webnovel

Menjenguk mantan 2

"elang, aku tau hatimu sakit, tapi apa pantes seorang laki-laki seperti mu harus berakhir seperti ini, mana elang yang dulu kuat?, mana elang yang dulu bisa dijadikan untuk tempat mengadu? Aku melihat mu tak lain dari seorang laki-laki yang tidak bisa hidup menopang badannya sendiri hanya karena perempuan, kau tak ubahnya laki-laki pengecut yang tak punya prinsip hidup, sadar lang, kamu boleh mencintai seseorang... Kamu berhak atas itu... Tetapi kamu harus berfikir lagi mencintai orang itu jika kamu sendiri pernah meninggalkannya " Naumi bicara seolah membuka luka lama yang pernah ia rasa

Elang melangkah kedepan dan berlutut dihadapan Naumi elang tidak memperdulikan kehadiran alya yang juga duduk di ranjang yang sama dengan Naumi

" Naumi, aku minta maaf jika dulu telah membuat mu kecewa, aku minta maaf pernah menyakiti hati mu, aku minta maaf pernah meninggalkan mu, aku.... Aku... (elang tak bisa menahan air matanya dan suara tercekat ) aku minta maaf atas semua yang pernah kulakukan padamu, tetapi aku sudah berubah Naumi, aku berubah demi kamu, aku kembali untuk mu tak bisakah dirimu melihat semua yang kulakukan? " elang bicara sambil menangis dengan suara serak.

Alya ikut meneteskan air mata mendengar pengakuan elang, alya merasa ikut sedih mendengar pengakuan 2 sosok yang dulunya pernah menjadi sepasang kekasih itu.

" kamu salah lang...kamu harus berubah bukan untuk ku tetapi berubahlah demi masa depanmu, berubahlah demi nenek yang sangat menyayangi mu dan Kamu salah dalam menilaiku, dulu aku begitu sakit setelah kau pergi, aku sakit tanpa tau khabarmu, hatiku hancur kau tinggalkan... Kau pergi dengan tersenyum, kau pergi tanpa melihatku lagi dan kamu tau hatiku lebih hancur ketika orang tua mu dengan sombongnya datang kerumah ku untuk menghina keluargaku yang tak selevel dengan mu"

Huffff Naumi berhenti sejenak bicara lalu melanjutkan kembali

"saat itu dimana dirimu lang..? Ya.. Kamu nggak ada untuk ku, aku Mencoba untuk melupakanmu tetapi selalu gagal dan gagal lagi dan saat aku bisa melupakan mu kamu datang lagi dengan harapan yang pernah menjadi impian ku tetapi aku sadar itu akan sia-sia dan aku bertekad Jika aku tak mau sakit untuk kedua kalinya. Sekarang aku sudah menerima Kevin dan mengubur semua kenangan kita, kamu masa laluku dan Kevin masa depanku. Kurasa kamu nggak akan lupa jika aku menerima seseorang dihatiku, itu artinya aku tidak akan pernah melirik orang lain lagi, cintaku bukan sesuatu yang bisa dibuang dan diambil kembali, jika kamu sudah membuang sesuatu berarti kamu sudah membiarkan nya pergj dan kamu sudah tidak membutuhkannya lagi dan sekarang apa yang telah kau buang menjadi sangat berharga bagi orang lain... Kevin telah menyelamatkan sesuatu yang telah kau buang dengan mudahnya, Kevin yang telah menjahit luka ku yang begitu dalam, Kevin juga yang menunjukkan aku tentang masa depan jadi jangan salah kan orang lain atas apa yang telah terjadi pada dirimu"

Naumi berhenti bicara saat elang menatap kearah kalung yang dipakai Naumi

" apa kalung itu dari Kevin? " elang menatap mata Naumi mengharapkan kejujuran dari pertanyaan nya. Naumi tersenyum dan menganggukkan kepalanya

" elang, belajarlah melupakanku karena suatu saat nanti kamu akan sadar jika ada seorang gadis yang sangat mencintai mu bahkan gadis itu rela menahan sakit demi kebahagiaan mu, kau tau jika kita mencintai seseorang tidak harus memilikinya dan jika seseorang di takdirkan berjodoh oleh Allah subhanahu wata'ala maka dunia dan isinya tak kan bisa menghalanginya " Naumi bangkit dari duduknya menuju pintu kamar dan berlalu meninggalkan alya dan elang berduaan.

" elang... Aku tau kau sangat mencintai Naumi tetapi kamu harus sadar jika Naumi sudah memilih orang lain untuk mengisi hatinya... Tidakkah kamu bisa membuka sedikit ruang untuk menerimaku, aku rela kau jadikan sandaran untuk melupakan Naumi walau mungkin aku tidak sesempurna Naumi di matamu" alya bicara dengan senyuman kepada elang, tetapi matanya berkaca-kaca

"aku takut menyakiti mu alya karna kamu tau dihatiku hanya ada nama Naumi" ucap elang

"jika kamu mau, aku akan mendampingi mu untuk mengobati luka di hatimu dan aku akan menunggu mu dengan sabar untuk mencintai ku" ungkap alya sambil berdiri dan melangkah pergi namun tiba-tiba elang memegang tangannya dan memeluk alya

"trimakasih alya, aku akan mencoba bangkit bersama mu, tetapi aku butuh waktu yang sangat panjang menata kembali hatiku, kau mau membantu ku kaan? " tanya elang

Alya membalas pelukan elang dan menangis terharu didada elang, alya merasa bahagia dengan apa yang barusan dikatakan elang. Alya merasakan dunia sangat indah saat ini, dia yakin jika suatu saat nanti elang akan bisa jatuh cinta padanya dengan berjalannya waktu.

"aku akan membantumu lang, kita jalani bersama seperti air mengalir.

Sementara itu Naumi pergi mencari neneknya elang ke dapur, Naumi mendapati nenek sedang asik memasak mie bersama bik siti

" nenek lagi masak apa nek kok baunya enak bener? " ucap Naumi sambil mencium ke udara.

"mmm nenek sudah memasak makanan kesukaan mu, coba liat sini" kata nenek menarik Naumi ke meja makan

"ma syaa Allah nek, nenek ngapain repot repot memasak semua ini dan nenek masih ingat aja semua yang aku suka" ucap Naumi malu malu yang melihat ada mie Jawa, ikan bakar dan soto

"gimana nenek bisa lupa makanan kesukaan mu soalnya elang suka minta dimasakin makanan kesukaan mu itu sama bi siti, kalau ndak percaya tanya bi siti tuh" ucap nenek ke arah lembantunya.

"ia non... Den elang itu kalau ndak makan mie Jawa katanya kayak ada yang kurang dalam perutnya" ucap bi siti menjelaskan.

Ya udah kita makan ya nak, nenek kangen makan bareng sama kamu, oh iya apa kamu berhasil membujuk elang? Tanya nenek penasaran

"in syaa Allah nek dan aku yakin bentar lagi elang bakalan lebih sehat dari sebelumnya" Naumi bicara sambil menata piring di meja makan membantu nenek.

"mmhh. Mmhhh" elang tiba-tiba aja sudah berada di dapur

"sepertinya nenek ketemu kawan bergosip nih hahahaha" nenek senang melihat cucunya yang sedang tertawa lepas karena sudah lama tidak melihatnya tersenyum.

Tak lama setelah selesai makan alya dan Naumi berpamitan untuk pulang, mereka bersalaman dengan nenek dan akhirnya pulang.

Di perjalanan alya tak henti senyum senyum sendiri dan Naumi menyadarinya dari tadi.

"hemmm sepertinya ada yang lagi seneng nih... Fall in love ronde dua hehehe" Naumi menggoda alya sambil mengedipkan sebelah matanya

"Naumi apaan sih.. Jangan mulai deeeh" ucap alya merah merona karna ketahuan

"oh ya besok kita kemana, kan besok pembagian amplop kelulusan" tanya Naumi

"mm belum tau, kalau gitu biar besok aku jemput aja ya jadi kamu gak usah bawa motor, ok" alya mengajak Naumi bareng berangkat ke sekolah besok.

"baik lah tuan putri yang lagi kasmaraaaan.." m

Sementara itu di kantor Kevin dia sedang sibuk berjibaku dengan rutinitasnya.

"rudi, besok suruh bintang menghandle semua kerjaan ku, tunda semua meeting dan siapkan mobil, kita ke kampung alya" titah boss Kevin kepada rudi

"baik boss tapi kenapa harus dibilang kampung alya boss bukannya boss sebenarnya ke kampung Naumi" ucap rudi menggoda boss nya itu.

"Kita berangkat sehabis subuh dan siapkan 1 buket bunga dan ambilkan pesanan saya di butik salsabila" perintah si boss wajib dilaksanakan

"ok boss" jawab rudi yang langsung terlihat girang dalam hati rudi bersenandung (yes yes yes gue bebas tugas, gue liburan hehehe) sekteraris rudi seneng banget tuh diajak liburan ke kampung.