Keine Rückkehr (Tanpa Kepulangan)
August Hofer, seorang pemuda 21 tahun dari Austria, terbiasa melarikan diri dari kehidupan yang terasa lebih menyesakkan daripada gunung mana pun yang pernah ia daki, Bertahun tahun mengikuti kelas survival bukan karna tertarik terhadap alam, namun untuk melarikan diri dari sesaknya ketidak harmonisan keluarga.
Perjalanan pendakian yang seharusnya berlangsung tiga hari di Pegunungan Alpen berubah menjadi sesuatu yang mustahil ketika kabut aneh menelannya.
Tidak ada lagi langit.
Tidak ada lagi gunung.
Tidak ada jalan pulang.
Yang tersisa hanyalah lorong lorong tak berujung dengan wallpaper kuning, karpet lembap, dan dengungan lampu neon yang tidak pernah berhenti. Tempat yang seolah berada di luar kenyataan itu memiliki aturan yang tidak pernah diajarkan di kelas survival mana pun.
Di tempat ini, orang bisa menghilang tanpa jejak. Suara suara bisa menyesatkan. Dan ada sesuatu yang bergerak di antara lorong lorong kosong itu.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, August berada di situasi tanpa peta, tanpa protokol, dan tanpa jawaban.
Karena beberapa tempat tidak ingin ditemukan.