webnovel

golok jawara banten

Related Stories
The JAWARA
Author: Boy77
Ongoing · 12 Views
Synopsis
Udara malam di gang sempit itu lengket sama keringat dan bau bensin tua. Di ujung sana, lampu neon kedip-kedip kayak napas orang yang udah hampir nyerah. Dan di tengahnya, ada dia—Raga. Raga bukan siapa-siapa. Anak pasar yang tangannya kapalan dari angkat karung beras sejak umur 14 tahun. Tapi setiap kali ada keributan, setiap kali ada yang nangis di pojok gang karena ditindas, matanya selalu nyala. Bukan marah. Lebih ke... nggak terima. Dia nggak punya jurus keren, nggak punya guru sakti. Yang dia punya cuma satu: kalau jatuh, dia bangkitnya lebih cepat. Dan kalau lawan nginjak harga dirinya, rasanya kayak ada api di dada yang bikin dia nggak bisa diem. Kota ini punya aturannya sendiri. Yang kuat makan yang lemah. Preman pasar, sindikat tanah, pejabat yang main di balik meja—semuanya nyatu jadi rantai yang ngiket leher orang kecil. Raga nggak niat jadi pahlawan. Dia cuma mau tidurnya nyenyak tanpa denger tangisan ibunya karena warung kecil mereka mau digusur. Tapi semakin dia melawan, semakin dalam dia ditarik ke dunia yang nggak pernah dia minta. Pukulan pertama bikin dia tahu rasanya tulang retak. Kemenangan pertama bikin dia ngerti rasanya dikhianati orang yang dia bela. Dan setiap langkah ke atas, bayangan ayahnya yang dulu hilang tanpa kabar jadi makin jelas. "Jawara" bukan cerita tentang orang yang lahir kuat. Ini cerita tentang orang biasa yang milih nggak diam waktu dunia nginjak kepalanya. Kamu bakal ngerasain dinginnya aspal waktu dia tersungkur, panasnya amarah waktu dia berdiri lagi, dan sepi yang nggigit di dada tiap kali dia harus milih: jadi orang baik yang kalah, atau jadi "jawara" yang tangannya berlumuran darah biar orang lain bisa tenang. -----------------------------------------------
Related Reviews
Related Questions
What is the quality of food at restaurants in Tangerang, Banten?
1 answer
2025-11-08 23:42
Overall, the quality of food in Tangerang, Banten depends on the specific restaurant. Some are known for excellent cooking and high standards, but there are also those that might not meet your expectations. It's best to read reviews or ask locals for recommendations.
Related Topics
More
New Arrivals

Buddhist big shot, she blooms everywhere

A year ago, Ling Xi became a vegetable. For the medical expenses, the Ling family tried everything they could. His parents sold the land to pick up the trash, his sister dropped out of school to work outside, and the entire family was heavily in debt. Ling Xi suddenly woke up. With a power that did not belong to this world. * Ling Xi had lived in the cultivation world for decades. Although she could not cultivate without spiritual roots, her healing and purifying abilities were invincible. After returning to the modern world, he was faced with the biggest dilemma-no money. Thus, he rolled up his sleeves and started doing his old job. Old Ling's family's life had also been turned upside down since then. * Second Master Yan had a head disease, and no one dared to provoke him when he was ill. Ling Xi only patted his shoulder before he fainted and fell to the ground. The bodyguard immediately detained him. "I'm sorry, I…" Ling Xi apologized after she woke up. "Get out!" The man had a terrible headache. Ling Xi: Alright, who asked her to knock him out? * Later. "Xixi, I miss you." "We've only been apart for three hours," Ling Xi looked at her watch helplessly. "It's 3 hours, 46 minutes, and 38 seconds." The bodyguards looked at each other,"So Second Master is a clingy person!" #Soft and gentle female protagonist vs beautiful and strong male protagonist # * Reading tips: 1. The whole article was empty, and the golden finger was activated. 2. Xiao Bai likes to write articles every day. If you don't like it, please don't make personal attacks. 3. The female lead was a Buddhist. She just did things according to fate, but when it came to principles, she would fight for it.

An Yi
· 6.8K Views
Popular Searches