Direbut Kembali Oleh Mantan Suamiku
"Aku ingin bercerai," ucap Nathaniel tanpa emosi.
Aku terkejut betapa kejamnya dia. Aku tidak sempat memberitahunya tentang kehamilanku.
Setelah lima tahun pernikahan, aku masih belum bisa menghangatkan hatinya. Aku paham bahwa aku tidak akan pernah bisa menggantikan saudariku di hatinya.
"Baik. Mari kita bercerai kalau begitu."
~~~~~~~~~~~~~
Aku, Zara Moore, menikah dengan kakak iparku untuk memenuhi permintaan terakhir saudariku yang sekarat. Aku mencurahkan hatiku dalam pernikahan ini, merawatnya, dan menyayangi putranya seperti anakku sendiri, berharap suatu hari dia akan membalas perasaanku.
Itu hanya harapan kosongku. Aku akhirnya terbunuh dalam kehidupanku yang lalu.
Terlahir kembali, aku dapat melihat kebenaran dengan jelas.
Baginya, aku hanyalah janji yang dia buat kepada cinta pertamanya. Lelah hanya menjadi sebuah kewajiban, aku memutuskan untuk meninggalkannya dan tidak memberitahunya tentang anak dalam kandunganku. Namun dengan mata berkaca-kaca, dia memohon satu kesempatan lagi.
~~~~~~~~~~~
"Jangan ungkit-ungkit soal perceraian," Nathaniel menggeram, tatapan dinginnya tertuju padaku.
"Aku sudah muak dengan pernikahan tanpa emosi ini," aku membalas.
"Bagaimana dengan janji yang kau buat?" Dia mendesis, meremas lenganku.
Aku mengertakkan gigi. "Aku sudah berusaha menghangatkan hatimu selama lima tahun, tapi aku gagal. Aku tidak mau terus melakukan ini."
Ekspresinya berubah, tatapannya memohon. "Beri aku kesempatan. Aku akan menebus semuanya."
Aku menatapnya, terkejut. Dia jelas tidak mencintaiku. Mengapa dia enggan melepaskanku?