webnovel

Secret Love for Secret Admirer

Tak pernah terpikirkan, apa yang menjadi kesukaanmu aku juga menyukainya. Tanpa sadar, aku selalu menuruti nasihat dan perintahmu. Lama-lama, aku tahu artinya bahwa itu semua hanyalah sebuah keinginan agar diakui untuk menjadi lebih dari seorang sahabatmu. Aku, sebagai pengagum rahasia, yang menyukaimu secara diam-diam. (Nadia Naraya) Rasa simpati dan sebuah ketertarikan biasa. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali melihatmu. Aku tak tahu sejak kapan rasa itu sedikit demi sedikit berubah menjadi rasa penasaran dan selalu ingin tahu tentangmu. Katakan saja, kalau ini adalah sebuah cinta rahasia untuk seorang pengagum rahasia. Lupakan perasaanmu darinya dan berbaliklah menyukaiku. (Fauzan Narendra) Nadia memendam perasaan pada sahabatnya - Agra - hampir selama enam semester terakhir sejak mereka bersahabat. Sayangnya, saat Nadia ingin mengungkapkan perasaannya, bertepatan dengan itu, Agra bercerita bahwa ia sudah memiliki kekasih. Nadia tidak bisa menghindar begitu mudah, karena ia terjebak di dalam satu proyek dengan Agra cukup lama. Inilah yang bisa dilakukan Nadia, mengagumi dalam diam. Saat Nadia sudah mencapai puncak kegalauannya, seorang laki-laki bernama Fauzan datang ke dalam hidupnya. Nadia pikir, ia baru pertama kali bertemu laki-laki ini. Namun, ternyata Fauzan sudah mengenalnya sejak dua tahun lalu. Fauzan muncul begitu saja saat Agra menghilang menangani proyek dosen selama beberapa bulan. Fauzan bilang bahwa ia menyukai Nadia. Lantas, apa yang akan Nadia lakukan selanjutnya? Cover by : Diarra_design Follow me on Instagram : @NurulAyuHapsary

N_Ayu_Hapsary · 现代言情
分數不夠
372 Chs

412. Ceasefire

Fauzan berjalan menuju ke arah parkiran. Di sana, dia akan menjemput Nadia. Pekan ini, hari aktif sudah dimulai, dan baru saja berakhir di hari ini. Sekarang, saatnya Fauzan pulang dan kembali menjemput Nadia.

Saat berada di parkiran, Fauzan melihat Sherly ada di sana. Tapi Sherly masih tidak mengetahui keberadaan Fauzan yang baru saja datang di daerah parkiran. Karena Sherly berdiri membelakangi Fauzan.

Sherly nampak sedang akan pulang. Dia terlihat seperti ingin mengeluarkan motor miliknya. Namun, Sherly kelihatannya sangat sulit untuk mengeluarkannya. Karena motornya itu, terhimpit dan memiliki ruang sanga sempit. Fauzan masih memperhatikannya.

Saat itu, Sherly sudah mencoba untuk mengeluarkannya. Tapi, dia tidak bisa. Sherly mencoba dari sisi yang satunya, tetap sulit untuk dikeluarkan. Fauzan menghela nafas melihatnya.

鎖定章節

在webnovel.com支援您喜歡的作者與譯者