Uhuk … uhuk … uhukk ….
Ana memberikan Mataya segelas air putih dengan cepat, dan Mataya segera mengambilnya. Kemudian dia segera meneguk air yang diberikan Ana untuk membersihkan tenggorokannya yang tercekat.
"Makan yang benar, Sayang. Tidak akan ada yang merebutnya darimu," tukas sang nenek dengan sangat santai kepada Mataya.
"Oma—! Aku tersedak karena ucapan Oma yang begitu tiba-tiba dan mengejutkan jantungku!" jawab Mataya histeris.
"Apakah Oma salah bertanya?"
"Tentu saja, Oma!"
"Baiklah, kalau begitu Oma minta maaf, Sayang. Oma kira kau dan Biserka sudah memiliki kekasih dan membawanya kemari untuk dikenalkan kepada Oma."
Mataya menekuk wajahnya kesal, tetapi dia pun tidak bisa marah lebih lama kepada sang nenek yang selama ini mengurusnya. Mataya mencoba memaklumi sang nenek yang seperti itu, karena mungkin saja akibat faktor usia yang sudah semakin tua.
Support your favorite authors and translators in webnovel.com