webnovel

Secret Love for Secret Admirer

Tak pernah terpikirkan, apa yang menjadi kesukaanmu aku juga menyukainya. Tanpa sadar, aku selalu menuruti nasihat dan perintahmu. Lama-lama, aku tahu artinya bahwa itu semua hanyalah sebuah keinginan agar diakui untuk menjadi lebih dari seorang sahabatmu. Aku, sebagai pengagum rahasia, yang menyukaimu secara diam-diam. (Nadia Naraya) Rasa simpati dan sebuah ketertarikan biasa. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali melihatmu. Aku tak tahu sejak kapan rasa itu sedikit demi sedikit berubah menjadi rasa penasaran dan selalu ingin tahu tentangmu. Katakan saja, kalau ini adalah sebuah cinta rahasia untuk seorang pengagum rahasia. Lupakan perasaanmu darinya dan berbaliklah menyukaiku. (Fauzan Narendra) Nadia memendam perasaan pada sahabatnya - Agra - hampir selama enam semester terakhir sejak mereka bersahabat. Sayangnya, saat Nadia ingin mengungkapkan perasaannya, bertepatan dengan itu, Agra bercerita bahwa ia sudah memiliki kekasih. Nadia tidak bisa menghindar begitu mudah, karena ia terjebak di dalam satu proyek dengan Agra cukup lama. Inilah yang bisa dilakukan Nadia, mengagumi dalam diam. Saat Nadia sudah mencapai puncak kegalauannya, seorang laki-laki bernama Fauzan datang ke dalam hidupnya. Nadia pikir, ia baru pertama kali bertemu laki-laki ini. Namun, ternyata Fauzan sudah mengenalnya sejak dua tahun lalu. Fauzan muncul begitu saja saat Agra menghilang menangani proyek dosen selama beberapa bulan. Fauzan bilang bahwa ia menyukai Nadia. Lantas, apa yang akan Nadia lakukan selanjutnya? Cover by : Diarra_design Follow me on Instagram : @NurulAyuHapsary

N_Ayu_Hapsary · 都市
レビュー数が足りません
372 Chs

361. Cool Attitude

Ponsel Nadia masih berdering. Sedangkan Nadia hanya melihatnya saja. Tidak berani mengangkatnya sama sekali. Antara bingung dan ragu-ragu.

"Ada apa denganmu?" tanya Erick yang ada di samping Nadia. Membuat Nadia tercekat mendengarnya. Ia menoleh ke arah Erick yang sedang berbicara padanya.

"Ap...apa?" tanya Nadia pada Erick.

"Ponselmu sedang berdering. Apa kamu tidak akan mengangkatnya?" tanya Erick pada Nadia. Nadia hanya diam dan tidak segera menjawabnya. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa? Erick masih memperhatikannya.

"Apa itu Fauzan?" tanya Erick pada Nadia. Nadia kembali tercekat. Ia hanya melihat ke arah Erick tanpa menjawabnya. Kedua matanya melebar dengan mendengar ungkapan Erick itu.

"Kenapa kamu tidak mengangkatnya?" tanya Erick yang mengulangi kalimatnya. "Aku akan diam di sini. Tidak akan mengganggumu dan juga tidak berbicara. Apa kamu senang?" tanya Erick lagi. Nadia masih merasa sedikit canggung.

ロックされた章

webnovel.com で好きな作者や翻訳者を応援してください