Jeda waktu
Jeda Waktu
Di bawah langit malam yang tenang, di tepi danau yang memantulkan sinar bulan, seorang laki-laki duduk bersandar di bawah pohon besar. Siluetnya menyatu dengan kegelapan, seolah menjadi bagian dari bayangan yang selalu mengikutinya. Di sampingnya, seorang wanita duduk diam, menghadirkan kehangatan di antara dinginnya udara malam.
Ia bukan lagi orang yang sama seperti dulu. Waktu telah mengubahnya—bukan karena pilihan, tetapi karena perasaan yang perlahan meresap ke dalam dirinya. Cinta yang ia temukan begitu nyata, begitu dalam, namun juga penuh luka. Di antara kenangan yang menghantuinya dan masa depan yang samar, ia berjuang melawan konflik batinnya sendiri.
Bisakah ia menerima perubahan itu? Ataukah ia hanya terjebak dalam jeda waktu yang tidak pernah benar-benar bergerak?
Sebuah kisah tentang perjalanan menemukan diri, mencintai dengan segenap hati, dan menghadapi takdir yang tidak selalu berpihak