webnovel
#ROMANCE
#COMEDY

Gadis Bayaran Untuk Tuan Muda

Pilihan Cerdas! Mari tumbuh bersama novel ini! Ngakak, Heppy, Terinspirasi \^^/ *** Tak terbayangkan oleh Laras akan berurusan dengan Leandra Basileus Bazan, salah satu mahasiswa paling populer di kampus, dingin, angkuh, tak terkendali. Setiap gosip hangat membisikan namanya, dan membuat siapapun gemetar berharap jadi kekasihnya. Dia dikenal playboy sekaligus bad boy, akan tetapi kontur wajahnya yang sempurna dan kekayaan yang melekat padanya menjadikan seluruh plakat negatif terbang layaknya angin lalu. Pemuda yang membuat iri pemuda lain. Pemuda yang menghancurkan hati para gadis tanpa rasa bersalah. Kecuali satu nama yang untuk pertama kalinya disebut Leandra dihadapan pemimpin keluarga Bazan. Siapa sangka, suatu hari ketika Laras meletakkan sepatu jogging Leandra tepat dibawah ranjang sesuai petuah buku kuning sialan! Pemuda yang tak pernah bangun pagi itu menangkap pergelangan tangannya. Sejalan kemudian membanting tubuhnya ke atas ranjang “Dari pada kau bertele-tele dengan teori Mr. Duhigg, kenapa kau tak fokus pada bab awal saja” Leandra membicarakan buku kuning yang dipelajari Laras tiap saat “Aku lebih suka ide spektakuler Hopkins. Mengubah kebiasaan menggosok gigi 65 persen penduduk Amerika bahkan seluruh dunia. Rasa segar dimulut!” Leandra menyeringai, mengunci kaki dan kedua pergelangan tangan Laras “Lepaskan aku!” Gertak Laras, menyadari makna ungkapan gila Leandra. Gadis ini berusaha membebaskan diri. Memukul bahkan mendorong tubuh Leandra. Sampai titik dimana Laras kewalahan. Dia berinisiatif menarik kakinya. Menendang kejantanan itu menggunakan tempurung lutut. Leandra tak kuasa menahan rasa ngilu. Jatuh kelantai. Berguling kesakitan. Serta merta Laras menyambar guling memukuli Leandra, menghancurkan ide liarnya. “Kau bisa menaklukkan gadis lain diluar sana! Tapi jangan sekali-kali mengharapkanku! CAMKAN ITU!” Laras membanting pintu mengakhiri kejadian konyol pagi ini. Apa yang akan terjadi pada Laras berikutnya? Nikmati kisah Laras Leandra dan teman-teman kampus mereka dalam 'Gadis Bayaran Untuk Tuan Muda’ . . ******************* IG bluehadyan Hallo sahabat \^.^/ Let's grow together! | Selamat datang di novel saya. Masukkan library secepatnya!^^ jangan sampai ketinggalan update terbaru novel genre komedi cerdas yang sebelumnya berjudul: Laras, Kamu Sangat Cantik! Ini buku ke-2 saya, saya harap Anda menyukainya. Mungkin judulnya terlihat lucu, tapi ya, saya tahu teman-teman paham gaya menulis saya Saya akan melakukan yang terbaik untuk menjadikan cerita ini perjalanan yang indah. Dan saya akan membawa anda pada petualangan menyenangkan, tak terlupakan. Kisah ringan penuh kelembutan dan cinta ~ Dewi Setyaningrat ~ *******************

dewisetyaningrat · Teen
Not enough ratings
23 Chs
#ROMANCE
#COMEDY

Filosofi Pohon Pisang

"Selaras apakah kita sudah masuk pedesaan?" Giliran Leandra yang bertanya, setelah mengamati jalanan di depan terlihat lenggang dan sedikit menyempit, pada sisi kanan dan kiri tampak rumah mulai berjarak. Kadang ada rumah kadang berupa tanah kosong berisi tumbuhan.

Suasananya pun sedikit unik, di depan pintu gerbang atau jalan memasuki pelataran halaman rumah. Pasti terdapat bambu yang melengkung lalu janur dipasang seperti rambut yang menjuntai ke bawah. Untuk beberapa rumah yang lebih modern janur itu berubah menjadi kain warna-warni yang menjuntai masih melengkung di pintu gerbang masing-masing rumah.

Anehnya kadang pada lengkungan janur tersebut terdapat tandan pisang yang terikat kadang disisi kanan atau kiri. Belum lagi lampu yang menghiasi setiap rumah kelap-kelip menawan pandangan mata.

Bukan hanya Leandra yang tercengang sepertinya makhluk-makhluk diam di kursi belakang juga larut dalam pengamatan budaya unik yang baru pertama kali mereka lihat.

"mengapa di setiap gerbang gang selalu diberi hiasan berupa janur dan pohon pisang?" Nana tidak tahan atas rasa penasarannya.

"Em.. kalian baru lihat ini pertama kali?" pertanyaan Selaras dijawab dengan anggukan oleh mereka yang masih larut dalam idiosinkratis[1] suasana menyambut Ramadan versi kota kecil bernama Trenggalek.

"Bagi kami, dalam fallsafah Jawa, Janur bermakna sejane ning Nur 'Harapan pada Nur Ilahi' dan kuning berarti kalbu kang wening 'hati yang bening/bersih'. Janur kuning yang menjadi gerbang masuk tiap halaman rumah bisa dimaknai sebagai niat dari hati yang bersih untuk siapa pun yang akan bertamu. Termasuk harapan datangnya tamu istimewa mereka di malam-tertentu yaitu malam ketika para malaikat turun terutama malaikat jibril dengan izin Tuhan akan mengatur segala urusan. Dari situlah masyarakat kami dengan budaya asimilasi lokalnya berhajat salah satu tamunya adalah bagian dari urusan Jibril di malam spesial, begitulah cara kami memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa." Jelas Laras panjang lebar.

"Jadi ini semacam peleburan antara budaya dan agama? Begitu ya..," Martin ikut penasaran.

"Sepertinya begitu," malah Nana yang menjawab.

"Lalu apa filosofi pohon pisang?" Leandra memelankan mobilnya dia turut merunduk ikut mengamati rumah-rumah warga yang dia lalui pada kanan kiri sisi jalan.

"filosofi pohon pisang Raja lebih tepatnya, memang sebenarnya hanya ada satu jenis pisang yang digunakan," jelas Laras.

"Oh, mirip tradisi pernikahan Jawa" ini suara Rio yang dari tadi diam.

"Benar, pisang raja dipilih sebagai simbol doa terkait kemakmuran dan keluhuran seperti raja dan ratu selain itu juga merupakan lambang terang ke arah kebahagiaan atau Ngudi ambabar tuwuh."

"Hah? Apa itu? Aku juga keturunan Arab Jawa, hehe tapi Jawa Surabaya, tidak tahu bahasa apa itu?" Nana kian penasaran.

"Itu artinya terpilih dan terpuji dalam meraih kesejahteraan sandang, pangan dan papan (busana, beksana lan sasana). Bisa memenuhi kebutuhan busana, beksana dan sasana adalah syarat mutlak bagi orang jawa untuk dikatakan sebagai masyarakat makmur sejahtera, semacam itu deh" senyum Selaras menutup penjelasan dam mampu menyuguhkan wajah-wajah terpukau.

Diskusi mereka berlanjut ke hal-hal yang lebih kritis, Nana dan Martin saling menimpali, dua orang ini bicara tidak ada hentinya saling bertukar pikiran dalam ruang diskusi yang tak terjamah oleh yang lain.

"Jangan terkejut" lirih Leandra melihat ekspresi Selaras termenung mendengar pembahasan mahasiswa kedokteran vs mahasiswa psikologi yang dapat di kategorikan cukup berat.

"Dua orang itu emang begitu" lanjut Leandra.

"Seperti adu argumen?"

"Kadang mereka berdebat, tapi tidak ada lima menit baikkan lagi, kayak tidak ada apa apa dan tidak terjadi apa apa. Melerai adalah kegabutan[2] tak berarti" Selaras tersenyum mendengar ucapan Leandra, dan pemuda ini nyengir melihat raut wajah mencair Laras.

.

.

"belok kiri ya..," pinta Selaras. Sejalan kemudian Leandra menyalakan lampu sen dan mobil mereka memasuki jalanan bukan aspal. Jalan kampung? Begitu benak Leandra memperkirakannya, sebab dia harus berbagi tempat dan saling menunggu ketika berpapasan dengan mobil lain.

Memang jalanan yang terlihat di depan mirip lantai cor hasil swadaya masyarakat. walaupun di sisi kanan dan kiri cukup lebar, mobil tidak bisa serta merta melaju dengan mudah sebab sisi tersebut berupa tanah liat.

Dalam upaya Leandra yang sedang berkonsentrasi mengemudi, Nana malah ribut ingin turun.

"Kau tidak lihat! Kalau kita berhenti mobil ini akan memakan separuh badan jalan" Jengkel Leandra.

"Ih, kenapa sih Leandra marah-marah? Aku cuma ingin foto nggak lama kok" Nana bahkan membalas Leandra dengan juluran lidah.

"Tidak apa-apa kita turun saja di depan dekat gang itu ya?" reda Selaras.

"Nggak masalah nich? Kalau aku di maki orang karena parkir sembarangan aku nggak mau tahu" tiap kata yang keluar dari mulut Leandra memang cenderung bikin hati panas. Patahan intonasinya sudah mirip pemeran pria antagonis.

Ini Trenggalek bukan Jakarta, tenang saja, mendekati magrib seperti ini jarang sekali ada mobil yang lewat." reda Selaras.

Dan benar, di luar sangat menakjubkan padahal tempat mereka berhenti saat ini di depan tanah kosong. Tapi hiasan di atas kepala mereka begitu indah. Leandra, Rio, Martin dan Nana yang baru keluar dari mobil serta merta menangkap panorama kerlap kerlip lampu yang menyala berpadu dengan bendera segitiga warna warni bergelantungan sepanjang mata memandang.

Hal yang paling mengesankan ialah tiap-tiap depan rumah terdapat lampion cantik yang bentuknya sesuai kreativitas sang pemilik rumah.

Nana menghambur berlarian di tengah jalan lenggang, dia meminta Rio mengambil foto dirinya, sengaja sekali Rio yang di pilih karena mahasiswa arsitektur ini punya hobi lain yakni fotografi. Tentu saja hasil bidikan Rio lebih dari memuaskan.

"Kau sedang apa?" pria berambut panjang itu menatap Selaras dengan alis menyatu.

"Perjalanan menuju rumahku butuh 30 menit, padahal tak lama lagi sudah masuk waktu berbuka" terang Laras dengan buah pisang dalam dekapannya, ternyata pemilik pita ceri pudar ini meminta mobil parkir dekat gang dikarenakan ada setandan buah pisang masak yang terpasang pada tiang Janur.

"Apakah ini tidak dikategorikan mencuri?" tentu saja Selaras turut mengerutkan keningnya. Kemudian gadis ini tertawa renyah, "tentu saja tidak, siapa pun boleh mengambilnya, memang sengaja dipasang buat para pengendara yang melintas. Bantu aku membawa lebih banyak!" pinta Selaras.

"kenapa kita tidak membeli camilan atau kue di minimarket," (untuk buka sementara)

"Tidak ada minimarket di sini"

"Ah, yang benar saja?"

"Buat apa aku berbohong" Selaras berbicara sambil meletakkan satu per satu buah pisang yang dia ambil perlahan di atas dekapan tangan Leandra.

"Tidak ada B Mart di sini? Papa payah!"

_Ih, anak ini ngomong apa? Nggak jelas banget_ gumam Laras

.

.

[1] Idiosinkratis : ungkapan yang sering digunakan untuk merujuk pada situasi yang tidak biasa.

[2] Kegabutan dari kata gabut : gabungan dua buah kata yaitu gaji dan buta. Arti gabut bisa dideskripsikan sebagai kondisi di mana seseorang sedang tidak memiliki kegiatan atau aktivitas tertentu di mana pun mereka berada. Dalam ungkapan Leandra bermakna tidak ada pentingnya alias percuma saja.

_______________

NGGAK NGASIH RIVIEW AKU DOAKAN BUKANYA PAS AZAN MAHGRIB FIX!! 😌

kwkwkw emang buka pasti mahgrib. 🤪

Riview berulang itu penting bagi Author kaleng-kaleng hehehe bantu ya... 🥰🥰

Dan kalau minta up date yang sopan, btw aku manusia biasa saja jadi hatiku bisa meronta-ronta kalau nggak sopan. 😁😁

Atau doakan saja kerjaan kantor Author sok sibuk ini nggak banyak, kalau perlu doakan author kaleng kaleng cepet pemes biar bisa nulis 24 jam kwkwkw (minta di doakan kok maksa) 🤣😅