webnovel

Farmakologi Cinta

Dikisahkan dua remaja SMA yang bersahabat. Danu yang tampan, pendiam, dan pintar, bersahabat dengan Pradita si cewek tomboy, tapi punya daya tarik tersendiri. Gara-gara kalah balapan, Pradita dihukum harus menjadi pacarnya Bara selama seminggu. Wah, beneran gak tuh pacarannya? Menurut para cewek-cewek, Bara itu adalah cowok tercakep dan terkeren seantero sekolah farmasi. Udah cakep, keren, tajir, model, pinter lagi. Aaah, sempurna banget sih? Gak juga. Bara juga punya kekurangan. Ia memiliki masa lalu yang tidak akan ia ceritakan pada siapa pun selain ... Pradita. Well, Danu tidak bisa tinggal diam melihat sahabatnya terjerat cinta pada cowok menyebalkan seperti Bara. Danu terus menerus mencari-cari kesalahan Bara hingga membuat Pradita jadi kesal. Padahal Danu sendiri sudah berpacaran dengan Arini, si gadis cantik manis seperti gulali. Pradita dan Danu jadi bermusuhan. Belum lagi, Pradita menjadi rebutan para laki-laki di sekolah. Jadi, sebenarnya Danu itu sayangnya sama Arini atau Pradita ya? Lalu, apa Bara sebenarnya sayang sama Pradita atau semua ini hanya sekedar permainan? Setelah lulus SMA, mereka semua berpisah dan menjalani hidup masing-masing. Suatu hari mereka saling bertemu kembali. Siapa sangka jika Pradita si gadis preman bisa berubah menjadi wanita yang anggun dan cantik jelita? Tidakkah Danu merasa menyesal karena sempat bermusuhan dengan Pradita? Akankah Danu mencoba untuk menyatakan perasaannya yang sebenarnya pada Pradita? Siapakah pria yang akan berhasil mendapatkan hati Pradita? Temukan kisah mereka hanya di Webnovel. PERHATIAN! Buku ini mengandung konten dewasa. Harap yang masih di bawah umur untuk tidak membaca buku ini. Bijaksanalah sebelum memilih bacaan Anda. Terima kasih. Silakan follow IG saya: santi_sunz9

Santi_Sunz · Masa Muda
Peringkat tidak cukup
405 Chs

256. Mantan Terindah

Senyum lebar merekah di bibir Tia. "Gua bakalan selalu nunggu hari itu terjadi."

Bara terkekeh lagi. "Saat ini, kita temenan aja ya, Tia. Is it okay?"

"Okay." Tia mengangguk sambil tersenyum.

"Ya udah. Gua beneran cabut sekarang ya. Bye, Tia."

"Bye, Bara."

Tia mengantarkan Bara menuju ke depan pintu. Saat pintunya terbuka, Ken sudah berdiri di depan sana. Ia tampak terkejut melihat Bara.

"Hai, Ken," sapa Bara.

Ken adalah pria bertubuh tinggi, sama seperti Bara. Wajahnya oriental dengan kulit yang putih bersih dan mata yang sipit. Ia mengenakan kacamata berbentuk oval yang pas di wajahnya.

"Dari tadi lu di sini, Bar?" tanya Ken yang sambil melihat ke arah Bara dan Tia secara bergantian. Ia membelalak saat melihat Tia yang hanya berbalut daster tipis tanpa bra yang melindungi dadanya.

"Iya." Bara mengangguk. "Gua nemenin si Tia tadi. Uhm, gua mau cabut sekarang. Lu berdua beresin deh urusan kalian. Oke? Bye."

Bab Terkunci

Dukung penulis dan penerjemah favorit Anda di webnovel.com