Suamiku Membekukan Aku dan Anak Kami Menjadi Karya Seni
Pada bulan kedelapan kehamilan, air ketubanku pecah.
Aku menahan rasa sakit yang hebat dan memohon kepada suamiku Dashiell untuk membawaku ke rumah sakit.
Dia mendorongku pergi: "Aku sedang rapat kerja, aku tidak punya waktu untuk melihatmu berakting!"
Tapi dalam video komputer itu, jelas terlihat wajah putih bulan miliknya.
Aku kesakitan sampai tidak bisa berbicara, dan aku memohon padanya dengan putus asa. Selama perjuangan itu, patung es di atas meja tiba-tiba pecah ke tanah.
Setelah hening sejenak, Dashiell menarik rambutku dan melemparkanku ke dalam kolam ikan yang penuh dengan es.
"Bukankah kamu bilang mau melahirkan? Lahirkan di sini!"
"Jika patung es itu rusak, kamu dan anak itu akan membayar bersama!"
Aku kehilangan kesadaran dalam air dingin yang membeku, dan darah mewarnai kolam menjadi merah tua. Ketika aku tertutup embun beku dan hampir menjadi patung es, Dashiell akhirnya menarikku keluar dengan jaring ikan.
Dia menendang wajahku: "Ketika kita menikah, aku bilang padamu bahwa aku tidak suka wanita pencemburu!"
Kemudian aku mengetahui bahwa patung es yang rusak itu adalah hadiah dari si putih bulan miliknya.
Aku dan bayi dalam perutku adalah mainan beku untuk melampiaskan amarahnya.