webnovel

Perasaan Lain

Author: Madam_Ju35
Teen
Ongoing · 4.2K Views
  • 5 Chs
    Content
  • ratings
  • N/A
    SUPPORT
Synopsis

Maria kehilangan kasih sayang seorang ibu. Sejak sang ayah memilih untuk mengadopsi anak dari mendiang mantan pacarnya dulu. Pratama. Maria sempat membenci Pratama hingga ia memiliki teman yang senasib. Rian dan Reni. Dua kembar yang ditinggal pergi, karena ayah mereka yang seorang satpam di sebuah perusahaan. Mereka berempat pun menjadi saudara tak terpisahkan. Dengan Maria sebagai anak bungsu. Karena, satu-satunya anak yang lahir satu tahun setelah ketiga kakak angkatnya menghirup udara di dunia. "Maria ke mana?" tanya Reni dengan nada sendu. "Ayo, Ren!" Rian menarik kembarannya untuk segera naik ke pesawat. "Yah!" panggil Tama pada kedua pria paruh baya yang memandang kepergian pesawat yang dinaiki Rian dan Reni. "Tama berangkat!" Tama menyalimi dan memeluk kedua pria itu. Kemudian ia melangkah ke dalam untuk check in. Dirinya merasa sedih dengan keadaan yang ada.

Chapter 1Prolog

Suara tepukan tangan orang-orang menggema dalam ruangan. Mereka memuji keberhasilan seseorang yang tengah berdiri di atas panggung.

"Selamat Maria!" ucap salah satu host yang membacakan reward penghargaan aktris terbaik.

"Terima kasih."

"Selamat Mar!" ucap yang lain.

"Makasih."

"Silahkan!" ucap mereka sambil memberi jalan Maria untuk naik ke atas podium.

Maria pun dengan senang hati naik ke sana. Ia mulai berpidato dan mengucapkan ribuan terima kasih. Senyumnya mengembang sempurna hingga ... dirinya melihat kearah 3 orang yang tengah duduk di meja yang sama.

"Terima kasih semua!" Maria langsung memberi hormat dan tersenyum manis.

xxxx

Acara berakhir dengan meriah. Hampir semua dari mereka bahagia. Dan tak bisa dipungkiri. Ada juga yang merasa kecewa, karena tak berhasil memenangkan nominasi award kali ini.

"Selamat Maria!" ucap seorang pria pada Maria sambil mengulurkan tangannya.

"Terima kasih. Dan terima kasih juga atas sponsornya hari ini. Berkat pakaian dari anda, banyak orang yang memuji saya hari ini." Maria menjabat sebentar tangan pria di depannya.

Pria itu sedikit terkejut dengan jawaban Maria. Namun ia menyadari akan keadaan. Kalian perjamuan resmi.

"Tidak - tidak! Ini karena anda memang cantik. Makanya pakaiannya tampak bagus."

"Terima kasih."

"Maria!" panggil seorang perempuan. Maria langsung menoleh. "Selamat ya!"

"Terimakasih." Maria meraih bunga yang disodorkan perempuan itu. Disebelahnya seorang pria yang amat mirip dengan perempuan itu berdiri tegap.

"Selamat ya!" ucap pria itu sambil tersenyum hangat.

"Sama-sama."

"Ng?" Seorang perempuan mendekat dan berdiri di sebelah Maria. "Malam Pak Rian! Malam Bu Reni!"

"Malam!" jawab keduanya serentak.

"Malam Pak Tama!"

"Malam!" jawab Tama.

"Saya Sabrina manajer dua Maria." Perempuan itu membagikan kartu namanya. "Mohon bantuan untuk kedepannya dan maaf, kami harus pergi sekarang. Kalau tidak besok akan telat untuk syuting di Bali."

"Oh! Iya silahkan!"

"Permisi!" ucap Maria sungkan. Ia lalu pergi meninggalkan ketiga orang yang menatap sendu kepergiannya.

"Dia masih marah?" tanya Reni. "Wajar sih. Kita yang ninggalin dia selama sembilan tahun ini."

You May Also Like

Benar-Benar Cinta

Brak! "Aduh, sorry gue nggak sengaja" ucap Clara sambil meringis karena jatuh. Clara bangkit dari jatuhnya, lalu ia melihat Siapa yang sudah ditabraknya. Betapa terkejutnya ia saat tahu jika yang ditabraknya itu adalah ketua Most Wanted sekolah, sungguh ia sama sekali tidak menyadari jika saat ini dirinya sudah menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi di tempat itu. Semua orang memandangnya kasihan, tentu karena ia sudah mencari masalah dengan ketua Most Wanted sekolah itu. "Astaga, mati gue. Kenapa harus dia sih yang ketabrak, duh pasti panjang nih masalahnya," batin Clara merasa bodoh dan menyesal. Orang yang ditabrak oleh Clara menatap gadis itu dengan tajam, wajahnya terlihat kesal dan marah pada Clara. "Lu punya mata kan? Gunain dong kalau jalan," tukas Alex dengan sinis. Clara menatap heran dengan alis yang sedikit terangkat, padahal dia sudah meminta maaf tadi tapi sepertinya Alex tetap kesal pada dirinya. "Dih, maaf aja nih ya. Dimana-mana jalan tuh pakai kaki bukannya pakai mata," balas Clara dengan santainya. Alex merasa semakin kesal dengan jawaban Clara yang sangat berani itu, akhirnya Alex pun langsung membentak Clara dengan wajah tidak bersahabat. "Lo berani sama gue!" gertak Alex dengan tajam. Mendengar hal itu Clara langsung menampilkan seringainya, lalu ia balik bertanya pada Alex tanpa ragu. "Kenapa harus takut? Memangnya lo siapa?" balas Clara tanpa takut. "Asli, berani banget lo nantang gue," gumam Alex dengan seringainya. Clara menatap Alex dengan heran, padahal ia sama sekali tidak menantang pria itu. Tapi sepertinya Alex salah paham dengan maksud Clara, dan terlihat semakin kesal karenanya. Tapi itu bukan masalah untuk seorang Clara, karena ia pun bisa membalas kesombongan pria itu. "Denger ya, sekaya apapun lo sama sekali tidak berarti buat gue. Dan gue nggak akan pernah takut sama orang kayak lo, pahamkan?" tantang Clara langsung pada Alex. The boys yang Mendengar hal itu merasa terkejut, tidak biasanya ada orang yang berani melawan ketua mereka dan sepertinya cewek akan itu membawa hal baru untuk mereka, the boys pun menyeringai menatap Clara. "Menarik," batin Alex berkata. "Dah lah, ganggu waktu gue aja. Awas gue mau lewat!" usir Clara pada Alex. Lalu, bagaimana kisah mereka selengkapnya? (⚠️ Mengandung beberapa part 21+)

SAChan_ · Teen
5.0
275 Chs

ratings

  • Overall Rate
  • Writing Quality
  • Updating Stability
  • Story Development
  • Character Design
  • world background
Reviews
WoW! You would be the first reviewer if you leave your reviews right now!

SUPPORT