webnovel

SC45 - When the Terra Falling Down

Bumi, tahun 2525 Masehi. Di masa itu kehidupan yang ada sudah sangat tidak terkendali. Kehidupan orang banyak tak lebih baik dari anjing jalanan. Seiring waktu, Bumi tak lagi bersahabat. Eksploitasi berlebihan menghancurkan semua hutan yang ada. Tanah tandus. Sungai mengering, danau menghilang, dan lautan tak lebih dari tempat pembuangan sampah raksasa di mana poluisi dan polutan bercampur baur menjadi racun mematikan. Teknologi memang sudah sangat maju, bahkan perjalanan antar bintang bukanlah sebuah kemustahilan lagi. Dan kala Bumi tak lagi bisa untuk ditinggali, para penguasa baru berbondong-bondong meninggalkan planet kelahiran mereka. Meninggalkan mereka yang tidak berdaya menunggu kematian datang menghampiri. Apakah Bumi akan benar-benar hancur? Lalu, bagaimana dengan nasib mereka yang tertinggal dalam perjuangan mencari keselamatan? Well, temukan semuanya di dalam cerita ini. Selamat membaca.

Ando_Ajo · 科幻
分數不夠
314 Chs

Kita ini Manusia

"Ouh," Cinnong tersenyum mengangguk-angguk. "Akan gue ingat-ingat itu. Thanks…"

"Nyoman," ujar laki-laki tersebut saat mendapati jika gadis di hadapannya itu seperti sedang berusaha keras mengingat namanya.

"Nyoman," Cinnong mengangguk sembari menunjuk-nunjuk kepada Nyoman. "Asli dari Bali?"

Nyoman tertawa nyaris tanpa suara, menggeleng-gelengkan kepalanya. "Berdarah Bali," ujar laki-laki itu menegaskan.

Yaah, bagaimanapun, sebelum Bumi itu sendiri menghancurkan semua kehidupan yang ada bersamanya, Bali yang dulu terkenal dengan sebutan Pulau Dewata, pun, terpecah-pecah menjadi beberapa distrik kekuasaan. Sebagaiamana dengan seluruh wilayah yang dulu ada di eks negara Indonesia lainnya, bahkan di seluruh penjuru Bumi. Negeri para dewa itu hanya tinggal kenangan.

"Kamu sendiri, dari mana?" Nyoman menatap gadis tersebut.

"Gue dari Celebes," jawab Cinnong.

鎖定章節

在webnovel.com支援您喜歡的作者與譯者