webnovel

BadBoy

Author: rakhandra27
Sci-fi
Ongoing · 87.8K Views
  • 11 Chs
    Content
  • ratings
  • N/A
    SUPPORT
Synopsis

Cerita ini menceritakan tentang masa2 percintaan di SMA, jadi kalo mau tau ceritanya langsung baca aja okee

Tags
2 tags
Chapter 1Prolog

***

Halo guys nama gue Marshanda Heritson, biasa keluarga manggil gue Marsha temen² juga gitu. Gue udah duduk tingkat akhir di kelas IPA 2. Lagi sibuk-sibuknya belajar juga persiapan tryout dan ujian nasional. Karena dikelas 12 itu dikit banget, guru2 di sekolah gue udah nyaranin untuk tambahan kelas sejak bulan ke-3 kita di kelas 12, karena kalau tambahan kelasnya dimulai semester udah ga keburu, waktunya terlalu mepet sama jadwal ujian.

Gue sekolah di SMA Trisakti, dimana tempat ini adalah masa-masa paling menyenangkan untuk dikenang. Dari masa suka, duka, dan manis pahitnya kisah asmara anak sekolah, gue udah ngerasain semuanya di masa ini.

***

Hari ini hari Jum'at, kelas tambahan gaada. Jam setengah 12 juga udah dibolehin balik. Cuaca hari ini panas banget, manaan gue dapet kabar dari sopir gue kalau mobil lagi mogok, jadi ya terpaksa deh gue jalan ke depan dikit buat cari minuman, sekalian nunggu taksi online.

👩: Manda kok jalan?

👧: hehe iya kata pak Dodi(sopir gue) mobilnya mogok, gue disuruh naik taxi online. sambilan nunggu di depan Indomaret.

👩: yuk bareng gue anter balik.

👧: gak deh, sal.

👩: yakin? rumah kita searah loh.

👧: iya gapapa kok gue naik taxi online aja.

Anak IPA 4 namanya Salwa, rumak kita satu komplek, anaknya sih baik gitu, tapi ya pencitraan doang. Aslinya tukang bully, sadis, mulutnya lemes banget sama adek kelas. Gue nolak ajakan dia bukan karena sifatnya yang begitu, tapi karena dia bawa motor hehee, gue gak biasa naik motor, rasanya tuh apa ya, kaya ya gue ngerasa bisa kapan aja jatoh gitu. Parnoan gue, seriusan gak pernah naik motor.

***

Sampe depan Indomaret gue langsung beli minuman dan cemilan, dan gue nunggu di samping Indomaret yang ada tempat untuk duduk sambil main hp. Gue celingukan kaya orang bodoh. Sempet gue minta jemput papa, katanya sibuk ada rapat, minta jemput pak Dodi ah ga mungkin gue yakin pasti lama, gue rasanya udah mati kebosanan di depan Indomaret.

👨: lu dari SMA Trisakti?

Waktu mau tidurin pala gue ke meja, ada suara ngebass yang nanya sambil nyolek bahu gue. Dia berdiri depan gue dan posisinya ngebelakangin cahaya, silau, gue gak liat jelas mukanya gimana, tapi ya gue ngangguk aja jawab pertanyaan tadi.

👨: gue duduk disini ya?

Bahkan ya belum gue ijinin dia udah ambil posisi duduk aja. Waktu dia duduk baru tuh keliatan mukanya. Satu kata waktu gue liat dia, SEMPURNA.

Dari garis rahang, hidung, tatanan rambutnya ya walau agak berantakan tapi keren, semua sempurna. Bulu matanya lentik, alisnya tebal. Gila, gue mimpi apa semalam ketemu cogan kayak gini ditempat umum. Sadar gak sadar gue sih terbengong bengong liat muka tuh cowo. Fokusnya tuh cowok ke ponsel, mungkin dia main game. Dilipatan bibirnya ada rokok.

👨: bisa gak lu liatin gue nya biasa aja?

👧: hah?

Gue panik dan natap dia kebingungan. Ponselnya dia taruh kasar diatas meja, agak dibanting, rokoknya dia buang gitu. Dia liatin gue serius, matanya tajem. Gila, sempuini cowo gantengnya kelewatan, gue mau teriak aja rasanya.

Tanpa ijin dia seenaknya ambil sebungkus snack gue dibuka langsung dan dimakan tanpa basa basi. Dia juga asal comot botol minum gue. Gaya duduknya sosoan, salah satu kakinya naik ke meja, terus ngeliatin orang² yang keluar dari Indomaret ga nyantai.

You May Also Like

Vorfreude: Rachel Richmann

Krisis pangan dan energi berkelanjutan telah memperparah kondisi peradaban umat manusia di tahun 2157 M pasca perubahan iklim ekstrem dan kekeringan menahun. Para politisi, pebisnis, dan ilmuwan telah berbondong-bondong menciptakan kebijakan dan penemuan tepat guna agar manusia dapat bertahan hidup di tengah krisis. Rachel Richmann, CEO sekaligus ilmuwan dari Cyclops Intelligence adalah salah satunya. Rachel memiliki ambisi besar untuk melakukan rekayasa genetik agar manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan dan oksigen melalui gen dan microchip yang diberi nama Instinctive Cardinal Nutrition Generator (ICNG-257). Penelitian dan komersialisasi bisnisnya sukses besar, namun diluar dugaan seseorang dari laboratoriumnya sengaja mengubah fungsi dan sistem gen dan microchip tersebut hingga mengakibatkan cacat permanen pada penerima rekayasa, termasuk diantaranya adalah para politisi dan pengusaha elit. Rachel telah dituntut atas kesalahan praktik yang terjadi di perusahaannya, namun Ia berhasil membungkam media dan penegak hukum. Rachel mengaku tidak bersalah, dan Ia terus mencari sosok Lore Hasenclever, peneliti yang disinyalir sebagai dalang dari insiden tersebut. Di tengah kegamangannya, Rachel bertemu dengan Niels Geyer, seorang arkeolog dan pemerhati lingkungan yang sangat membenci pengusaha seperti Rachel karena menganggapnya semakin merusak peradaban manusia. Namun, sampai lama waktu berlalu Niels tidak mengetahui dan mengingat pasti siapa sosok Rachel sebenarnya. Niels adalah seorang pengidap Alzheimer, Ia kesulitan mengenali teman dan keluarganya sendiri, dan momen-momen yang terjadi dalam hidupnya. Di sisi lain, Rachel juga menyembunyikan identitasnya dari Niels. Rachel tidak ingin Niels membencinya, karena jauh di dalam hatinya Rachel telah menaruh perasaan pada kesederhanaan pria itu. Niels jugalah yang telah menanamkan kembali nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang Rachel rasa telah hilang darinya sejak lama. Lalu akankah ambisi mengubah segalanya? Juga, mampukah Rachel sebagai seorang perempuan mewujudkan mimpi-mimpinya untuk menciptakan penemuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia? ---------- Hello, welcome to the seventh novel by Aleyshia Wein! Novel kali ini mengangkat genre Sci-Fi (hard Sci-Fi, soft Sci-Fi, biopunk) dengan sedikit unsur-unsur crime di dalamnya. Novel ini tidak akan terlalu romantis, tapi mungkin manis. Novel ini akan menunjukkan sisi ambisius Rachel sebagai seorang CEO dan ilmuwan, sekaligus kelembutan dan perasaannya sebagai perempuan itu sendiri. Novel ini akan sangat kompleks membahas politik, bisnis, dan sains hingga terintegrasi ke dalam alur keseluruhan yang cukup melelahkan. Novel ini juga serius akan sangat filosofis menarik esensi terdalam kemanusiaan. Jika tertarik, boleh memberikan komentar, review, serta kritik dan saran yang membangun agar Author semakin meningkatkan kualitas penulisan kedepan. Regards, Aleyshia Wein.

aleyshiawein · Sci-fi
Not enough ratings
24 Chs