Paradoks Sang Penanda (The Anomaly's Resonance)
Selama berabad-abad, ramalan itu menjadi hukum absolut di benua Aethelgard: Sang Pembawa Kiamat akan bangkit, dan hanya 'Bilah Suci' terpilih yang ditakdirkan untuk memenggalnya.
Valeria adalah 'Bilah Suci' generasi ini. Ia sinis, pragmatis, dan tidak segan beroperasi di wilayah abu-abu moral demi menjaga perdamaian. Ia hidup hanya untuk satu tujuan: membunuh Kaelen, seorang pria yang diidentifikasi oleh pilar ramalan suci sebagai ancaman terbesar umat manusia.
Kaelen sendiri justru tampak tidak berbahaya; ia pemuda optimis dan ceria yang hanya peduli pada artefak kuno di perpustakaan kumuhnya.
Namun, di malam Valeria akhirnya berhasil menancapkan pedangnya ke jantung Kaelen, sebuah kebenaran mengerikan terbongkar. Kematian Kaelen tidak menyelamatkan dunia. Sebaliknya, darahnya memicu retakan dimensi kosmik.
Kaelen bukanlah Sang Pembawa Kiamat. Ia adalah segel hidup—korban yang sengaja disembunyikan oleh para elit dunia untuk menahan kiamat yang sesungguhnya. Ramalan suci yang dipercaya Valeria seumur hidupnya ternyata hanyalah konspirasi mematikan.
Kini, dengan waktu yang terus berjalan sebelum segel itu benar-benar hancur, Valeria harus melakukan hal yang paling tabu: ia menggunakan sihir terlarang untuk membangkitkan Kaelen dan menyembunyikannya dari kejaran faksi yang dulu ia bela.
Untuk mengelabui para mata-mata, Valeria terpaksa menjadikan Kaelen sebagai "kekasih palsunya", memaksa dua musuh bebuyutan ini untuk hidup dalam satu atap.
Di bawah pengawasan para elit korup, Valeria harus melindungi musuh terbesarnya, sambil merangkai kepingan teka-teki misteri pembunuhan yang diam-diam menyudutkan mereka. Siapa penjahat sebenarnya, ketika pahlawan dan monster hanyalah pion di atas papan catur yang dirancang untuk menghancurkan mereka berdua?