webnovel

sedikit keseruan

Related Stories
Cinta Rahasia yang Sempurna: Istri Baru yang Buruk itu Sedikit Manis
Author: Jiong Jiong You Yao
Ongoing · 17M Views
Synopsis
Seberapa buruk selera Si Ye Han? Dia masih menginginkanku yang terlihat seperti ini? Beranjak bangun, Ye Wan Wan melihat pantulannya pada cermin: rambut palsu eksplosif, tato, dan riasan wajah seperti iblis. Siapapun dengan penglihatan normal akan terbakar jika mereka memandangnya lebih dari sedetik. Sebelum Ye Wan Wan terlahir kembali, ia jatuh cinta dengan lelaki yang berbeda, sehingga semua yang dia ingin lakukan hanyalah melarikan diri dari Si Ye Han dan sangat membencinya setelah terbelenggu olehnya. Setelah ia terlahir kembali, Ye Wan Wan melihat perubahan pada Si Ye Han, berpikir bahwa mungkin SI Ye Han sudah berubah menjadi lebih baik? Dulu, pikirannya begitu kacau balau. Ye Wan Wan melepaskan sosok suami yang mengagumkan, disakiti oleh baj*ngan dan pengkhianat lalu terlebih lagi, telah dicuci pikirannya oleh teman yang paling dipercayainya. Pada akhirnya, dia benar-benar sendirian. Di kehidupannya sekarang, terdapat beberapa orang jahat yang begitu licik dan begitu semangat menunggu kehancurannya. Maaf, tetapi gadis ini tidak akan terjatuh dalam tipuan yang serupa untuk kedua kalinya!
Table of Contents
More

Andai Takdir Sedikit Mengalah

Sore itu hujan turun dengan derasnya, entah berapa lama aku sudah menunggu di emperan toko. Perasaan bosan mulai datang menerpa, "Eh....." desahku. "Sampai kapan aku harus menunggu??", gumamku. Beberapa lama kemudian, orang yang aku tunggupun akhirnya datang. "Hai ...." sapanya. Senyum simpulnya terlintas di bibirnya. "Sudah lama menunggu y?" tanyaknya, "maaf tadi ada rapat guru kelas dengan wali murid, aku kira tidak berjalan lama, ternyata aku salah, ada beberapa wali murid yg protes tentang kebijakan kepala sekolah.... dst" dia terus saja bercerita tanpa henti tanpa aku gubris karena terlalu lelah menunggu dan sangat lapar. Entah apa yg dia bicarakan, tidak terlalu aku hiraukan. Melihat ekspresi yang nanar menatapnya akhirnya dia berhenti bercerita. Tiba-tiba dia memegang tanganku dan dengan lembut berkata "maaf y sayang, jangan marah, ayo aku traktir makan siang!", katanya sambil tersenyum manis. Akupun jadi tidak berdaya, kupandangi mata coklat kekasihku itu, ada rasa tenang di hatiku. Akhirnya hatiku luluh melihat senyum dan kata-kata manisnya. "Baiklah, aku maafkan, tapi lain kali kalau telat datang tolong SMS aku, jangan buat aku menunggu dan kawatir seperti ini" kataku. "Iya sayang, aku berjanji tidak akan membuatmu menunggu lagi". Jawabnya singkat. Kami pun pergi dari emperan toko itu menuju warung makan terdekat, hujanpun sudah reda sehingga kami tidak perlu menggunakan jas hujan yg sedari tadi sudah dia siapkan. ************** Namaku Nita, usiaku 27 tahun, usia yang sudah layak untuk menikah. Teman - temanku sudah menikah semua, tapi aku sampai usia 27 tahun belum kunjung mendapat jodoh. Hatiku mulai gelisah dan galau, belum lagi pertanyaan dari keluarga, teman dan handai tolan yang selalu bertanyak "Kapan nikah.....?" itu sering membuat Stress. Hingga suatu hari aku bertemu dengan Herri. Herri seorang guru SMP, secara finansial Herri sudah mapan, dan sudah layak untuk berumahtangga. Dia memiliki segalanya tapi entah kenapa dia belum mau menikah. Usia Herri 28 tahun, tampan dan sangat baik hati. Awal kami bertemu di kampus tempatku bekerja. Herri hendak melanjutkan kuliahnya kejenjang yang lebih tinggi yakni S2. Ketika hendak pulang, secara kebetulan kami bertemu di tempat parkir dan mungkin ini yang namanya jodoh, aku kesulitan mengeluarkan motor dari tempat parkir dan Herri datang menolongku. Dari sanalah perkenalan kami bermula, dari awalnya cuma teman, kemudian teman curhat, sahabat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih. Hari - hari kami lewati dengan tawa canda, kesal, marah, cemburu dan segala perasaan yang biasa di alami oleh sepasang kekasih. Hubungan kami berjalan mulus dan baik - baik saja, aku memperkenalkannya dengan orang tua dan keluargaku, begitu juga dia, dia memperkenalkanku dengan kedua orang tua dan keluarganya. Semua berjalan lancar, hubungan kamipun semakin serius, rencana pernikahan pun sudah mulai sering di bahas. Disetiap doaku selalu ada namanya, semoga Allah menjodohkan kami, mempersatukan kami dalam bahtera rumah tangga. Bulan - bulan berlalu, kata orang, setiap pasangan yang hendak menikah selalu ada cobaan, tidak terkecuali hubunganku dengan Herri. Satu persatu cobaan mulai menerpa hubungan kami, akupun lebih sering meneteskan air mata bila bersama dari pada tertawa. Keyakinan ku akan cintanya mulai goyah dengan hadirnya perempuan lain di hatinya. Perempuan yang merupakan cinta pertamanya dan sampai saat ini belum bisa dia lupakan. Hatiku hancur, perih rasanya mengetahui laki-laki yang aku cintai dan hendak aku nikahi ternyata masih memendam rasa di hatinya untuk wanita lain. Setiap malam aku menangis, bingung untuk membuat keputusan. Haruskah aku melanjutkan rencana pernikahanku dengan Herri? atau aku harus mengakhirinya dengan segala konsekwensinya?

Warni_3016 · Teen
Related Reviews
Related Topics
More
New Arrivals

The Lord God and his little sweet bun sprinkled sugar again

Jiang Wanran was the most honorable little princess of the Jade Rabbit Clan. She did not understand feelings and was not familiar with the world. Because he was too weak, he was punished to go to the 21st century to experience a lifetime of tribulation. Just to temper her, who knew that when she returned to the clan, her personality was still the same as before. In a fit of anger, the Jade King sent her to the Master God for discipline. Who knew that Jiang Wanran would cry the moment she saw the Sovereign and even have nightmares for several days in a row. The Sovereign was both angry and frustrated. The little wife he had taken a fancy to was afraid of him, and she even had nightmares for several days. Hence, he pretended to be sick and asked Jiang Wanran to do a mission to save him, claiming that he did not want to die. Yun Chen: I came to this world for a walk. My life is only complete when I'm with you. Jiang Wanran: I have written many love words, each of which is about you. It's better to have you in my life. [Mission: Jiang Wanran cried her eyes out. She looked at the amnesiac general with a guilty conscience." I'm your unmarried wife. You can't bully me."] Later, he grabbed her fair neck and said in a cruel tone," Since Ranran lied to me, she has to lie to me for the rest of her life." The campus belle Jiang Wanran had a secret that no one knew. She had a crush on the famous Chen Yan and had put a lot of snacks on Chen Yan's table for more than a month. [Note: There are only three lifetimes when one descends to the mortal world to complete missions. The text only mentions two lifetimes.] The female lead was a pure white rabbit and the male lead was a big bad wolf. Shuangjie. Don't go in if you don't like it.

Li Xinian
· 10K Views
Popular Searches