Kronik Aetheria Sang Arsitek Sihir
Sinopsis
Reivan Anandika, seorang arsitek lanskap dan sekaligus pecinta literatur fantasi, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ketika sedang dalam perjalanan membeli novel terbaru kesukaannya. Nasibnya tidak berakhir di sana. Ia terbangun kembali di dunia lain yang dikenal dengan nama Aetheria, sebuah dunia di mana hukum fisika tunduk pada aliran sihir dan keberadaan monster bukanlah sekadar mitos.
Reivan tidak terinkarnasi sebagai pahlawan yang perkasa atau ksatria berdarah biru, melainkan sebagai Aldric Volderick, putra ketiga dari keluarga bangsawan kelas rendah yang dikenal sebagai "sampah bangsawan" karena tidak memiliki afinitas sihir sama sekali. Di dunia Aetheria, mereka yang tidak bisa menggunakan sihir adalah pihak yang tersisih, bahkan budak pun memiliki derajat yang lebih tinggi karena kemampuan fisik mereka.
Namun, Aldric membawa sesuatu yang tidak dimiliki oleh penduduk asli Aetheria: pengetahuan sains modern dan cara pandang logis yang kaku. Ia menemukan bahwa sihir di dunia ini sebenarnya adalah gelombang energi yang bisa dihitung, diprediksi, dan direkayasa layaknya struktur bangunan. Sistem sihir yang selama ini diyakini sebagai bakat turun-temurun, ternyata adalah ilmu pasti yang dapat dipelajari siapa saja, selama mereka memahami rumusnya.
Dengan pena sebagai pedang dan rumus sebagai perisai, Aldric memulai perjalanannya dari seorang bangsawan tak berguna menjadi seorang Arsitek Sihir pertama yang mampu mendobrak sistem kasta kuno Aetheria. Namun, bayang-bayang perang antar kerajaan dan bangkitan Raja Iblis Kuno yang tersembunyi di balik tabir politik memaksanya untuk menggunakan segala pengetahuannya bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menyelamatkan dunia.