webnovel

Menikahi Barista Ganteng

Cielo William adalah seorang gadis yang cantik dan bergelimang harta. Hidupnya tampak begitu sempurna karena di usianya yang matang, ia sukses menjalankan bisnis Hotel Poseidon milik ayahnya dan ia pun memiliki seorang kekasih yang tampan, serta kaya raya. Justin Sugiatno, kekasih Cielo yang sempurna dan ia sangat tergila-gila pada pria itu hingga orang tua mereka pun setuju untuk menjodohkan mereka. Awalnya kisah cinta mereka berjalan baik hingga akhirnya Cielo bertemu dengan seorang pria yang menyebalkan. Graciello Andreas, seorang karyawan di Hotel Poseidon, telah membuat perasaan Cielo jungkir balik. Setiap kali mereka bertemu, selalu saja terjadi masalah dan Cielo sangat kesal pada pria itu. Cielo dan Justin akan segera bertunangan, tapi sesuatu terjadi. Justin mabuk, dan pria itu nyaris menodai Cielo. Graciello pun datang untuk menolongnya. Semenjak kejadian itu, Cielo pun tidak ingin melanjutkan hubungannya dengan Justin, tapi ia terlalu takut untuk mengakuinya pada orang tuanya. Terpaksa, Cielo melakukan kawin kontrak dengan Graciello supaya orang tua Cielo percaya dan menjauhkan Justin dari hidupnya. Demi setumpuk uang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang barista, Graciello pun setuju melakukan kawin kontrak tersebut. Apa yang akan terjadi jika kucing dan anjing disatukan dalam satu ranjang yang sama? Ikuti kisah perjalanan cinta Cielo. Hanya di Webnovel. PS: Buku ini adalah sekuel dari buku Terima Aku Apa Adanya.

Santi_Sunz · Urban
Not enough ratings
402 Chs

181. Pagi Yang Menggairahkan

Cielo menggeser-geser layar dengan cepat dan mengklik-klik sesuatu dengan telunjuknya. Setelah itu, layar ponsel menjadi gelap. Ia menaruh ponsel itu di nakas.

Cielo menggeser tubuhnya dan kemudian posisinya menjadi tidur. Ia pun mengarahkan wajahnya pada Ello dan tersenyum.

"Kamu sepertinya terlihat sedih," ujar Cielo.

"Ya, aku sedih karena kita tidak jadi bercinta." Ello memberengut.

Cielo malah terkekeh. Sepertinya wajahnya lucu sekali. "Jadi, bagaimana? Apa kamu mau melakukannya sendiri di kamar mandi? Eh, apa kamu sudah melakukannya tadi?"

"Hah? Apa maksudmu?" tanya Ello bingung.

"Kan biasanya begitu. Setiap malam kalau kamu bergairah, kamu suka melakukannya sendiri di kamar mandi. Aku pernah mendengarnya waktu itu. Kamu mendesah-desah sendiri di kamar mandi. Apa lagi yang kamu lakukan kalau bukan bersolo karir?"

Ello terkesiap. "Ya ampun, Cielo! Kamu menguping?!"

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com