Dia Menginginkan Pernikahan Terbuka? Baiklah!
"Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari seorang pria yang memandangmu namun tidak melihat apa-apa," suaranya yang dalam berbisik kasar di telinganya dari belakang. Dadanya terasa panas di tulang belakangnya saat jari-jarinya menelusuri kulit sensitif di lehernya, mengirimkan getaran hebat ke sepanjang lengannya.
Terengah-engah, ia mencoba berbalik, putus asa ingin melihat pria yang tersembunyi di balik topeng itu, untuk akhirnya melihat wajah orang asing yang telah memenuhi pikirannya.
"Jangan melihat," perintahnya dengan lembut. Tangannya yang besar mencengkeram pinggangnya dengan kekuatan yang menyakitkan, membungkukkannya ke depan, menahannya. "Cukup rasakan."
Ia tidak memberinya waktu untuk berpikir sebelum kenikmatan menghantamnya dalam satu dorongan yang menghancurkan.
Teriakan parau terlepas dari tenggorokannya. Pikirannya berteriak bahwa ia harus membencinya, bahwa ia harus melawan kenikmatan membara yang merobek-robek urat nadinya. Ia hanya pernah mengenal satu pria dalam seluruh hidupnya. Namun saat ia mundur dan menghujamnya lagi, bahkan lebih keras, tubuhnya sepenuhnya mengkhianati sumpah-sumpahnya.
Alih-alih menjauh, Roxanne melengkungkan punggungnya, menyerahkan dirinya dan membiarkannya membenamkan dirinya sepenuhnya di dalam dirinya. Saat ia tergelincir ke dalam kehancuran yang gelap dan indah, satu pikiran yang penuh perlawanan mengkristal dalam benaknya: Dia menginginkan pernikahan terbuka? Baiklah.
—
Ketika Roxanne mendapati suaminya yang telah lima tahun bersamanya berselingkuh pada hari ulang tahun pernikahan mereka, ia mengharapkan air mata, permintaan maaf, apa pun. Sebaliknya, suaminya memberinya ultimatum dingin: terima pernikahan terbuka, atau tetap terjebak dalam rumah tanpa cinta, karena ia tidak akan pernah memberikannya perceraian.
Ia mengira Roxanne terlalu lemah untuk pergi, bahwa tidak ada pria lain yang akan pernah meliriknya. Ia salah besar.
Terdorong oleh patah hati menuju ruang VIP eksklusif, Roxanne bertemu dengan seorang pria berkuasa yang menjanjikannya kebangkitan yang layak untuk dijadikan fantasi. Satu sentuhannya menyalakan api yang tidak pernah bisa dinyalakan suaminya seumur hidup.
Namun pria misterius bertopeng itu bukan sembarang orang asing. Dia adalah Richard Vance, CEO Vance Enterprises yang kejam dan tak tersentuh. Bos tertinggi suaminya.
Kini, Roxanne berpakaian berbeda, bersinar dari dalam, dan memandang suaminya dengan ketidakpedulian yang mutlak. Tiba-tiba, pernikahan terbuka bukan lagi permainan yang ingin dimainkan suaminya. Ia menginginkan kembali wanita yang dulu memujanya. Ia siap memohon pengampunannya.
Tapi Richard tidak mau berbagi. Dan ia siap menghancurkan karier suaminya, statusnya, dan seluruh hidupnya untuk menjaga Roxanne tepat di tempat ia seharusnya berada, di sisinya.
PERINGATAN KONTEN (18+): Ini adalah roman kontemporer korporat dan gelap yang penuh drama tinggi dan bertempo cepat. Mengandung konten seksual eksplisit, adegan panas/vulgar yang berat, bahasa kasar, obsesi/posesivitas pria yang ekstrem, dan seorang suami yang sangat menyesal terpaksa menyaksikan istrinya jatuh cinta pada pria lain. Hanya diperuntukkan bagi pembaca dewasa.