webnovel

pipis panas

Related Stories
Sang Menteri: Dingin di Siang Hari, Panas di Malam Hari
Author: Chu Yue
Ongoing · 100.1K Views
Synopsis
Zhi Wan adalah seorang yatim piatu yang tinggal di bawah atap orang lain, selalu berhati-hati dan teliti, hingga suatu hari ia jatuh ke dalam air dan mendapatkan kemampuan untuk berbagi mimpi dengan orang lain. Ia mengira tidak akan pernah bertemu dengan pria dari mimpinya sepanjang hidupnya, sehingga dalam mimpi, ia melakukan berbagai hal yang keterlaluan. Hingga suatu hari, ia melihat Liontin Giok di pinggang pria itu dan akhirnya menyadari bahwa pria yang melakukan semua hal keterlaluan itu bersamanya dalam mimpi tidak lain adalah pejabat berkuasa ini, yang dikenal karena sikapnya yang dingin terhadap wanita, kaku, dan asketis. Terkejut, Zhi Wan memutuskan untuk melarikan diri. Namun sebelum ia sempat menaiki kapal, ia sudah dikepung oleh pejabat berkuasa itu beserta para prajuritnya. "Saya telah menerima laporan rahasia bahwa Miss Zhi terkait dengan sebuah kasus besar yang baru-baru ini terjadi. Mohon ikut bersama saya untuk membantu penyelidikan!" Pria dari mimpinya itu, kini mengenakan seragam resminya, berbicara dengan nada serius dan birokratis. Zhi Wan: "..." Dikurung di kabin kapal dengan dalih membantu penyelidikan, Zhi Wan akhirnya tidak tahan lagi dan memutuskan untuk membongkar kedok munafik pria itu. "Sungguh pamer wibawa pejabat. Kamu tidak seperti ini dalam mimpi!" Pria itu melonggarkan kerah seragam resminya, mendesak gadis itu ke sudut dinding, "Oh? Dan seperti apa aku dalam mimpimu?" Zhi Wan: "..." "Jadilah baik. Hal-hal yang belum kita selesaikan dalam mimpi, mari kita lanjutkan sekarang!" rayu pria itu dengan suara serak. (1v1, Double Clean)
Table of Contents
More

Musim Panas Itu, Tanpa Dirimu

Ren dan Aoi adalah teman masa kecil yang tidak pernah terpisahkan. Kedekatan mereka berlanjut hingga keduanya resmi menjadi murid kelas 1 SMP. Bagi Ren, hari-hari di SMP terasa sangat indah karena ada Aoi yang selalu menemaninya, berbagi tawa, dan berjanji untuk terus bersama hingga mereka masuk ke SMA impian yang sama. ​Namun, sebuah insiden misterius menimpa Ren, membuatnya harus terbaring koma selama seminggu di rumah sakit. Saat akhirnya terbangun dengan ingatan yang rancu, rasa cemas Ren langsung hilang karena sosok pertama yang ia lihat adalah Aoi yang tersenyum lega di samping ranjangnya. Setelah dinyatakan pulih, Ren melanjutkan hari-harinya, lulus SMP, hingga akhirnya berhasil masuk ke SMA bersama Aoi. ​Selama bertahun-tahun menjalani kehidupan dari kelas 1 hingga kelas 3 SMA, keseharian Ren terasa sangat sempurna. Aoi selalu ada di sisinya, setia menemani Ren di pojok kelas saat jam kosong, dan menjadi satu-satunya penawar dari trauma serta sakit kepala hebat yang sering menyerang Ren pasca koma. Namun, kehadiran Yuka—teman sekelas yang diam-diam memendam perasaan mendalam pada Ren sejak SMP—mulai membawa dinamika baru. Yuka selalu mencoba ada untuk Ren di dunia nyata, memberikan perhatian tulus yang sering kali diabaikan oleh Ren karena hatinya telah terkunci sepenuhnya untuk Aoi. Yuka terpaksa berjuang melawan "jarak" tak kasat mata yang memisahkan dirinya dengan Ren. ​Di balik itu semua, sebuah kejanggalan besar perlahan mulai merayap selama masa SMA. Ren menyadari ada yang aneh dengan lingkungan di sekitarnya. Teman-teman sekolahnya selalu menatapnya dengan pandangan asing penuh rasa kasihan, para guru tak pernah memanggil nama Aoi saat absen, dan tak ada satu orang pun yang mau mengajak Aoi mengobrol selain dirinya sendiri. ​Hingga akhirnya, tepat beberapa minggu sebelum upacara kelulusan kelas 3 SMA, kebenaran yang dipendam bertahun-tahun mendesak untuk keluar. Iki, sahabat dekat Ren, sudah tidak bisa diam lagi melihat gelagat Ren dan penderitaan Yuka yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Di tengah riuhnya persiapan festival perpisahan sekolah, Iki menarik Ren menjauh dari keramaian dan memaksanya untuk menghadapi sebuah kenyataan besar. Kenyataan pahit yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh semua orang demi menjaga kewarasan Ren. ​Rahasia kelam apakah yang sebenarnya terjadi pada masa SMP mereka? Dan siapakah sosok Aoi yang selama ini setia menemani Ren di tengah perasaan tulus yang dikorbankan Yuka?

elaina_cantik · Realistic
Related Reviews
Related Questions
What is the nature of panas caricatura bebe?
1 answer
2025-06-24 02:19
Honestly, 'panas caricatura bebe' is quite a mystery. It could potentially be a name for a children's illustration or a unique form of caricature related to babies. But that's just a guess.
Related Topics
More
New Arrivals

Open the knight's chronicle in the beautiful manga

Traversing the Marvel World and obtaining the Knight Chronicles System. When Hila was about to break the seal and the dark elves were about to make a move, the old Odin slowly took out his Odin Belt and inserted it into Time Descent. The Dark Elven leader wasn't willing to be outdone and also took out Dark Kiva's belt. On that day, the universe once again witnessed the terror of the peak priests and the terror of the dark elves. In the mirror space, Strange, who was wearing Wizard armor, looked at Gu Yi who suddenly appeared and slowly typed a question mark. In the depths of the universe, Star Devourer was holding the EVol drive and laughing. Ultron followed Jacker's orders and wanted to destroy mankind. On the moon, the nonhumans discovered the final evolution form of the nonhumans, which was called Yagita! The captain, who had been sealed in ice for many years, held the Adamu spirit stone tightly under the glacier. Stunner Johnny looked at Mephistos, who had tricked him, and took out his Eye Spirit with a dark face. Stryker discovered that Deadpool's genes were not the X gene. Someone told him that it was called Amazon cells. Loki transformed into Diend as he laughed maniacally and faced Saul, who had regained his divine power. General Ross transformed into Force One and battled with the Hulk and Loathsome on the streets of New York. At this moment! The world was in chaos, and strange people were wreaking havoc. Even ordinary people could transform into mass-produced knights and join this grand chronicle. It was as if an invisible hand was silently pushing everything forward. Who was it? Behind the truth, there was only a touch of stunning fuchsia!

Waves rise from the spring
· 8.9K Views

Go to the white head

Shen Yungui felt that his heart was stirred. The general's youngest son was bright and handsome. He played with her and they were a pair of happy enemies. Unfortunately, this scumbag only had one day's memory. Yesterday, he said he loved her, and today, he wanted her to marry someone else for the sake of the family. Shen Yungui was married. Prince Liang of Great Wei was handsome and had outstanding military achievements. He was her childhood sweetheart, and her mother looked at him as if he was her own son. It was a pity that this scumbag was smiling on the surface, but his heart was killing. The smell of blood on his body had never stopped. Since she was young, she was not afraid of her parents and brothers, but only this killing god, the smiling tiger. After Shen Yungui got married, he went to war again. She had never expected that the traitor of the Great Wei that had supported her to grow up would take root in the Imperial Court and almost take the lives of her father, brother, and husband on the battlefield. The building was about to collapse, and there were countless people who were like-minded with her. She picked up her father's sword and mounted the horse. There were thousands of people waiting for her triumphant return. On the battlefield, it was said that she went deep into the enemy city alone for her husband, whose life and death were unknown. The truth was indeed so. Qin Yanzhi, who was half-dead, was dug out from the pile of dead bodies by her. He felt that he did not have much time left. He was not willing to die. He lay on her back and told her his funeral." After I die, you have to…" "Bah! When I go back, I'll be a great general who has made great contributions. If you die, I'll definitely ask uncle for thirty Jade-faced Playboys to party in front of your soul every night, one per night!" Qin Yanzhi was speechless.

idle time
· 5.9K Views
Popular Searches