webnovel

Menikahi Barista Ganteng

Cielo William adalah seorang gadis yang cantik dan bergelimang harta. Hidupnya tampak begitu sempurna karena di usianya yang matang, ia sukses menjalankan bisnis Hotel Poseidon milik ayahnya dan ia pun memiliki seorang kekasih yang tampan, serta kaya raya. Justin Sugiatno, kekasih Cielo yang sempurna dan ia sangat tergila-gila pada pria itu hingga orang tua mereka pun setuju untuk menjodohkan mereka. Awalnya kisah cinta mereka berjalan baik hingga akhirnya Cielo bertemu dengan seorang pria yang menyebalkan. Graciello Andreas, seorang karyawan di Hotel Poseidon, telah membuat perasaan Cielo jungkir balik. Setiap kali mereka bertemu, selalu saja terjadi masalah dan Cielo sangat kesal pada pria itu. Cielo dan Justin akan segera bertunangan, tapi sesuatu terjadi. Justin mabuk, dan pria itu nyaris menodai Cielo. Graciello pun datang untuk menolongnya. Semenjak kejadian itu, Cielo pun tidak ingin melanjutkan hubungannya dengan Justin, tapi ia terlalu takut untuk mengakuinya pada orang tuanya. Terpaksa, Cielo melakukan kawin kontrak dengan Graciello supaya orang tua Cielo percaya dan menjauhkan Justin dari hidupnya. Demi setumpuk uang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang barista, Graciello pun setuju melakukan kawin kontrak tersebut. Apa yang akan terjadi jika kucing dan anjing disatukan dalam satu ranjang yang sama? Ikuti kisah perjalanan cinta Cielo. Hanya di Webnovel. PS: Buku ini adalah sekuel dari buku Terima Aku Apa Adanya.

Santi_Sunz · สมัยใหม่
Not enough ratings
402 Chs

232. Om Gavin

"Apa kamu bekerja di tempat ini sekarang?" tanya Om Gavin.

"Ya, Om. Aku sekarang kerja di sana."

"Apa kamu sudah menjadi barista seperti impianmu itu?" Sebelah alis pamannya tertarik ke atas.

"Hampir. Sebentar lagi aku akan sekolah barista." Ello mengangguk perlahan.

"Ah, begitu ya. Om doakan yang terbaik untukmu ya, Ello. Ingat, kalau kamu butuh bantuan dana, jangan pernah ragu untuk bicara dengan Om."

"Terima kasih, Om, tapi … tidak. Aku bisa membiayai sekolahku sendiri," ucap Ello yang tidak berani menatap mata pamannya.

Om Gavin sudah hafal betul sifat dan karakter Ello, jadi ia tidak membentaknya sama sekali.

"Om paham kalau kamu ingin hidup mandiri, tapi mau sampai kapan kamu begini terus? Kamu masih marah pada Om?"

Ello menautkan alisnya karena merasa seperti yang sedang dituduh. "Aku tidak marah pada Om."

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com