webnovel

Cinta Sabrina

20+ Sabrina Anastasya Bramantio, gadis cantik berusia 23 tahun itu terpaksa harus menelan pil pahit secara bersamaan dalam hidupnya. Dia tidak pernah menyangka hidupnya akan hancur bagaikan pecahan kaca. Kehancurannya berawal dari kekasihnyanya Reyno Prasetiyo yang selama 3 tahun bersama, akhirnya malah menikahi adik tirinya, Cantika Zaipahusna. Hingga suatu hari, Reyno mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa. Sialnya, Cantika menuduh Sabrina yang mencelakai Reyno, karena semua bukti-bukti mengarah padanya. Peristiwa itu terjadi begitu saja dan berhasil membawa Sabrina ke penjara atas dakwaan kelalaian. Siapa sangka, saat ia memulai kehidupan baru dengan menjadi asisten rumah tangga, di tempatnya bekerja dia menemukan sosok Azka Purnama Assegaf, putra dari majikannya. Wajah tampan dan sikap bijaksana yang dimiliki Azka, nyatanya berhasil menarik perhatian Sabrina. Pun sebaliknya. Azka juga perlahan mulai terkesan dengan sikap lugu Sabrina. Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka saling dekat dan mempunyai perasaan yang sama. Akan tetapi, hati Sabrina kembali dipatahkan, saat mengetahui bahwa Azka hendak dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya. Sakit. Hatinya bak hancur berkeping-keping. Untuk yang kesekian kalinya Sabrina terjerembap ke dalam lubang lara. Bagaimana kelanjutan kisah Sabrina dan Azka? Akankah pada akhirnya perjodohan itu berjalan dengan mulus, hingga mereka bisa bersatu? Mampukah Sabrina membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah?

Miss_Pupu · Thành thị
Không đủ số lượng người đọc
292 Chs

Bab 121-Histeris

Sabrina kembali memeluk erat suaminya seraya mengusap punggungnya. "Sabar, Mas," ucapnya. Ia pun turut serta berduka dengan meninggalkan Yuzril Assegaf yang juga papah mertuanya.

"Tidak, Rin. Papah baik-baik saja kan! Papah tidak meninggal, Rin!" lirih Azka dengan nafas yang tak beraturan. Ia tampak dalam posisi terendahnya. Lututnya bergetar lemas tak dapat menopang tubuhnya. Sabrina memapah Azka untuk duduk di kursi besi berwarna silver. Tubuh Azka lemas tak bertenaga.

"Istigfar, Mas!" Sabrina terus berusaha memberikan kekuatan untuk Azka. Mengusap pungguhnya guna menguatkan. Ia dapat merasakan posisi suaminya saat ini tengah rapuh dan hancur.

"Ka, kamu harus kuat untuk mamah kamu," ucap Bramantio.

Azka masih membisu dengan menyenderkan kepalanya di dinding rumah sakit seraya memejamkan matanya. Mengatur nafas yang kian sesak. Azka semakin tak dapat mengatur perasaannya. Situasi sepahit ini tak pernah ia duga sama sekali.

Chương bị khóa

Hỗ trợ các tác giả và dịch giả yêu thích của bạn trong webnovel.com