Qiao Mu tidak pernah mengeluh meski ibu dan saudari tirinya selalu saja berusaha untuk menindasnya tanpa sepengetahuan sang ayah. Sejak kecil hingga tumbuh dewasa seperti sekarang, dia terus belajar untuk menghadapi penindasan tersebut, dan menerima kenyataan bahwa ibu kandungnya sendiri rela menjualnya. Ayahnya memang sangat menyayanginya, tapi dia cukup tahu diri bahwa keberadaannya saja sudah pasti menyulitkan sang ayah, sehingga dia pun tak pernah meminta sesuatu yang lebih.
Namun ibu kandungnya sendiri seolah tak mau mengerti. Dia terus saja meminta ini dan itu hingga membuat Qiao Mu kesulitan. Gadis itu pun tak punya cara lain, dia bahkan rela mengambil resiko besar demi membantu ibu kandungnya. Karena hal itu pula lah, dia harus berhubungan kembali dengan sosok dari masa lalunya, Tuan muda Li. Seseorang yang tak seharusnya dia dekati mengingat pria itu memiliki hubungan kekerabatan dengan ibu tirinya, atau dengan kata lain, pria itu adalah paman tirinya.
Entah akan berakhir seperti apa kelak dirinya di tangan ‘paman’nya ini, tapi dia tentu berharap Tuan muda Li ini akan terus membantunya sama seperti dulu, saat dia masih memanggil pria itu dengan sebutan kakak.
Faladhina Kiseki dan Myradhia Chikane sedang mengecup ujung kepala tombak milik Ranata ketika tiba – tiba kedua orang gadis muda yang masih perawan tersebut merasakan sensasi kehangatan dan kenikmatan yang begitu halus dan lembut meresap ke dalam tubuh bugil mereka berdua melalui pori – pori kulit mereka yang terbuka lebar bagaikan mulut – mulut kecil yang dengan begitu rakus ingin menghisap dan menyerap cairan putih kental nan hangat yang menyelimuti sekujur tubuh kedua gadis muda tersebut. ~Asseeeekkkk saya juga mau lah~