"Jadi, kakak dan Rose resmi putus begitu saja?" tanya Nina padaku setelah dia berhasil menemukan alamat apartemenku.
"Tidak! Aku tidak akan pernah melepaskannya. Aku mencintainya," tegas ku pada Nina yang duduk begitu dekat denganku.
"Oh... Jadi, kakak masih mencintai wanita seperti Rose?"
Aku menoleh ke arah Nina yang bertanya demikian seakan mengejekku.
"Nin, sebaiknya kau pulang. Aku masih ingin menyendiri."
Ya, menyendiri. Menjernihkan pikiranku yang sudah tiga hari ini terus menghujam hatiku dengan perasaan bersalah. Aku harus memilih di antara dua wanita ini, Rose atau Nina.
Aku tidak mengerti kenapa Rose memintaku menjadikan semua ini sebagai pilihan? Padahal sudah tentu aku akan memilih nya, cintaku!
"Lalu, setelah apa yang selalu kita lakukan setiap kali bertemu? Kakak anggap apa? Apakah aku hanya mainan kakak setiap kali kakak tidak bisa menyalurkan hasrat kakak pada wanita itu?"
Support your favorite authors and translators in webnovel.com