Romantic in Marathon
Di lintasan 21km mereka bertemu, di medan perang mereka bersatu. Karena cinta bukan tentang siapa yang tercepat sampai di garis finish, tetapi siapa yang tetap bertahan saat kaki tak lagi mampu melangkah.
Semuanya bermula dari undian berupa Sepatu di atas aspal. Gisel tidak pernah menyangka bahwa pilihannya pada sepasang sepatu milik seorang pria asing bernama Bram akan mengubah seluruh hidupnya. Mereka memulai langkah sebagai pasangan lari dalam maraton 21km, tanpa menyadari bahwa takdir telah menyiapkan lintasan yang jauh lebih panjang dan mematikan.
Tiga tahun kemudian, euforia lari pagi itu terkubur di bawah reruntuhan Sektor Utara. Bram menghilang ke dalam bayang-bayang misi militer rahasia, meninggalkan Gisel dengan kenangan dan sebuah kedai kopi bernama "Pace Coffee". Demi menemukan kembali pria yang pernah menjadi pasangan larinya, Gisel melakukan nekat yang tak terbayangkan: ia menjual segalanya dan terjun ke wilayah konflik paling berbahaya.
Namun, Bram yang ia temukan bukan lagi pria yang mengejar catatan waktu di aspal kota. Ia telah menjelma menjadi prajurit elit yang tangguh, penuh bekas luka, dan memikul beban nyawa di pundaknya. Kini, dengan kondisi Gisel yang tengah mengandung, mereka harus menempuh "maraton" terakhir mereka-melintasi zona merah demi mencapai garis finish bernama kebebasan.
Didukung oleh Andra, kakak Gisel yang merupakan seorang pengacara tegas, dan Maya, sahabat setianya, mereka berjuang untuk pulang. Bukan untuk kembali berlari, melainkan untuk berhenti dan membangun sebuah surga kecil di kaki gunung.
Sanggupkah Bram menjaga "pelari kecil" di rahim Gisel hingga mereka menyentuh garis finish yang sebenarnya?