webnovel

syair manaqib siti khadijah

Related Stories
BUKAN SITI NURBAYA
Author: Michella91
Ongoing · 93.1K Views
Synopsis
Bagaimana cinta itu bisa hadir setelah pernikahan terjadi karena desakan moral, usia, dan orang sekitar? Amelie adalah seorang wanita yang pemberani, periang dan penyayang. Meski perceraian kedua orang tuanya menyisakan trauma yang mendalam di hatinya. Namun, dia selalu pemilih perihal laki-laki tampan. Sampai suatu hari, dia harus mengubur dalam-dalam kisah cintanya yang masih bermekaran di dalam hatinya, ketika dia mengetahui tengah berbadan dua dengan laki-laki yang justru hanya dijadikan pelarian olehnya.
Table of Contents
More

Setulus Cinta Khadijah

"Khadijah, menikahlah denganku! Kau akan memiliki segala yang kupunya, termasuk anak yang paling kucintai, yang sudah terlalu dekat dengamu," ucap lelaki yang beberapa bulan ini menjadi majikannya. Deg! Khadijah yang sebelumnya tak tahu kenapa dia bisa dipanggil ke ruang kerja lelaki yang usianya sudah hampir mencapai kepala empat itu, akhirnya terkejut bukan main. Baru beberapa hari yang lalu ibunya menyuruh agar dia mendekati duda beranak satu itu, kini malah lelaki itu sendiri yang meminta untuk menikah dengannya. Apakah ini sebuah kebetulan, atau ... sebelumnya memang sudah direncanakan? Entahlah. "Ma-maaf, Tuan, tapi saya belum siap untuk menikah," tolaknya dengan halus. "Aku tak pernah menyuruhmu menjawab siap atau belum, tapi berilah jawaban iya atau setuju!" datar lelaki itu. Khadijah melebarkan matanya. 'Apa?! Iya atau setuju. Bukankah itu sama saja?' batinnya. Baiklah. Mungkin kali ini Khadijah tak bisa menolak. Karena menolaknya, sama saja dengan melepaskan diri dari lubang buaya, tetapi kemudian memasuki sarang singa. Itu lebih membahayakan keluarganya. Khadijah mengambil napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya perlahan. Mencoba mengatakannya dengan setenang mungkin. "Baik, saya akan menyetujuinya. Tapi dengan dua syarat, Tuan," ucap Khadijah, mencoba menatap lelaki yang tengah duduk dengan gagah di depannya itu. Lelaki itu menautkan kedua alisnya. 'Demi apa aku harus menerima dua syarat dari bocah ini? Padahal, di luar sana banyak sekali wanita yang mengantri untuk kunikahi. Tapi ... baiklah, demi putraku satu-satunya, aku akan mengikuti permainannya,' gumamnya dalam hati. "Katakan, apa syaratnya?" "Bersucilah dan ucaplah dua kalimat syahadat!" Deg! ***EA***

Erisna_Aisyah · Teen
Related Reviews
Related Questions
What are the main differences between siti manga and hentai?
3 answers
2025-05-30 21:16
Siti manga and hentai are quite distinct. Siti manga typically covers a wide range of genres and themes, while hentai focuses specifically on adult and explicit content.
What are the differences between manga Siti and other similar works?
3 answers
2025-05-12 18:58
Manga Siti has unique art styles and storylines that set it apart from others. The characters and themes might be quite distinct.
What are the main differences between siti hentai manga and other similar manga?
1 answer
2025-06-23 11:11
Siti hentai manga stands out because of its intense and often explicit sexual scenes. Unlike regular manga, it may not follow typical story structures and might prioritize adult entertainment over traditional narrative elements.
Related Topics
More
New Arrivals

Go to the white head

Shen Yungui felt that his heart was stirred. The general's youngest son was bright and handsome. He played with her and they were a pair of happy enemies. Unfortunately, this scumbag only had one day's memory. Yesterday, he said he loved her, and today, he wanted her to marry someone else for the sake of the family. Shen Yungui was married. Prince Liang of Great Wei was handsome and had outstanding military achievements. He was her childhood sweetheart, and her mother looked at him as if he was her own son. It was a pity that this scumbag was smiling on the surface, but his heart was killing. The smell of blood on his body had never stopped. Since she was young, she was not afraid of her parents and brothers, but only this killing god, the smiling tiger. After Shen Yungui got married, he went to war again. She had never expected that the traitor of the Great Wei that had supported her to grow up would take root in the Imperial Court and almost take the lives of her father, brother, and husband on the battlefield. The building was about to collapse, and there were countless people who were like-minded with her. She picked up her father's sword and mounted the horse. There were thousands of people waiting for her triumphant return. On the battlefield, it was said that she went deep into the enemy city alone for her husband, whose life and death were unknown. The truth was indeed so. Qin Yanzhi, who was half-dead, was dug out from the pile of dead bodies by her. He felt that he did not have much time left. He was not willing to die. He lay on her back and told her his funeral." After I die, you have to…" "Bah! When I go back, I'll be a great general who has made great contributions. If you die, I'll definitely ask uncle for thirty Jade-faced Playboys to party in front of your soul every night, one per night!" Qin Yanzhi was speechless.

idle time
· 5.9K Views
Popular Searches