"Legenda Serigala Pemangsa: Segel Hutan Kabut Kuno"
BADAI DI HUTAN PEMAKAN JIWA
"Di hadapan sepasang monster Sekte San, seluruh daratan Shimei Selatan harus menundukkan kepala. Namun, bagaimana jika musuh yang mereka hadapi bukanlah manusia, melainkan keserakahan yang berwujud kutukan masa lalu?"
Selama ratusan tahun, Sekte San memikul sumpah sakral yang ditulis dengan darah leluhur mereka: menjaga perbatasan Hutan Kabut Kuno, sebuah wilayah terlarang yang dihindari oleh para kultivator karena reputasinya yang mengerikan sebagai Hutan Pemakan Jiwa. Di sinilah Lin Xiao, sang Jenderal Serigala Pemangsa yang dikenal berdarah dingin, mendedikasikan hidupnya. Menguasai Ranah Hukum Jiwa yang menakutkan, ia memimpin patroli di wilayah selatan demi memastikan tidak ada satu pun jiwa serakah yang melintasi garis batas terlarang.
Namun, keheningan abad itu pecah dalam satu malam.
Berawal dari benturan senjata rahasia di dalam kabut tebal, Lin Xiao menemukan faksi hitam dari klan-klan luar—termasuk Klan Dao yang prestisius—secara diam-diam menyusup ke jantung hutan. Mereka bukan sekadar mencari tanaman herbal biasa; mereka berniat menjebol Blok Hitam demi menjarah sisa-sisa jiwa leluhur purba untuk dijadikan pil kultivasi terlarang. Ego buta para klan ini tanpa sengaja membangkitkan monster harimau berdarah naga setinggi 5 meter, memicu kepanikan massal yang hampir merenggut nyawa Dao Wulin, murid inti klan Dao bercadar misterius, sebelum akhirnya diselamatkan oleh tebasan mematikan senjata Abyss Fang milik Lin Xiao.
Ketegangan semakin memuncak saat Lin Xiao menyadari bahwa riak kecil ini adalah bagian dari konspirasi yang jauh lebih masif. Bersama kakaknya, Lin Yao—sang Jenderal Leopard King yang kekuatannya konon sanggup meratakan sebuah imperium—mereka mencium bau busuk pengkhianatan politik. Kerajaan Besar Xiang, negara tetangga yang ambisius, ternyata menjadi dalang di balik pergerakan para klan. Mereka ingin memanfaatkan hawa kematian Blok Hitam untuk membangun pasukan spiritual yang tak terkalahkan, sekaligus meruntuhkan dominasi Sekte San.
Bagi dua bersaudara monster ini, tindakan Kerajaan Xiang bukan sekadar provokasi perang, melainkan sebuah kegilaan yang menantang maut. Lin Xiao tahu betul sejarah kelam yang terkunci di Paviliun Dokumen Kuno: Tragedi 400 Tahun Lalu. Sebuah peristiwa berdarah di mana keserakahan serupa memicu kutukan hawa kematian, membantai jutaan nyawa, dan hampir menghapus seluruh peradaban dari peta bumi.
Kini, sejarah bersiap mengulang dirinya sendiri. Genderang perang telah ditabuh di bawah langit yang meremang.
Dengan token kekuasaan penuh di tangan, Lin Xiao bergerak memimpin gerak senyap 75.000 Pasukan Jirah Besi menuju Lembah Anggrek Muda—gerbang masuk utama yang kini telah dikepung oleh kamp militer Kerajaan Xiang. Sementara di markas pusat, Lin Yao bersiaga memantau setiap pergerakan para tetua yang mencurigakan. Di bawah tatapan dingin sang Jenderal Serigala Pemangsa, pertempuran ini bukan lagi soal menjaga perbatasan, melainkan misi pemurnian mutlak: menghancurkan pasukan Kerajaan Xiang sampai ke akar-akarnya sebelum kutukan kuno kembali melahap jiwa-jiwa di daratan Shimei Selatan.
Apakah kekuatan puncak Ranah Hukum Jiwa milik Lin Xiao mampu meredam konspirasi tingkat tinggi ini? Ataukah Lembah Anggrek Muda justru akan menjadi kuburan massal berikutnya, mengulang sejarah berdarah 400 tahun silam? Ikuti kisah epik pengorbanan, kultivasi tingkat tinggi, dan taktik perang yang mendebarkan!