-Jika kau bukan manusia yang mempunyai beribu kesabaran, apa kau memiliki satu maaf untukku? Untuk wanita yang kau bilang tidak tahu diri ini.- -Luna.
Satu minggu kemudian...
Aku sedang sibuk menyajikan makan malam meskipun aku tahu Kevin tak akan memakan masakanku. Semenjak kejadian malam itu, ia tidak pernah makan di apartemen dan ia sering pulang larut malam bahkan kami sudah tidak tidur satu kamar lagi. Kevin lebih memilih tidur di ruangan kerjanya. Semenjak malam itu pula Kevin berubah menjadi lebih dingin dan terkadang ia kembali mengasariku dengan tangannya.
Dukung penulis dan penerjemah favorit Anda di webnovel.com