Penerus Tanpa Nama
Dunia kembali diselimuti kegelapan. Perang antar kerajaan, wabah misterius, serta runtuhnya pusat-pusat kekuasaan membuat seluruh benua berada di ambang kehancuran. Di balik kekacauan itu, kelompok-kelompok elit dan perkumpulan rahasia bergerak dalam senyap. Mereka menyembah sosok kuno yang selama berabad-abad mengintai dari Bayangan. Dengan fanatisme yang mengerikan, mereka bersumpah: “Kami akan membawa engkau kembali ke muka bumi.”
Di tengah malam yang muram, seorang remaja terbangun di atas reruntuhan altar kuno. Tubuhnya berdebu, pakaiannya compang-camping, dan yang paling mengerikan—ia tidak mengingat apa pun. Tidak nama, tidak usia, tidak masa lalu. Hanya gema samar di kepalanya: sebuah panggilan yang terasa asing namun akrab, seakan ada sesuatu—atau seseorang—yang menunggu kebangkitannya.
Saat ia berusaha mencari jati dirinya, berbagai faksi mulai memburunya. Ada yang ingin melindunginya, ada yang ingin memanfaatkannya, dan ada pula yang ingin menghapus keberadaannya sebelum ia menyadari kebenaran yang sesungguhnya.