webnovel

Email

"Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun darimu" ucap laura tegas kepada nana. "Sekarang yang harus kau lakukan, bersihkan dirimu lalu buat surat lamaran pekerjaamu. SEKARANG!!!" laura sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh nana. Bisa- bisanya nana sangat santai dengan kehidupan miliknya.

"Kita masih bisa bersantai sedikit raa, jangan dibawa pusing" jawab nana dengan sangat santai. Mendengar apa yang dikatakan oleh nan mebuat laura naik darah dan ingin sekali menyeret nana untuk mandi.

"Cepat lakukan apa yang aku katakan!!!" ucap laura sekali lagi. "Kalau tidak aku akan meninggalkanmu" lanjut laura mengancam nana agar segera berangkat.

"Kau begitu jahat kepadaku ra" nana jengkel sekali dengan perkataan yang dikatakan oleh laura. "Baik- baik aku mandi sekarang, tunggu aku oke" ucap nana sambil pergi meninggalkan laura.

"Benar- benar merepotkan" gumam laura ketika melihat nana masuk kedalam kamar mandi.

Laura menunggu nana sambil melihat kembali email- email yang ia kirim sebelum nya kepada perusahaan- perusahaan tujuan yang ia tuju. Tidak hanya email ia juga mengecek kembali berkas lamaran yang akan ia kirim.

Setelah 30 menit kemudian…

"Lauraa,, " teriak nana sambil keluar dari kamar mandi. "Aku sudah selesai mandi dan berdandan. Kau tau aku melakukan nya dengan sangat cepat sesuai dengan apa yang kau inginkan" ucap nana membanggkan dirinya.

"Terserah apa katamu, sekarang buat surat lamaranmu dan kirim lamaran tersebut. Hari kau kirim melalui email sisanya kau lakukan esok hari" ucap laura denga tegas. "Baik bu" jawab nana sambil menggoda laura.

Dengan cekatan nana membuat lamaran yang akan ia kirim. Bukan tidak bisa melaikan nana mudah sekali menyepelekan sesuatu hal yang membuat ia terlihat sangat santai.

"Laura kau lihat ini aku sudah menyelesaikannya" ucap nana menunjukan kepada laura pekerjaan yang sudah ia kerjakan. Tidak membutuhkan waktu lama untuk nana mengerjakan hal itu tidak seperti laura. Laura membutuhkan waktu lama karena harus memeriksa kembali apa yang ia kerjakan. Selain itu laura mengerjakannya dengan sangat teliti jadi tidak mungkin menemukan kesalahan. Tidak seperti nana.

"Kau sudah benar mengerjakannya??" tanya laura memastikan kembali kepada nana, karna sikap nana laura tidak akan mudah untuk percaya kepadanya.

"Jika kau tidak percaya kepada ku slilahkan periksa saja" ucap nana kesal dengan tuduhan yang dilakukan oleh laura. Tanpa segan laura mengecek pekerjaan yang dilakukan oleh nana dan ternyata memang benar sudah selesai sesuai dengan kaidah yang seharusnya.

"Bagus sekali" ucap laura setelah melihat pekerjaan nana. "Lain kali kau tidak perlu menungguku untuk melakukan ini. Okee,, "

"Aku tau itu lauraa, aku janji kepadamu" ucap nana. "Lauraa aku sangat lapar sekali" nana merasakan perutnya berbunyi dan segera merengek kepada laura.

"Kita tidak usah masak hari ini, bagaimana kita makan diluaar?" ucap laura karna malas sekali untuk memasak. Selain itu laura juga harus mengantarkan surat lamaran ke kantor pos untuk dikirimkan ke perusahaan yang ia tuju.

"Aku tidak ingin makan diluar, yang aku ingin kita makan disebuah toko laura" ucap nana binggung dengan apa yang dikatakan oleh laura. "Dasar bodoh, untuk apa kita makan di luar rumah ini, jelas saja maksudku makan di sebuiah restaurant bukan sebuah toko lagi" jawab laura dengan nada kesal.

"Kalau begitu ayoo berangkat sekarang" ajak nana tidak sabar. "Baiklah, ayo kita berangkat" ucap laura mengabaikan apa yang terjadi sebelumnya.

Nana dan laura berjalan santai menuju kantor pos terlebih dahulu. Laura harus mengirimkan suraat lamaran tersebut terlebih dahulu baru pergi makan bersama nana. Jika tidak diantar sekarang surat itu akan berubah mentuk menjadi bungkusan cabai karna sudah lecek dan tidak beraturan lagi.

"Selamat sore pa, tolong antarkan berkas ini ke...." Ucap laura berbicara kepada petugas pos tersebut. Tidak membuthkan waktu lama akhirnya laura selesai.

"Baik nona, kami akan mengantarkan berkas ini. Mohon ditunggu" ucap petugas tersebut.

"Baik pak, terima kasih sudah membantu" ucap laura kepada petrugas tersebut. Setelah mengucapkan nhal itu laurapun pergi ketempat nana duduk, nana tidak ikut pergi berbicara dengan petugas tersebut dan memilih duduk dikursi yang sudah di sediakan di kantor pos tersebut.

"Kau sudah selesai?" tanya nana kepada laura. "Seperti yang kau lihat" jawab laura. "Ayoo kita pergi sekarang" ucap nana sambil menarik tangan laura untuk jalan.

"Ayoo,, ayoo,, " jawab laura sambil terhenyu merasakan tarikan yang nana lakukan. "Bagaimana kalau kita makan disana raa" tanya nana sambil menunjuk restauran yang berada di sebrang sana.

"Sepertinya enak apa kau pernah kesana ra? " tanya nana.

"Tidak pernah" jawab laura. "Baiklah ini sama- sama untuk yang pertama kali untuk kita. Jadi kita akan menikmatinya" ucap nana dengan penuh semangat.

Setelah beberapa saat mereka sampai di restaurant tersebut.

"Akhirnyaa" gumam nana setelah sampai ketempat itu.

"Ada yang bisa dibantu nona" ucap pelayan tersebut kepada laura dan nana. "Ini buku menu restaurant ini, jika butuh sesuatu nona bisa memanggil saya" ucap pelayan tersebut kembali sambil menyerahkan buku menu yang ia bawa kemudian meninggalkan nana dan laura.

"Apa yang kau pesan?" tanya nana sambil membolak- balik buku menu yang ada di tangannya.

Restauran yang nana dan laura singgahi menjual beraneka ragam ramen dan beberapa makanan khas jepang seperti sushi. Nama restaurant ini adalah jinka restaurant.

"Aku akan memesan ramen dan sushi" jawab laura. "Baiklah kalau begitu aku akan memesan kari udon dan udang goreng ini" lanjut nana.

"Ada lagi yang ingin kau pesan" tanya laura. "Minunam nya ocha saja, kau apa?" tanya nana kembali.

"Seperti nya sama sepertimu" jawab laura. Setelah memutuskan untuk memesan apa kemudain laura memanggil pelayan dan menyebutkan apa saja yang akan ia pesan.

"Saya ingin memesan 1 mangkuk ramen spacy, 1 sushi mentai, 1 kari udon, 1 udang goreng dan 2 gelas ocha" ucap laura menjelaskan apa saja yang ingin ia pesan. "Baik nona mohon ditunggu kami akan menyiapkan pesanan nona" ucap pelayan tersebut sebelum meninggalkan laura dan nana.

"Akhirnya sebentar lagi kita akan makan sesuatu ra" ucap nana yang sudah sangat kelaparan. "Kau sungguh- sungguh tidak sabar sekali" jawab laura.

"Kau tau aku belum memakan apapun sedari tadi" ucap nana berbisik kepada laura. "Aku tidak tau dan tidak ingin tau" jawab laura pura- pura tidak peduli kepada nana.

"Dasar jahat" ucap nana kesal dengan laura.

Ketika mereka sedang berbincang bunyi notifikasi ponsel laura berbunyi, karna malas menanggapi nana ia membuka ponsel miliknya dan terkejut. "Astaga na, kau harus melihat ini" ucap laura terkejut sambil menyerahkan ponselk miliknya.

"Apa ra" tanya nana sambil melihat ponsel milik laura. "Astaga,, kau diterima untuk wawancara di perusahaan IQ" ucap nana terkejut.