Aku om-om pengangguran usia 40 yang Diselamatkan Gadis Jirai Kei 19
Di usia empat puluh tahun, Gu Yifan merasa hidupnya sudah selesai.
Sebagai sarjana yang gagal di setiap pintu kantor dan kini hanya berbicara pada
dinding kosong sebagai YouTuber dengan dua penonton, ia adalah definisi nyata
dari ketidakberdayaan. Ditambah lagi, ia membawa trauma masa muda yang mendalam
setelah ditolak secara kejam oleh cinta pertamanya karena dianggap "tidak jujur
pada diri sendiri." Yifan memilih untuk menarik diri dan hidup dalam
bayang-bayang kesunyian gerbong kereta dan apartemennya yang sempit.
Semua berubah ketika seorang gadis berusia sembilan belas tahun bernama Shen Yue
tertidur di bahunya dalam kereta jalur Chuo. Dengan rambut unik setengah putih
setengah biru serta gaun putih khas Jirai Kei, Shen Yue tampak mencolok di
tengah kerumunan. Namun, di balik penampilannya yang eksentrik, Shen Yue
menyimpan kerapuhan yang sama besarnya. Ia adalah mahasiswi seni yang terasing,
berjuang melawan kecemasan hebat di bawah tekanan keluarga kaku yang ingin
mengontrol seluruh hidupnya.
Pertemuan yang canggung itu perlahan tumbuh menjadi ikatan yang lambat namun
mendalam. Bersama-sama, mereka menghadapi pahitnya kenyataan hidup: algoritma
internet yang kejam, komentar toxic, kembalinya bayang-bayang trauma masa lalu
Yifan, hingga pandangan miring masyarakat tentang selisih usia mereka yang
terpaut 21 tahun. Ini bukan sekadar kisah cinta biasa, melainkan kisah tentang
dua jiwa yang retak yang saling menyembuhkan, membuktikan bahwa seseorang tidak
perlu menjadi sempurna untuk layak dicintai dan menemukan jalan pulang.