Detail
Views
12
Power Stones
--
Udara malam di gang sempit itu lengket sama keringat dan bau bensin tua. Di ujung sana, lampu neon kedip-kedip kayak napas orang yang udah hampir nyerah. Dan di tengahnya, ada dia—Raga. Raga bukan siapa-siapa. Anak pasar yang tangannya kapalan dari angkat karung beras sejak umur 14 tahun. Tapi setiap kali ada keributan, setiap kali ada yang nangis di pojok gang karena ditindas, matanya selalu nyala. Bukan marah. Lebih ke... nggak terima. Dia nggak punya jurus keren, nggak punya guru sakti. Yang dia punya cuma satu: kalau jatuh, dia bangkitnya lebih cepat. Dan kalau lawan nginjak harga dirinya, rasanya kayak ada api di dada yang bikin dia nggak bisa diem. Kota ini punya aturannya sendiri. Yang kuat makan yang lemah. Preman pasar, sindikat tanah, pejabat yang main di balik meja—semuanya nyatu jadi rantai yang ngiket leher orang kecil. Raga nggak niat jadi pahlawan. Dia cuma mau tidurnya nyenyak tanpa denger tangisan ibunya karena warung kecil mereka mau digusur. Tapi semakin dia melawan, semakin dalam dia ditarik ke dunia yang nggak pernah dia minta. Pukulan pertama bikin dia tahu rasanya tulang retak. Kemenangan pertama bikin dia ngerti rasanya dikhianati orang yang dia bela. Dan setiap langkah ke atas, bayangan ayahnya yang dulu hilang tanpa kabar jadi makin jelas. "Jawara" bukan cerita tentang orang yang lahir kuat. Ini cerita tentang orang biasa yang milih nggak diam waktu dunia nginjak kepalanya. Kamu bakal ngerasain dinginnya aspal waktu dia tersungkur, panasnya amarah waktu dia berdiri lagi, dan sepi yang nggigit di dada tiap kali dia harus milih: jadi orang baik yang kalah, atau jadi "jawara" yang tangannya berlumuran darah biar orang lain bisa tenang. -----------------------------------------------
More
0 Chapters Updated
Latest update 3 months ago
There is no text chapter for this article, so stay tuned!
This book is released and published by WebNovel. All rights reserved, piracy must be investigated.