Kupikir akan disodori dengan seamplop uang dan dilarang untuk berteman dengan Jiro. Hahaha, sepertinya aku terlalu banyak membaca komik.
Saat suapan pertama masuk ke dalam mulut, tanpa sadar pujian untuk mamanya segera keluar dari bibirku. Rasa lezat yang tidak bisa kutahan, enak sekali! Mendengar pujian dariku, mamanya tertawa hingga membuatku merasa malu.
"Hahaha, kamu ini anak yang jujur ya. Terima kasih ya," ujar mama Jiro.
"Sama-sama, Tante," sahutku sembari menahan malu.
"Ya sudah, kalian nikmati saja dulu ya. Tante siapkan makan malam dulu." Kini kami tinggal berdua di ruang tamu yang begitu besar. Wah, ternyata Jiro sekaya ini.
Saat kami tinggal berdua saja, aku menanyakan mengenai asisten rumah tangga di rumah ini. Kupikir tidak ada, tetapi mereka tidak muncul karena memang mamanya ingin melayaniku sendiri. Wah, sungguh aku merasa terhormat.
Soutenez vos auteurs et traducteurs préférés dans webnovel.com