" tetapi aku memang lagi banyak pekerjaan sayaang" kilah Kevin sambil memainkan penanya diujung telfon sambil tersenyum penuh arti bahwa dia akan memberikan kejutan di hari kelulusan gadis yang amat dia cintai itu.
"mmm vin, aku boleh nggak melihat keadaan kawanku yang lagi sakit itu" tanya Naumi agak sedikit ragu.
"Boleh asal kamu menjawab beberapa pertanyaan dariku" ucap Kevin
"kamu mau nanya apa, in syaa Allah pasti ku jawab asal pertanyaannya memang bisa untuk aku jawab" kata Naumi
"apa hubungan mu dengannya" tanya Kevin
"dia temanku dari SMP dan dulu kami pernah dekat sebagai pasangan cinta monyet" Naumi menjawab dengan polosnya
Mmmm gadis ini ternyata tidak suka berbohong gumam Kevin dalam hati
"Apa dia lebih tampan dariku" tanya Kevin
"ugh pertanyaan apa ini jelas aja kamu lebih tampan Kevin dan aku menjawab dengan subjektif tetapi dia juga punya beberapa kelebihan yang kamu tidak punya" jawab Naumi sambil menggoda Kevin
"apa kamu masih mencintainya" pertanyaan ketiga meluncur dari sang CEO yang lagi kasmaran dan sedikit cemburu itu
"kamu ini kenapa sih? Kok kayak anak kecil, jujurya vin, sebelum kamu datang aku sempat memikirkan hal yang barusan kamu tanyakan itu, tetapi pertanyaan itu sudah terjawab dengan aku menerima mu jadi pacarku" jawab Naumi membuat Kevin jadi bingung
"ooh gitu ya, lalu kenapa kamu nggak kembali sama dia setelah memikirkan pertanyaan tadi ada dikepalamu" tanya kevin
"ok jika kamu mau aku kembali sama elang aku akan kembali padanya" jawab Naumi kesal lalu mamatikan hpnya dengan penuh rasa jengkel.
Sementara di ujung telfon sana sang CEO terdiam tak bereaksi karena barusan gadisnya sudah memutuskan sambungan telfon genggam dengan mendadak. Hal ini membuat singa liar ini bertambah gila dan sudah pasti yang akan menjadi sasarannya adalah rudi ya siapa lagi kalau bukan sekretaris yang selalu setia untuk menjadi tumabal kekesalan sang majikan.
"rudi cepat kesini" Kevin memanggil dengan nada sangat tinggi sampai sampai karyawan yang ada di luar bisa mendengar jika singa liar sedang bersiap untuk mencabik mangsanya.
"ada apa boss" Tanya rudi bingung karena yang dia tau tadi tuannya sedang menelfon sambil senyam senyum tapi kenapa sekarang berubah lagi jadi singa hutan yang sangat buas, rudi menggerutu dalam hati, nasib nasib
"gadisku marah, hpnya mati dan jika sampai sore dia masih marah maka akan saya potong gaji semua karyawan 5 persen" ucap Kevin lalu merebahkan badannya di sofa seolah yang disampaikannya itu hanya sebuah instruksi yang mudah
"baik tuan" ucap rudi sambil berlalu keluar dari ruangan tuanya. Dalam hati rudi, Mengumpat tuannya 'dia yang berbuat salah aku yang dapat susah, emang dia ngomong apa sampai Naumi marah begitu, mmm pasti mulut raungan singanya tak sadar keluar buas sehingga pacarnya bisa marah.. Akhirnya ada juga yang berani menjinakkan singa liar hahahaha' rudi merasa senang juga paling tidak singa itu tau rasanya dimarahin
Rudi mencoba menelfon Naumi untuk membuktikan apa benar handphone nya tidak aktif dan setelah dihubungi beberapa kali ternyata memang benar kaluau hp Naumi tidak bisa untuk dihubungi.
Rudi mulai menelfon alya karena dia tau alya selalu mau Membantunya asal ada sedikit kompensasi untuk jajan nya yaa gadis itu walau sudah kaya tetap saja matre gak mau membantu jika tak ada imbalannya.
Dasar... apa semua keluarga singa liar ini hanya bisa membuatku susah umpat rudi kembali.
"hallo alya saya mau minta tolong ini penting menyangkut nyawa ribuan karyawan MTL GROUP " ucap rudi lewat telfon
"Haaaa ada apa kak rudi, sepupuku kenapa? Apa dia sakit? Kenapa kau tidak menjaganya dengan baik, dasar sekretaris makan gaji buta awas jika terjadi sesuatu sama Kevin akan ku kuliti hidung mancung mu sampai pesek" alya bicara dalam keadaan panik
"hei nenek sihir dengar dulu jangan asal ngomong, pakai bilangin gue makan gaji buta, sepupulo itu mau memotong gaji semua karyawan hanya karena Naumi marah padanya dan mematikan hpnya dan sampai sekarang teman lo itu masih me-non-aktifkan hpnya" terang rudi berapi api
"ooo kirain apa" jawab alya santai
"apa... Lo gak punya hati ya" rudi semakin jengkel dengan jawaban alya dan kembali mengumpat dalam hatinya yaa Allah kenapa saya harus bertemu dengan singa betina sekarang
"ok ok gue bantu, lo mau apa?" tanya alya serius
"gue mau lo bujuk Naumi agar mengaktifkan hpnya secepat mungkin karena jika sampai sore nona Naumi masih marah habislah gaji kami semua" ucap rudi dengan penuh harap
"terus imbalan gue apa" tanya alya
"dasaaaar singa betina, emang dimata lo cuman ada duit ya" tanya rudi kesal
"tentu Karena ini bukan pekerjaan mudah bagi gue dan jika memang mudah kenapa bukan lo sendiri yang datang kesini" jawab alya tersenyum sinis
"ok apapun yang lo minta gue kasih" ucap rudi menyerah
"baiklah kak rudi yang tampaaan, aku akan ke rumah alya sekarang dan 5 persen gaji mu harus berpindah tangan ke rekening ku... Kwkwkw" alya merubah cara bicaranya
"huffff terserah deh yang penting gaji ribuan karyawan bisa selamat" ucap Kevin sambil menutup telfon nya
"dasar si rudi sangar... Gak tau trimakasih" umpat alya sambil menelfon Naumi namun hp Naumi ternyata memang tak bisa dihubungi.
Akhirnya alya mengambil mobilnya dan berangkat ke rumah alya.
Tak butuh waktu lama mobil alya sudah memasuki halaman rumah Naumi tetapi rumah itu kosong. Alya mengambil hpnya menelfon serly
"hallo al ada apa?" terdengar suara serly menjawab di ujung telfon
"hallo serly aku lagi di rumah Naumi tapi rumahnya kosong, apa kamu tau dia lagi dimana?" tanya alya
"oooh Naumi lagi di sawah bersama keluarganya emang ada apa al tumben kamu kerumah alya, apa itu sangat penting? " tanya serly
"kalau gak penting ngapain aku nyari dia sampai kesini ser bahkan ini gak cuma penting tapi juga menyangkut hidup mati orang banyak" jawab alya
"al, kamu bilang hidup mati orang banyak, emang sebanyak apa siiih? apa yang dilakukan Naumi sampai segitunya?" tanya serly tambah penasaran
"kamu beneran gak ngerti maksud ku ser, ini masalah ribuan karyawan ada tangan Naumi serly.. Please deh gue gak lagi bercanda" intonasi suara alya mulai tinggi menahan geram mendengar jawaban serly yang tidak serius.
"kalau gitu kamu datang aja ke sawah ya... Disana pasti ada Naumi" ucap serly sambil tersenyum sendiri mrmbayangkan jika alya kesawah apa yang terjadi yaaa hahahaha, serly ketawa sendiri membayangkan. Hal lucu menurut fersinya
dan didalam Hatinya 'waduuuh Kevin lo sekarang benar benar gila ya jatuh cinta sama gadis sawahan' bikin pusing.
Alya mulai bingung apa yang harus dilakukannya saat ini dan saat melihat pergelangan tangan ups.. Udah hampir jam 3 sore.
Naumi sedikit berlari dari sawah menuju rumah mengingat pesan ibu di sawah tadi jika alya mencarinya ternyata serly menelfon ibu aisah karena nomor Naumi tak bisa dihubungi dan parahnya ibu aisah mengatakan jika Naumi tidak cepet bertindak maka ribuan karyawan akan dipecat... Tuuuh kann jika pesan dimana mana selalu bisa bertambah tapi coba pesan uang bisa-bisa berkurang hehehe
Naumi mengambil nafas dan melihat alya asik main hp ditangannya sambil menunggu bonusnya datang ehh Naumi maksudnya
"assalamualaikum alya ada apa sih kok kayak nya seisi dunia bakal kiamat gara-gara aku" ucap Naumi masih ngos-ngosan habis berlari
"wa'alaykumussalam maaf Naumi tolong aktifkan dulu handphone mu baru aku cerita
Tak lama handphone pun langsung berbunyi
Tiritutat-tutat
Tiritutat-tutat
" assalamu'alaykum hallo "Naumi mengangkat Telfon