Izanagi yomi god of time
Izanagi Yomi, murid SMA tahun ketiga, tampak seperti anak biasa. Wajah polos, sifat naif, dan senyum yang selalu tulus membuatnya mudah dilupakan oleh teman-temannya. Ia tidak menonjol dalam pelajaran, olahraga, atau kegiatan sekolah, dan sering menjadi sasaran ejekan dan intimidasi para preman di sekolah. Hidupnya dipenuhi rasa kebingungan dan ketidakpastian—sesuatu yang ia terima dengan sabar, meskipun terkadang merasa kesepian.
Suatu hari, dunia Izanagi berubah drastis ketika ia dan teman-teman sekelasnya dipanggil ke dunia lain—isekai yang dipenuhi sihir, kemampuan luar biasa, dan takdir yang ditentukan oleh para dewa. Setiap murid akan menerima “bakat” mereka, sesuai apa yang ditentukan oleh dewi pemberi kekuatan.
Namun ketika giliran Izanagi tiba, nasibnya tampak tragis: dewi menatapnya, lalu menolak memberinya sihir apapun. Tanpa bakat, tanpa kemampuan, tanpa tanda-tanda kehebatan, ia dianggap tidak berguna, sebuah pion yang tidak penting bagi dunia ini. Hanya dengan dingin, ia dibuang ke neraka, ke hadapan raja iblis yang legendaris.
Di dunia neraka, segala sesuatu seharusnya menakutkan dan menghancurkan semangat siapa pun—namun bagi Izanagi, hal itu hanyalah awal dari perjalanan yang tidak diketahui siapapun. Tidak ada yang menyadari bahwa di dalam dirinya tersembunyi sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang bahkan para dewa dan iblis pun belum bisa pahami.
Seperti anak naif yang tersesat, ia hanya tahu satu hal: ia harus bertahan, menjelajahi neraka, dan menghadapi takdir yang tampaknya menolaknya. Dan perjalanan itu akan menjadi awal dari legenda yang tak seorang pun bayangkan.