masuk ke tenggorokannya. Setelah beberapa lama , kedua gadis itu menyerah dan pada akhirnya mereka bertiga menungging membiarkanku menghujam hujam lubang kemaluannya. Kukerahkan tenagaku samlai tetes akhir namun tetap saja percuma. Mereka bertiga terampun ampun seperti gadis lainnya dan aku segera beranjak ke dayang lainnya yang sudah tak sabar menunggu. Sampai dayang ke terakhir menyerah , birahiku belum juga tersalurkan namun sekujur tubuhku sudah memerah. Kakiku bahkan sudah pegal. Aku terduduk , dengan kemaluan mengacung kemudian aku memohon kepada mereka.

" kumohon , beberapa dari kalian.... cepat pakai kembali pakaian kalian dan panggilkan teman teman kalian. Gantikan pekerjaan mereka dan pinta mereka datang ke kamarku." Dayang Zhang berusaha berdiri namun akhirnya terjatuh kembali.

" aku kesulitan berjalan tuan pendekar, kau memperkosaku sampai empat kali. Sekarang kemaluanku keram dan aku suli berdiri" bisiknya. Ya , aku terus menghujam hujam kemaluannya walaupun ia sudah mencapai puncak kenikmatanan untuk yang kesekian kalinya. Akhirnya inilah yang terjadi. Dayang Fan Bing Bing juga bernasib sama. Namun tiba tiba seorang dayang belia disusul tiga orang sayang lainnya tiba tiba telah kembali berpakaian rapi dan berkata.

" Tuan, biarkan kami panggilkan teman teman kami. Mereka juga sedang tak sabar menunggu. " mereka kemudian keluar untuk memanggilkan teman teman mereka. Sekilas dari luar, kamar ini akan terlihat gelap karena lilin ilusi sehingga saat pintu terbuka pengawal takkan melihat apa apa. Tak lama datangkah lima dayang cantik dengan kulit yang halus. Saat mereka membuka pakaian mereka , kulit mereka yang putih bersih serta puting mereka yang segar , membuat aku sudah tak sabar lagi menyetubuhi mereka. Mereka duduk mengerubungiku sementara dayang dayang lainnya terbaring lemas dan tertidur untuk mengumpulkan tenaga mereka.

Mereka terkagum kagum melihat tongkat saktiku yang besar. Tak lama kemudian , kelima gadis itu bergantian mengulumi kemaluan dan buah zakarku. Salah satu gadis berdada besar bahkan menjepit daan menggesek gesek kemaluanku dengan buah dadanya. Sementara itu bibirnya menjilat jilat ujung kemaluanku dengan gemas. Namun sampai bibir dan payudara mereka kelelahan , tak satupun berhasil memuncratkan air maniku. Kudorong lalu kutindih salah satu dayang yang paling cantik kemudan kuhujamkan kemaluanku dengan kencang. Kuhujamkan keluar masuk , keluar masuk sambil mencumbu bibir dan lehernya. Ia mendesis dan mengerang hebat hingga akhirnya dinding kemaluannya menjepit tongkat saktiku dengan hebat. Tubuhnya gemetar dan ia pun mencapai puncak kenikmatannya. Namun aku masih belum berhenti, kemaluanku masih menghujam keluar masuk dengan kencang. Ia menepuk nepuk dadaku dan berusaha mendorong , melepaskan tubuhku. Namun tongkat saktiku terus menghujam makin cepat tanpa ampun. Ngilu bercampur nikmat membuat pukulannya memelan dan memelan dan akhirnya pasrah. Wajahnya memerah air matanya keluar dan ia mencapai puncak kenikmatan yang kedua kalinya. Nafasnya terengah engah seperti sedang mengejar kuda. Tangannya sudah tak lagi menepuk dadaku . Saatku sadar tenaganya sudah tak ada lagi aku terus memperkosanya untuk beberapa menit sampai sampai keempat temannya memohon untuk kupuaskan sekarang juga. Mata dayang cantik ini terpejam , tubuhnya mengejang dan dengan sisa tenaganya ia kembali mencapai puncak kepuasan untuk ketiga kalinya. Ia menangis pasrah . Namun wajah ayu , imut dan cantik miliknya membuatku membutku seolah tak ingin mencabut kemaluanku. Dalam waktu singkat , ia sudah hampir empat kali basah kuyup. Saat tenaganya sudah tak ada lagi, kucabut kemaluanku dan kulampiaskan nafsuku kepada keempat temannya.

Satu putaran , dua putaran , tiga putaran berlalu namun aku belum puas menyetubuhi mereka. Sayangnya kemaluan mereka sudah tak sanggup lagi. Kuhampiri dayang dayang lainnya yang sudah kusetubuhi namun meskipun mereka menepis nepis daan menolak , aku tetap menindih dan mengunci mereka lalu melampiaskan nafsuku. Semua ini karena ramuan dayang Zhang . Andai aku tidak minum satu gelas penuh tentu takkan seperti ini.

Dayang yang sudah menyerah kemudian keluar , kembali bekerja dan temannya bergantian datang ke kamarku dengan alibi melanjutkan tugas selanjutnya. Pengawal istana memilih acuh karena mereka menyeganiku sebagai seorang pendekar terhormat. Kuterbab , kusetubuhi dan kuperkosa mereka sampai terampun-ampun namun dampak samping ramuan itu belum juga hilang. Sampai aku termohon mohon pada mereka apakah masih ada dayang yang belum kusetubuhi. Namun dengan wajah lemas mereka menggeleng kepala. Satu persatu dari mereka berlutut , meminta maaf karena sudah tidak sanggup lagi , lalu pamit kembali bekerja. Hingga tibalah saat dayang Zhang dan dayang fan bing bing menyerah. Entah berapa kali aku meniduri mereka berdua sore ini namun mereka mengaky sudah tak sanggup lagi. Mereka berdua memohon maaf karena tak mampu memuaskan birahiku namun dayang Zhang meninggallan beberapa lilin jika saja ada dayang yang datang untuk bersenang senang denganku. Akhirnya yang tersisa hanya Selir teratai putih. Sambil mengusap usap kemaluanku ia kemudian berbisik

" Tuan sekarang sudah petang dan tak mungkin ada dayang lagi yang akan mampor untuk melayanimu. Kedua dayang yang terakhir mengaku pada dayang kepala kalau mereka habis memandikanmu. Aku seharusnya sudah pulang ke kediaman kaisar namun kurasa aku dapat membantu mencapai kepuasan jika engkau rela menunggu selama beberapa saat."

Tanpa pikir panjang, aku pun setuju. Sang selir teratai putih mengatakan kalau ia bisa saja mengundang satu lagi selir yang paling cantik dengan alasan , tuan pendekar naga hitam tidak cukup hanya diberi wangi wangian namun juga perlu didandani serta diberi pakaian pengantin mewah layaknya seorang panglima , pangeran bahkan Kaisar. Pakaian pakaian yang akan kukenakan harus dibawa malam ini juga agar esok pagi aku tidak menghabiskan waktu lama memilih milih pakaian yang akan kukenakan. Hal ini sungguh wajar karena pendekar naga hitam adalah sosok yang istimewa dan sangat berjasa bagi kerajaan Han maupun kerajaan Xian. Dalam hal merias pengantin dari kalangan bangsawan ternama , selir burung merak adalah ahlinya. Ia sering diutus oleh Kaisar untuk merias putra bangsawan kerajaan Han, agar mereka terlihat gagah dihadapan rakyat Han. Apalagi pendekar naga hitam nanti akan diarak bersama putri putri tercantik di seluruh daratan WuWei tentu ia harus terlihat gagah dan sempurna. Selain ahli dalam hal merias , sebelum menjadi selir , selir burung merak adalah seorang putri dari tabib wanita cantik satu satunya di daratan WuWei. Ia dijadikan selir saat umur lima belas tahun , namun keahliannya dalam hal kesehatan termasuk seksual , sangatlah sempurna seperti Ibunya. Ia pandai meramu sekaligus menguasai banyak mantra.

Selir teratai putih kemudian kembali ke kediaman kaisar bermaksud memanggil selir burung merak yang kebetulan sedang disana untuk hadir di acara pernikahanku. Ia pergi cukup lama , sampai sampai matahari sudah tenggelam seluruhnya. Jika terlalu malam , maka pengawal istana akan menutup kediaman tamu Kaisar lalu akhirnya aku harus menahan birahi ini sampai esol bahkan mungkin sampai malam pertamaku. Akhirnya setelah hampir putus asa , selir teratai putih , tak hanya kembali bersama selir burung merak namun juga bersama tiga orang dayangnya. Mereka membawa begitu banyak pernak pernik merias dan pakaian pengantinku yang masih tersimpan didalam kotak. Selir teratai putih , kemudian menghidupkan lilin ilusi , kemudian selir burung merak membuka kain yang menutup wajahnya. Wajahnya ternyata cantik , persis seperti zhang xin yu pemeran drama empress of china. Sebenarnya wajahnya lebih pantas menjadi permaisuri daripada seorang selir. Matanya terbelalak dan raut wajahnya menggambarkan rasa kagum yang ia rasakan saat ini.

"Aduhai , sejujurnya , sejak aku dilahirkan hingga aku datang ke istana ini, baru kali ini hamba melihat langsung kemaluan seorang pria. Ohhh yang mulai tuan pendekar, hamba sungguh bahagia dan merasa terhormat dapat melihat pemandangan luar biasa ini. Melihat lukisan kemaluan pun aku tak pernah. Melihat pemandangan seperti ini, rasanya aku tak mau pulang" wajahnya makin memerah malu dan tangannya seolah ingin menerbab menyentuh kemaluanku. Tapi tunggu!!! Tak pernah melihat kemaluan pria? Apa itu artinya Kaisar Shi belum pernah menidurinya? Ia menyentuh ujung lubang kencingku , menyolek cairan yang keluar dari kemaluanku , kemudian ia kecup sambil memejamkan matanya.

" ramuan ini bukan ramuan biasa. Ramuan ini telah dimantrai , dan untuk menghilangkannya , Yang Mulia dapat menunggu sampai esok pagi dan saat yang mulia masih tertidur , mantra itu akan keluar bersama air mani yang mulia Atau , hamba dapat meniupkan mantra penawar kemudian hamba akan mengecup kemaluan yang Mulia dan air mani yang mulia akan tersiram lebih deras dari biasanya. Namun itupun jika Yang Mulia sudi hamba melakukannya"

" oh selir burung merak yang anggun nan mempersona. Hamba mohon lakukanlah ritual yang nikmat itu sesukamu. " Selir burung merak tersenyum malu. Perlahan , ia buka gaun merahnya kemudian pakaian dalamnya sehingga terlihatnya buah dadanya yang ranum , segar dan tak tersentuh oleh pria manapun. Lubang kemaluannya bahkan tak kalah segar jika dibandingkan dengan milik Ellis. Rasanya aku ingin menindihnya dan menyetubuhinya namun ia tiba tiba saja meracaukan mantra dan

"wooh" ia tiup kepala tongkat saktiku. Aku dapat melihat asap tipis masuk kedalam lubang kencingku dan tak lama kemudian , kakiku tersentak , sekujur tubuh gemetaran akibat terkejut. Aku merasakan kenikmatan yang amat mustahil bagi akal sehatku. Wajahku memerah sempurna dan kemaluanku seperti dijepit oleh dinding kemaluan wanita yang nikmatnya bahkan seribu kali lebih nikmat dari jepitan kemaluan gadis perawan biasa. Aku ingin teriak mendesah sekuat kuatnya namun bahkan teriakanku pun tertahan akibat kenikmatan yang mustahil ini. Selir Burung merak kemudian mengecup kemaluanku , menjilat jilat sekilas kepala kemaluanku , lalu ia telan tongkat saktiku hingga tertanam hampir ke tenggorokannya. Ia diamkan gerakan mulutnya lalu secara pelan bibirnya memompa pelan tongkat saktiku. Kemaluanku terasa nikmat sekaligus ngilu teramat sangat dan akhirnya , air maniku tersemprot keluar dengan derasnya. Saking derasnya , selir burung merak bahkan sampai tersedak. Kulumannya terlepas sehingga air maniku tersemprot deras menghujani wajah , rambut , leher hingga sekujur tubuhnya. Air maniku tersemprot selama hampir satu menit lamanya membuat tubuh selir burung merak penuh dengan air mani segar. Baunya sangat amis namun selir buruk merak justru tertawa manis menyukainya. Beberapa air maniku bahkan mendarat hingga ke wajah dan pakaian ketiga dayangnya yang sedang duduk memperhatikan kami berdua.

"aku beruntung sekali. Dari kitab yang kubaca , semburan mani dari pendekar tergagah diseluruh penjuru daratan akan membuatku cantik dan manis selamanya. " baiklah itu tidak masuk akal. Tapi terserahlah. Semburan air maniku malam ini mungkin semburan paling luar biasa sepanjang hidupku. Selain berlangsung lama, melihat tubuh wanita secantik dia penuh dengan air maniku sendiri , rasanya memberikan sensasi ejakulasi yang mungkin takkan dirasakan oleh pria manapun. Kami membersihkan diri bersama sama , dibantu oleh ketiga dayangnya, lalu kami makan malam sejenak , menunggu kemaluanku bangkit untuk putaran kedua.

Saat makan malam, selir burung mereka dan selir teratai putih duduk dikanan dan kiriku. Aku merasa bukan lagi sebagai seorang pendekar namun layaknya seorang Raja. Selir burung merek sangatlah menggoda untuk disetubuhi. Duduk bersebelahan dengannya membuat nafsu birahiku terbakar kembali. Tak sampai setengah jam , tongkat saktiku berdiri gagah kembali , mengintip keluar dari handukku yang tipis. Handuk tipis ini tak cukup untuk menutupi kemaluan baruku sehingga terpampang jelas tongkat saktiku ini dihadapan mereka. Selir burung merak sampai tersenyum malu sambil melirik lirik tongkat saktiku. Ketiga dayang itu ikut tersenyum malu. Selir teratai putih meletakkan sumpitnya dan berbisik.

" tak sabar beraksi lagi tuan Pendekar?"

"sesunggahnya aku ingin sekali berbagi kenikmatan bersama selir Burung merak, namun aku takut jika kurenggut perawannya maka akan menjadi masalah besar...." selir burung merak dan ketiga dayangnya terdiam. Ia meletakkan sumpitnya dan terdiam tanpa kata . Astaga apa aku salah bicara?

"Oh Tuan pendekar. Sungguh malang nasib hamba .Sang seniman kepercayaan Kaisar melukis hamba dengan sangat jelek , agar selir lainnya terlihat lebih cantik dan ayu lalu kaisar akan lupa dengan hamba. Akibatnya , hamba tak pernah disetubuhi kaisar sejak aku tiba di istana bidadari. Selalu saja selir yang lainlah yang dipanggil untuk memuaskan Kaisar. Hamba mohon , gagahilah hamba seperti tuan menggagahi gadis lainnya dan hamba akan sangat bahagia." Putri burung merak lalu melepas kain mandi yang menutupi tubuhnya dan memperlihatkan tubuh sempurnanya.

" jika begitu , sesunggahnya ia layak dihukum mati. Kecantikan seperti ini sangat sayang sekali jika didiamkan begitu saja" Tergoda akan rayu dan kemolekan tubuhnya, aku seketika mencumbu bibirnya lalu kubaringkan ia dilantai kamar tak jauh dari meja makan kami. Bibirnya membalas lumatanku, walau kaku namun ia sungguh menikmati ciuman pertamanya. Kepala kemaluanku telah menyentuh bibir kemaluannya yang sudah sangat basah. Sambil mencumbu bibirnya dengan penuh perasaan, kutusukkan tongkat saktiku ke dalam kemaluannya , mengoyak selaput darahnya , mengubahnya menjadi wanita yang sesungguhnya. Ia sempat berdesis terkejut. Segera kulumat kembali bibirnya lalu kuhujamkan kemaluanku keluar masuk sekencang kencangnya. Terkejut dengan permainan liarku , bibirnya melumat berusaha menggigit bibir bawahku. Kelihatan sekali ia sangat menikmati hujaman tongkat saktiku. Kulepaskan ciumanku , kubiarkan ia mendesah mengerang , sementara tongkat saktiku menghujam makin kencang. Suara desahannya menggelegar ke seluruh ruangan membuat selir dan dayang dayang yang menyaksikan ikut termakan nafsu birahi. Ia menggaruk garuk punggungku dan tak lama ia pun merasakan betapa nikmatnya ejakulasi wanita. Teriakannya sangatlah keras, wajah memerah malu. Kepalanya menggeleng geleng dan lengannya berusaha mendorongku. Ia memohon aku menghentikan hujamanku karena ia sudah tak kuat. Namun tongkat saktiku terus bergerak , membuat ia makin kehilangan akal. Ia menepuk nepuk lenganku dan tak lama , giliran aku lah yang mencapai puncak kenikmatanku. Air maniku tersembur deras di dalam kemaluannya. Sungguh sungguh melegakan. Selir burung merak masih menepuk nepuk lenganku memohonku melepas tongkat saktiku dari kemaluannya. Setelah kemaluanku mengempis didalam kemaluannya, barulah kucabut kemaluanku kemudian aku terbaring disampingnya menahan sensasi ngilu ngilu nikmat yang amat kusukai.

Sayangnya kedua selir cantik itu harus segera kembali ke kediaman kaisar. Selir burung merak memelukku erat seolah tak mau kembali. Ia mengatakan , aku sangat gagah dan sangat jantan. Ia sangat ingin menghabiskan waktu semalam denganku. Sayangnya mereka harus kembali ke kediaman kaisar sebelum terlalu malam. Ketiga dayangnya dengan berat hati harus menahan birahi mereka. Setelah mereka pergi , aku segera berbaring di kasurku dan tertidur. Sungguh hari yang melelahkan

Hari pernikahanku pun tiba. Pagi pagi sekali , selir teratair putih dan selir burung merak tiba tiba saja telah datang kembali bersama dayang dayang mereka. Mereka berkewajiban mendadaniku untuk hari pernikahanku. Karena mereka datang lebih awal, aku punya waktu untuk meniduri selir selir cantik ini untuk yang terakhir kali sebelum aku menikah. Di bak mandiku, kusetebuhi dan kucumbui mereka satu persatu , bergantian dan berulang ulang sampai aku puas. Selir burung merak yang paling banyak. Desahannya , erangannya dan jepitan dinding kemaluannya akan sangat aku rindukan. Saat aku sudah benar benar puas meniduri mereka , barulah mereka mulai mendadaniku dengan rapi dan cepat sehingga kami tetap tepat waktu.

Aku melangkah , diiringi pendeta pendeta agung dan pengawal pengawal istana. Iring iringan mas kawin pernikahanku sangatlah panjang. Hari ini aku mengawali hidup baru sebagai seorang pendekar sekaligus seorang saudagar kaya. Kedua calon pengantinku telah menunggu di kuil dewa Giok, didampingi dua orang pendata maha agung , satu mewakilii kuil api , satu mewakili kuil dewa Giok. Aku berdiri diantara mereka , mengucapkan janji suciku sebagai seorang suami yang akan menjaga dan melindungi mereka hingga ajalku tiba. Jani suci pun terucap, membuat aku resmi menjadi suami mereka. Suasana bahagia bercampur haru begitu terasa. Kembang kembang dihamburkan menandakan kami resmi menjadi suami istri. Aku pria paling beruntung di planet ini. Kami diarak keliling kota layaknya Kaisar dan permaisuri . Rakyat bersorak gembira . Mereka melambai lambaikan tangan mereka , menyambut kami dengan perasaan bahagia. Mereka menari nari dijalanan menunjukkan rasa bahagia mereka. Sungguh hari yang indah di kota Beiyuan.

Tibalah saat malam pertama. Aku kebingungan sekaligus sangat malu saat kami bertiga memasuki kamar pengantin kami. Kedua putri ini sungguh cantik mempesona. Namun aku bingung bagaimana kami melewati malam pertama kami. Haruskah aku mencumbu mereka satu persatu ? Ataukah sekaligus saja menuruti naluri lelakiku. Ellis berbisik kepada putri Yu Ji dan seketika wajah putri Yu Ji menjadi merah. Ellis kemudian berdiri seraya berkata.

" nah , silahkan kalian berdua duaan. Aku ingin makan malam bersama Qara dan Jenny. " putri Yu Ji menjadi malu bukan main. Ellis berlari keluar meninggalkan aku berdua saja dengan putri Yu Ji yang cantik jelita.

"Tuan Kuanlin. " dengan wajah memerah ia membungkuk kepadaku lalu membuka jubah pengantinnya yang berwarna oranye. Jubah itu turun dan jatuh kekasur sehingga terlihatlah belahan dada dan lengan putri Yu Ji yang halus. Kemaluanku seketika berdiri tegak , dan bercap jelas dari luar celanaku. Putri Yu Ji makin tertunduk malu. Aku duduk disampingnya dan dengan malu malu aku berusaha menyentuh dagukunya agar ia menatap mataku.

"Uhuk!!" putri Yu Ji tiba tiba batuk dengan keras, membuatku terkejut bukan main. Aku melompat terkejut membuat celanaku yang memang sudah kukendurkan menjadi terjatuh

"Maafkan hamba tuan Kuanlin hamba...." begitu Putri Yu Ji menoleh kepadaku. Ia tak sengaja melihat tongkat saktiku yang sangat luar biasa besar. Wajahnya memerah lalu tiba tiba

"Kyaaaaaaaaa!!!" putri Yu ji menjerit kaget. Secepat kilat , Ellis tiba tiba saja berlari kembali ke kamar.

" Ada apa!! Apakah orang timur yang kurang ajar itu menyelinap masuk ke kamar kali...."

"Ya tuhan...." Ellis sontak menahan tertawa melihat wajah putri Yu Ji yang memerah dan memucat. Ellis kembali keluar seraya tertawa terbahak bahak.

" Putri Li.... hamba mohon kembali! Putri Li...." Dengan wajah memerah malu putri Yu Ji memekik memanggil Ellis. Namun Ellis justru mengunci pintu dari luar dan berteriak.

" aku mau makan malam dulu Tuan dan Nyonya naga hitam..."

Putri Yu Ji makin salah tingkah . Ia dengan malu malu lalu menolehku yang sudah memakai kembali celanaku. Akhirnya dengan wajah memerah, ia pun berkata.

" Tuan Kuanlin.... Tuan.... hamba bingung mengatakannya tapi hamba .... hamba.... hamba malu sekali. "

Tak kusangka putri Yu Ji yang cantik jelita , serta bertubuh sempurna berkata seperti itu. Aku seperti melihat anak umur lima tahun namun bertubuh wanita dewasa. Jika diingat ingat, walaupun janda , ia memang masih perawan dan tak tersentuh lelaki. Aku kemudian tersenyum lalu melangkah mendekatinya.

" hamba.... hamba Mohon, lakukan saja apa yang ingin Tuan lakukan. Hamba akan menurut..." sebenarnya aku ingin melihat apa yang dibalik kain pakiannya. Buah dadanya pasti sangat indah . Namun melihat ia salah tingkah seperti ini , kutepuk pundaknya lalu berkata

"tuan putri pasti lelah.... apa Tuan putri mau tidur? " ia menatapku bingung. Dengan malu malu , ia pun berbisik.

" Tuan Kuanlin.... maaf ya.." kupeluk ia dengan penuh rasa sayang lalu kami berbaring dikasur berdua sambil berpelukan erat. Tak lama kami berdua tertidur , melewati malam pertama kami yang sangat aneh. Namun saat tengah malam , aku merasa seperti sesuatu sedang meremas remas batang kemaluanku namun saat aku buka mata , rupanya Ellis telah berbaring dibelakangku.

" Suamiku , ayo tidur lagi.. " Tiba tiba aku merasa sesuatu seperti menyengat leherku dan aku pun kembali tertidur.

Saat aku tak sengaja terbangun, kutatap wajah polos Putri Yu Ji yang tertidur dihadapanku. Memamg sudah banyak gadis yang kutiduri , namun baru kali ini putri secantik dirinya tertidur pulas satu ranjang denganku. Rasanya aku ingin menatap wajahnya semalaman. Sungguh sungguh enak dipandang. Jika memang benar wajah ini yang akan kupandang setiap pagi disisa hidupku, sungguh aku pria paling bahagia di jagad raya. Aku melirik ke belakang dan Ellis juga masih tertidur sambil memelukku dengab erat

Karena kukira hari sudah pagi, pelan pelan aku bangun dari tempat tidurku , berencana menghirup udara pagi yang segar. Namun rupanya hari masih gelap. Aku berdiri di balconi kamar pengantinku , menatap langit yang bertabur bintang dan planet planet yang indah. Lalu tak sengaja aku melihat Jenny berdiri sendirian didepan kamarnya. Aku ingin menghampirinya namun tiba tiba saja aku melihat ia melepaskan seekor burung hantu terbang ke langit malam. Di bumi orang melakukan itu untuk mengantar pesan kepada orang yang jauh disana. Tapi tentu saja , hal seperti itu tidak kita lakukan lagi. Aku bersembunyi agar ia tak melihatku dan tak lama , ia pun kembali ke kamarnya. Kepada siapa ia berkirim pesan? Apa yang sebenarnya ia lakukan?aku kembali ke kamarku , berandai andai tentang apa yang sebenarnya Jenny telah lakukan.