Pagi sudah datang kembali, namun kehangatan pagi ini tidak seperti hari-hari sebelumnya.
Senyum seorang ayah yang biasanya menghiasi pagi Lala dan Santi seketika hilang.
Pagi-pagi tadi ayah dan ibu mereka sudah berangkat ke rumah sakit yang ada dikota. Lala dan Santi yang semula ingin ikut mengantar ayahnya berobat memilih untuk menunggu dirumah saja, mengingat biaya yang harus dikeluarkan jika mereka ikut ke kota.
Tidak seperti biasanya, pagi ini cuaca mendung seakan alam pun ikut merasakan sedih yang mereka alami saat ini.
Doa seakan tak pernah henti dari bibir Lala maupun adiknya Santi. Bagaimana tidak sosok ayah yang mereka cintai sedang terbaring lemah menahan rasa sakitnya.
Tidak ada canda maupun tawa yang terdengar hari ini. Baik Lala maupun Santi seakan enggan untuk memulai percakapan.
Hari sudah mulai sore, namun belum ada tanda-tanda ayah dan ibu mereka pulang.
Hingga ketika menjelang magrib yang mereka tunggu-tunggu pun akhirnya datang.
Lala dan Santi bergegas membantu ibu mereka.
Setelah Ibu mengantarkan ayah ke kamar ibu pun membersihkan diri dan bersiap untuk sholat Maghrib bersama kedua putrinya.
Tidak ada percakapan sedikitpun diantara mereka. Sampai saat ibu keluar dari kamar karena baru saja memberi ayah mereka makan dan minum obat
"Bu gimana kondisi bapak?bapak baik-baik saja kan?" tanya Lala memulai percakapan
"Ya,bapak baik-baik saja" jawab ibu
"adek khawatir sama bapak bu"ujar Santi
"adek sama kakak berdoa aja ya, minta sama Allah agar bapak cepat sembuh" jawab ibu menghibur anaknya
Hari ini terasa hampa, jika biasanya ada ayah mereka yang selalu menghibur mereka dengan candaannya namun malam ini berbeda.
Malam ini terasa sangat sepi dan dingin.
"Yaudah kakak sama adek masuk ke kamar sana, ibu juga mau istirahat dulu" titah ibu pada kedua putrinya itu
Dikamar Lala dan Santi disibukkan oleh pikiran mereka masing-masing, Santi yang sibuk melihat foto keluarga yang terpajang di kamar mereka sementara Lala yang memilih menulis dibuku diary miliknya.