Dari luka ke kamu
Di dunia seni modern, Ramdhan Revan Adikara hanyalah nama yang sering dihina.
Anak kecil yang dulu dicemooh karena garisnya miring… tumbuh menjadi laki-laki yang menghabiskan tiga belas tahun hidupnya hanya untuk satu obsesinya:
Menguasai garis.
Bukan untuk tampil.
Bukan untuk terkenal.
Tapi untuk bertahan hidup dari trauma yang hampir membunuhnya.
Ketika Royal Art Dome—kompetisi seni paling brutal di dunia—menantangnya, penonton tertawa.
Para juri meremehkan.
Dunia menganggapnya hanya pecundang lain.
Sampai Ramdhan menggambar geometri mustahil, menciptakan real-time reflection, dan memaksa seluruh arena membungkam dalam ketakutan.
Apa yang mereka lihat…
bukan sekadar seni.
Itu adalah jiwa yang dikuliti, luka yang ditumpahkan menjadi garis, dan obsesi yang berubah menjadi kekuatan gelap.
Dan di tengah panggung itu, hanya satu orang yang membuatnya tetap hidup:
Jinan, istrinya—cahaya kecil yang menariknya kembali dari kegelapan.
Ketika dunia menobatkannya sebagai Raja Seni, Ramdhan menyadari satu hal:
> “Garis ini bukan untuk mengesankan kalian.
Garis ini… adalah hidupku.”
Inilah kisah tentang luka, cinta, kegilaan, dan kebangkitan seorang lelaki yang melawan seluruh dunia… dengan satu pulpen.