ARSIP SANDEKALA : Catatan Penjaga Perbatasan Dunia
Lulus SMA seharusnya menjadi awal dari masa-masa indah kuliah. Tapi bagi Raka (si perasa), Bagas (si otot penakut), Dinda (si otak logis), dan Luna (si gadis mistis), kenyataan berkata lain. Mereka terjebak dalam fase Gap Year—masa tunggu yang penuh ketidakpastian, gengsi, dan dompet yang kian menipis.
Niat hati mencari pekerjaan sambilan di sekolah lama pada malam hari, mereka malah menyaksikan hal yang tak seharusnya dilihat manusia: Pak Tio, satpam sekolah yang ramah dan hobi main catur itu, sedang menghajar Genderuwo hanya dengan satu bentakan.
Ternyata, Pak Tio bukan sekadar satpam. Dia adalah "Penjaga Gerbang", mantan legenda dunia spiritual yang bersembunyi di balik seragam sekuriti. Melihat potensi (dan nasib sial) keempat remaja itu, Pak Tio merekrut mereka menjadi tim "Siskamling Lintas Dimensi".
Tugas mereka terdengar sederhana: Menjaga keamanan kampung dari gangguan makhluk halus agar keseimbangan dua dunia terjaga. Namun, praktiknya jauh dari kata mudah.
Mereka harus berhadapan dengan Tuyul yang mencuri kuota internet, menenangkan Kuntilanak yang depresi karena ghosting kekasih, hingga dikejar Siluman satu kampung karena salah ambil sesajen.
Ada tawa saat Bagas pingsan melihat kecoa meski baru saja meninju setan.
Ada ketegangan saat nyawa mereka dipertaruhkan melawan Dukun Hitam yang mengincar nyawa Pak Tio.
Dan ada air mata saat Raka menyadari bahwa setiap hantu yang mereka lawan dulunya adalah manusia yang punya mimpi, keluarga, dan penyesalan yang belum tuntas.
Ini bukan kisah pahlawan super. Ini adalah catatan harian empat remaja yang mencoba mencari jati diri, biaya hidup, dan makna kedewasaan di antara waktu Maghrib dan Isya.
Selamat datang di Arsip Sandekala. Jangan lupa bawa garam dan doa sebelum membaca.