webnovel

pondok teratai

Related Stories
putri teratai
Author: muslihat
Ongoing · 6.9K Views
Synopsis
Di tengah kerajaan Arunika, terdapat sebuah danau yang selalu diselimuti kabut tipis. Orang-orang menyebutnya Danau Teratai Langit. Tidak ada yang berani datang ke sana saat malam, karena konon danau itu dijaga roh kuno. Namun suatu pagi yang tenang, sebuah bunga teratai bercahaya muncul di tengah danau. Cahaya itu perlahan terbuka. Di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan. Seorang pertapa tua bernama Mahaguru Raksanta yang sedang bermeditasi di tepi danau terkejut melihat keajaiban itu. Ia mendekat dengan langkah pelan. "Anak dari langit... atau takdir dunia?" gumamnya. Saat bayi itu membuka mata, cahaya lembut memancar dari tubuhnya. Air danau yang tenang tiba-tiba beriak seperti memberi penghormatan. Mahaguru Raksanta mengangkat bayi itu dengan hati-hati. Di sampingnya, bunga teratai bercahaya perlahan berubah menjadi sebuah liontin teratai kristal. "Mulai hari ini, kau akan kupanggil Lianara… Putri Teratai." 16 Tahun Kemudian Lianara tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Rambutnya hitam panjang seperti malam, matanya jernih seperti air danau. Ia hidup sederhana bersama Mahaguru Raksanta di sebuah kuil kecil dekat danau. Namun ada sesuatu yang berbeda dari dirinya. Setiap kali ia menyentuh air, bunga teratai akan bermekaran. Suatu hari Lianara sedang berlatih pedang. Gerakannya cepat dan anggun seperti tarian. Mahaguru Raksanta memperhatikannya dengan wajah serius. "Lianara… waktunya sudah tiba." Lianara berhenti. "Tiba untuk apa, Guru?" Mahaguru Raksanta menatap langit yang mulai gelap. "Takdirmu bukan di kuil ini." Ia menyerahkan pedang berukir teratai. "Ini Pedang Seribu Kelopak. Senjata yang hanya bisa digunakan oleh Putri Teratai." Lianara terdiam. "Tapi aku hanya gadis biasa…" Mahaguru tersenyum kecil. "Tidak. Kau adalah kunci untuk menghentikan Kaisar Bayangan yang akan bangkit." Angin tiba-tiba bertiup kencang. Kabut hitam muncul dari kejauhan. Mahaguru Raksanta menatapnya dengan wajah tegang. "Mereka sudah menemukanmu." Sekelompok prajurit berpakaian hitam muncul dari hutan. Di depan mereka berdiri seorang pria tinggi bermata merah. "Akhirnya kami menemukanmu... Putri Teratai." Lianara menggenggam pedang. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya… ia harus bertarung. Namun saat ia bersiap menyerang— Sebuah anak panah melesat dari hutan dan mengenai salah satu prajurit. Seorang pemuda misterius muncul dari balik pepohonan. Ia membawa busur perak dan tersenyum santai. "Sepertinya aku datang tepat waktu." Lianara menatapnya bingung. "Siapa kamu?" Pemuda itu memutar panah di tangannya. "Aku hanya pengelana." Ia tersenyum. "Tapi orang biasanya memanggilku Arven." Dan tanpa mereka sadari… Pertemuan itu akan menjadi awal dari perjalanan panjang, cinta, dan perang yang akan mengguncang dunia.
Table of Contents
More

Teratai Putih Dipaksa Menjadi Pengganti Dirinya Sendiri

Gu Leqing, mantan aktor peraih Grand Slam, kini menjadi orang sial yang terlempar ke dalam novel. Pada transmigrasi pertamanya, ia harus memerankan seorang tokoh kecil yang menyedihkan dan mengejar seorang “pria berwajah datar” yang telah bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Gu Leqing berkata: “Apa itu pria? Aku harus belajar dengan baik!” Namun hasilnya… sepertinya justru dialah yang sedang dikejar? Pada transmigrasi kedua, begitu membuka mata, ia menjadi orang tanpa identitas resmi, tak punya uang sepeser pun, dan terdampar di sebuah pulau terpencil. Secara kebetulan ia mendengar gosip. Detik sebelumnya seseorang hendak melompat ke laut, detik berikutnya orang itu menariknya dan memintanya menjadi pengganti seorang aktor pemenang penghargaan, dengan janji uangnya akan dibagi dua. Saat ditanya namanya, ia menjawab, “Gu Leqing.” Orang aneh itu berseru, “Wah, cepat tanggap juga. Belum mulai sudah berakting. Pertahankan!” Gu Leqing yang memang benar-benar bernama itu: ? Di acara reality show percintaan, para tamu lain memandangnya seolah melihat hantu. Ia tersenyum polos tanpa berbahaya. “Halo semuanya, namaku Gu Leqing. ‘Gu’ seperti marga Gu yang terkenal, ‘Le’ berarti bahagia, dan ‘Qing’ seperti air jernih.” Ia memiringkan kepala dengan ekspresi lugu. “Ada masalah?” Semua orang: Benar-benar bunga teratai putih… Komentar warganet: 【Palsu! Walaupun wajahmu mirip kakak kami, kamu tetap bukan kakak kami yang baik dan imut!】 【Kakak kami paling baik sedunia.】 【Dasar hasil operasi plastik! Presiden Mu pasti akan langsung memboikotmu.】 Gu Leqing menatap komentar-komentar itu dan tersenyum polos: Berlomba soal kebaikan? Siapa yang bisa mengalahkanku, sang aktor “teratai putih”? Saat Gu Leqing mengira semua orang di dunia ini hanya menganggapnya sebagai pengganti Aktor Gu, seorang tamu misterius muncul dan menunjukkan niat baik. Tepat ketika ia mengira orang itu pengecualian… Presiden Mu yang dingin dan pendiam itu menyerahkan sebuah kontrak dan berkata dengan suara tanpa emosi, “Tandatangani. Aku ingin kau menjadi pengganti kekasihku.” Gu Leqing: …… Panduan Membaca Di awal cerita, sang gong (tokoh atas) dapat mendengar suara hati sang shou (tokoh bawah). Di bagian akhir, sang shou dapat melihat “tokoh kecil” dalam hati sang gong beraksi. Tag: Sistem, Transmigrasi ke dalam Novel, Siaran Langsung, Komedi Absurd, Pengganti, Penebusan.

PearLyin · LGBT+
Related Reviews
Related Questions
What do the words 'gubug makan mang engking pondok cabe' mean?
1 answer
2025-11-14 23:50
I have no idea what those words mean. They seem quite unfamiliar and might be a very specific or local term.
Related Topics
More
New Arrivals
Popular Searches