webnovel

Suamiku Manis

Author: ANISARIYANI
ชีวิตในเมือง
Completed · 97K Views
  • 189 Chs
    Content
  • 5.0
    42 ratings
  • NO.200+
    SUPPORT
Synopsis

Kisah ini menceritakan tentang perjuangan seorang wanita muda berumur 21 tahun demi mendapatkan cinta dari suaminya. Suaminya selalu bersikap cuek dan dingin padanya, bahkan yang lebih parah adalah irit bicara. "Tunggu Mas!" teriak Wanita itu. Pria yang berstatus sebagai suaminya itu menghentikan langkahnya. "Mengapa kamu selalu dingin padaku, mengapa kau selalu saja irit bicara dan mengapa kau selalu cuek?". Pria yang berstatus suaminya itu hanya diam dan menatap tajam sang istri. "Aku ini istrimu mas, tidak bisakah kau menghargaiku!" teriak Wanita itu. Pria itu pun melangkah pergi mengabaikan perkataan istrinya. Wanita itu menangis, ada rasa sesak dan sakit di hatinya.

Tags
1 tags
Chapter 1Chapter 1 ( Kemarahan )

Para pengawal tampak ketakutan dengan kemarahan tuannya, mereka tampak menunduk.

Pria itu mengepalkan tangannya dan mendekati para pengawal itu.

"Kalian benar-benar bodoh!" teriak Pria itu.

Suaranya sangat lantang bagaikan petir yang menyambar pohon.

"Pergi dari sini, aku muak melihat kalian!" teriak Pria itu.

Para pengawal pun pergi meninggalkan tuannya.

"Mereka benar-benar sangat bodoh!" teriak Pria itu.

Pria itu pun pergi dengan sangat marah.

Di sisi lain...

Seorang gadis berusia 21 tahun sedang membersihkan taman ditemani oleh para pelayan.

"Nyonya. Anda tidak lelah?" tanya Pelayan.

"Tentu saja tidak, Laila. Sejak kecil aku suka sekali berkebun," balas Gadis itu.

"Apa anda haus?" tanya Pelayan.

"Aku tidak haus. Laila," balas Gadis itu.

"Ayo Laila. Kita lanjutkan tanam bibit apelnya." Gadis itu mencangkul tanah dan menanamkan bibit apel.

Para pelayan hanya geleng-geleng kepala melihat istri seorang CEO terkenal dan terkaya mencangkul tanah.

Dari kejauhan pria itu sedang memperhatikan istrinya.

"Dasar gadis bodoh!" umpat Pria itu.

Pria itu pun pergi.

***

Gadis itu dan pelayan pribadinya telah selesai berkebun.

"Akhirnya selesai juga ya, Laila. Aku haus," ujar Gadis itu.

"Saya akan buatkan jus," ujar Laila.

Laila pun pergi meninggalkan istri dari tuannya sendirian, tanpa gadis itu sadari ada tiga orang pria yang sedang mengawasinya.

"Taman ini sangat indah. Seandainya saja ada banyak bunga-bunga pasti akan lebih indah," ujar Gadis itu.

Tanpa gadis itu sadari, salah satu pria yang bersembunyi itu mendekatinya secara diam-diam.

"Nyonya, kami pergi dulu ya,".

Kelima pelayan itu pun pergi meninggalkan gadis itu sendirian.

"Malang sekali nasibmu istri yang tidak dianggap dan tidak diperdulikan oleh suaminya sendiri,".

Pria misterius itu pun mendekati gadis dihadapannya dan mulai melancarkan aksinya dengan menyuntikkan obat pada leher gadis itu.

Pria misterius itu menggendong tubuh gadis yang tidak sadarkan diri itu lalu membawanya pergi dengan sangat jauh.

***

Beberapa menit kemudian Laila datang dengan membawakan segelas jus lemon.

"Nyonya ini jusnya," ujar Laila.

Laila sangat terkejut karena nyonyanya tidak ada ditempat.

"Nyonya pergi kemana?" tanya Laila dengan nada panik.

"Aku harus mencari nyonya," lanjut Laila.

Laila pun pergi untuk mencari istri dari tuannya.

***

Laila sudah mencari nyonyanya kemana-mana namun hasilnya nihil, ia sangat takut dan cemas.

"Aku harus menanyakan soal ini pada lima pelayan itu," ujar Laila.

Laila pun pergi.

***

Laila menatap lima pelayan yang sedang tertawa dan bercanda.

"Sella, Lia ...," ujar Laila.

"Ya, Laila. Ada apa?" tanya Sella dan Lia.

"Kalian liat nyonya tidak?" tanya Laila.

"Bukankah nyonya ada di taman tadi," balas Sella dan Lia.

"Nyonya tidak ada di taman," ujar Laila.

"Apa!" teriak Sena.

"Ya, Sena. Nyonya tidak ada di taman," ujar Laila.

"Apaan sih, Sena. Jangan lebay deh," omel Kania.

"Bagus dong kalau nyonya hilang. Aku lebih suka nona Citra yang menjadi istri dari tuan Leon," ujar Ria.

"Benar kata, Ria. Aku juga suka kalau nona Citra yang jadi istri tuan," ujar Kania.

"Jangan lupa, kalau nona Citra telah mengkhianati tuan Leon," ujar Sena.

"Sudahlah, Sena. Sebaiknya kita berempat berpencar untuk mencari nyonya," ujar Laila.

"Kau benar," ujar Sena, Lia, dan Sella.

Laila, Sena, Lia, dan Sella pun pergi untuk mencari istri dari tuannya.

"Akhirnya hilang juga istrinya tuan Leon," ujar Ria.

"Kau benar, Ria. Semoga saja tidak ditemukan," ujar Kania.

Ria dan Kania pun pergi.

***

~ Ruang Kerja ~

Pria itu tampak sedang sibuk memeriksa berkas-berkas pekerjaannya. Jari-jarinya tidak pernah berhenti mengetik di komputernya. Saat sedang fokus bekerja tiba-tiba pintu ruangan diketuk.

"Sialan!" umpat Pria itu.

Pria itu menghela nafas panjang.

"Masuk!" teriak Pria itu.

Tak lama kemudian pintu terbuka dan masuk Ria dan Kania.

"Maap menganggu waktunya. Tuan," ujar Ria dan Kania.

"Katakan, ada keperluan apa datang keruanganku?" tanya Pria itu.

"Kami ingin mengantarkan makan siang untuk anda dan kami ingin mengatakan kabar buruk juga," balas Ria dan Kania.

"Makanan itu taruh di sana saja dan katakan apa kabar buruknya?" tanya Pria itu.

"Tuan. Nyonya telah kabur," balas Ria dan Kania bersamaan.

"Apa!" teriak Pria itu.

Pria itu mengepalkan tangannya, istrinya telah berani bermain-main dengannya dengan cara kabur dari Mansion.

"Pergi dari sini!" teriak Pria itu.

Ria dan Kania pun pergi mereka tersenyum licik.

"Kurang ajar!" teriak Pria itu.

Pria itu melemparkan semua barang yang ada dihadapannya.

"Berani sekali kau kabur dariku, Syafa!" teriak Pria itu.

Pria itu pun mengambil ponselnya lalu pergi ke halaman Mansion.

"Aku tidak akan segan-segan membunuhmu. Jika kau berhasil ditemukan," batinnya.

***

Pria itu telah sampai di halaman, ia membuka pintu mobil dan pergi mencari istrinya.

Kania dan Ria merasa senang, mereka tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat tuannya marah kepada sang istri.

"Rencana kita berhasil," ujar Ria.

"Tuan pasti akan membunuh istrinya jika berhasil ditemukan," ujar Kania.

"Kita harus membantu nona Citra kembali pada tuan," ujar Ria.

"Benar, aku sudah tidak sabar," ujar Kania.

Ria dan Kania pun memutuskan untuk pergi saat melihat Laila, Sena, Lia, dan Sella menuju ke arahnya.

"Kemana lagi kita harus cari nyonya," ujar Sena, Lia, dan Sella.

Mereka berempat tampak cemas karena nyonya kesayangannya hilang.

"Laila. Apa tuan sudah tahu jika nyonya hilang?" tanya Sena, Lia, dan Sella.

"Tuan selalu mengabaikan istrinya. Jadi tidak mungkin ia akan perduli," balas Laila.

Sena, Lia, dan Sella terdiam.

***

Di sisi lain...

~ Gudang ~

Syafa terbaring lemah dilantai yang dingin, dengan kaki dan tangan yang terikat. Tak lama kemudian pintu gudang terbuka, lalu muncul tiga pria bertubuh kekar.

Ketiga pria itu melihat Syafa dengan tatapan kelaparan.

"Gadis itu sepertinya masih suci," ujar Pria berkepala botak.

"Benar. Dia masih suci," ujar Pria rambut gondrong.

"Bagaimana kalau kita menyentuhnya," ujar Pria bertato bulan.

Tiba-tiba datanglah bos mereka bertiga yang mengenakan jas formal berwarna coklat. Ia memakai topeng putih untuk menyamarkan wajahnya.

"Apa yang ingin kalian lakukan pada gadisku!" teriak Pria itu.

Ketiga pria itu pun terkejut.

"Kenapa kalian terkejut?" tanya Pria itu.

Pria itu mendekati Syafa dan tersenyum.

"Sayang kamu lelah ya terikat seperti ini terus?" tanya Pria itu.

Pria itu mengusap lembut kening Syafa dan tersenyum.

"Kalian bertiga pergilah. Aku yang akan menjaga gadisku sendiri," ujar Pria itu.

Ketiga pria itu pun pergi meninggalkan atasannya bersama gadis yang paling ia cintai.

***

"Kau tahu aku sangat sayang pada dirimu," ujar Pria itu, "Kamu sudah seperti adikku sendiri,".

Pria itu membuka ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki adiknya.

"Kita akan pergi ke tempat yang layak untukmu," ujar Pria itu.

Pria itu pun pergi bersama dengan Syafa.

You May Also Like

Setelah Meninggalkan CEO, Dia Mengejutkan Dunia

``` Mo Rao lahir di keluarga dokter militer. Orang tuanya telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan nenek Fu Ying, sehingga yang terakhir memaksa Fu Ying untuk menerima Mo Rao sebagai istrinya. Mo Rao selalu tahu bahwa Fu Ying memiliki gadis pujaan bernama Qu Ru. Gadis ini gagal menikah dengan Fu Ying sebagaimana keinginannya karena nenek Fu Ying menghalanginya. Setelah menikah, Fu Ying sangat memperhatikan Mo Rao. Mereka bahkan sangat cocok terutama di atas ranjang. Fu Ying selalu menemukan dirinya tenggelam dalam kelembutan Mo Rao. Hingga suatu hari, Fu Ying berkata, “Qu Ru telah kembali. Mari kita bercerai. Aku akan mentransfer properti yang telah aku janjikan kepadamu atas namamu.” Mo Rao berkata, “Bisakah kita tidak bercerai? Bagaimana jika... aku hamil...?” Fu Ying menjawab tanpa hati, “Aborsi saja! Aku tidak ingin ada lagi hambatan antara aku dengan Qu Ru. Lagipula, Qu Ru memiliki leukemia, dan sumsum tulangmu secara kebetulan cocok dengan dia. Jika kamu bersedia mendonasikanmu, aku bisa menjanjikanmu apa saja.” Mo Rao berkata, “Bagaimana jika syaratku adalah kita tidak bercerai?” Mata Fu Ying berubah dingin. “Mo Rao, jangan terlalu serakah. Bahkan jika aku menjanjikanmu demi Qu Ru, kamu tahu sendiri aku tidak mencintaimu.” Kata-kata ‘aku tidak mencintaimu’ menusuk hati Mo Rao seperti sebilah pisau. Senyumnya tiba-tiba menjadi terpelintir dan dia bukan lagi wanita penurut seperti dulu. “Fu Ying, ini pertama kalinya kamu membuatku muak. Kamu menyebutku serakah, tapi bukankah kamu sama? Kamu ingin aku menceraikanmu agar kamu bisa bersama dengan Qu Ru? Baik, aku setuju dengan itu. Tapi kamu bahkan bermimpi kalau aku akan menyelamatkannya? Jangan lupa, tidak ada yang namanya mendapatkan semua yang terbaik dalam hidup, sama seperti antara kamu dan aku.” Kemudian Mo Rao pergi. Fu Ying benar-benar merasa sesak, dan perasaan ini membuatnya gila. Ketika Mo Rao muncul sekali lagi, dia telah menjadi bintang yang menyilaukan. Ketika dia muncul di hadapan Fu Ying, bergandengan tangan dengan kekasih barunya, Fu Ying tidak peduli lagi dan berkata, “Sayang, bukankah kamu bilang kamu hanya akan mencintaiku?” Mo Rao tersenyum samar. “Maaf, mantan suami. Aku salah dulu. Kamu hanya pengganti. Aku sebenarnya mencintai orang lain.” ```

Mountain Springs · ชีวิตในเมือง
Not enough ratings
662 Chs

Nyonya Mengejutkan Identitasnya Seluruh Kota Lagi

Qiao Nian tinggal di rumah keluarga Qiao selama 18 tahun sebelum orang tua kandungnya menemukannya. Tiba-tiba, semua keluarga kaya di kota itu tahu bahwa keluarga Qiao memiliki anak perempuan palsu! Anak perempuan sejati dari keluarga yang berkecukupan pasti berbakat, lembut dan baik hati. Anak perempuan palsu pasti tidak akan bisa menguasai kemampuan apa pun dan tidak mencapai apa-apa. Semua orang ingin melihat betapa sengsaranya dia ketika dia harus kembali ke lembahnya setelah diusir dari keluarga kaya! Qiao Nian juga berpikir bahwa orang tua kandungnya adalah guru-guru miskin dari Kabupaten Luohe. Siapa sangka bahwa kakaknya mengendarai Phaeton yang harganya tiga ratus ribu yuan! Ayah kandungnya juga seorang profesor yang mengajar di Universitas Tsinghua! Bos besar dari keluarga penjahat itu menjadi penjilat dan membungkuk di depan kakeknya... Qiao Nian terperangah. Ehm... ini tidak sama dengan mengatakan ya! Setelah terbebas dari keluarga penjahat, Qiao Nian bisa menjadi dirinya sendiri. Dia adalah siswa terbaik dalam ujian masuk perguruan tinggi, bintang siaran langsung dan pewaris warisan budaya yang tak ternilai... Identitasnya terungkap dan ketika dia mulai muncul di pencarian teratas di kota, keluarga penjahat itu menjadi pucat. Anti-fans mengejek: Apa gunanya berpura-pura? Bukankah kamu hanya terus mengikuti kakakku setiap hari? Qiao Nian menjawab: Maaf tapi saya sudah punya pasangan. Kakak Sempurna: @Qiao Nian. Izinkan aku memperkenalkannya kepada semua orang. Ini adalah adikku. Kakek Kaya Raya: Cucu kesayanganku, kenapa kamu bekerja keras? Kalau kamu mau sepeda, kakek akan belikan untukmu! Orang kaya dan berpengaruh di Beijing menyebarkan rumor bahwa Master Wang menyembunyikan seorang istri di rumah mewahnya. Tidak peduli seberapa keras orang mencoba membujuknya, dia tak pernah membawanya keluar untuk bertemu orang lain. Jika ditanya, dia akan mengatakan kalimat yang sama. "Istri saya dari pedesaan dan dia pemalu." Itu sampai pada suatu hari ketika seseorang melihat Master Wang yang mulia dan dingin memegang pinggang ramping seorang gadis sambil bersembunyi di sudut dinding dan bergumam dengan mata merah. "Sayang, kapan kamu akan memberiku gelar?" [Anak perempuan palsu yang sebenarnya berasal dari keluarga kaya] + [Dua bos besar]

Brother Ling · ชีวิตในเมือง
Not enough ratings
654 Chs
Table of Contents
Volume 1
Volume 2 :Awal Kebahagian Baru

ratings

  • Overall Rate
  • Writing Quality
  • Updating Stability
  • Story Development
  • Character Design
  • world background
Reviews
Liked
Newest

SUPPORT