webnovel

posisi bercinta

Related Stories
BERCINTA DENGAN TUNANGAN SAHABATKU
Author: Runo J Uwerhiavwe
Ongoing · 143.8K Views
Synopsis
"Jangan menyangkal. Kamu menginginkannya." Killian berkata padaku, membelai tengkuk leherku dengan ibu jarinya. Wajahnya begitu dekat dengan wajahku dan aku lupa untuk bernapas. Aku terkesiap ketika dia mendorong gaunku lebih tinggi, memperlihatkan pahaku padanya dan membiarkan tangannya beristirahat di antara pahaku. Aku memiringkan kepalaku ke samping untuk menghindari tatapannya yang penuh nafsu, menembus jauh ke dalam jiwaku. "Tubuhmu mendambakannya." Katanya, mendaratkan ciuman di sepanjang leherku hingga bibirnya menyentuh puting telanjangku yang keras. Itu mengirimkan getaran di sepanjang tulang belakangku. Tubuhku dipenuhi dengan bulu kuduk dan aku menghela napas tajam. Aku ingin berbicara, tapi aku tidak bisa. Dia memiliki pengaruh sebesar itu padaku. Lidahnya bermain dengan putingku dan aku mengerang. Rasanya begitu nikmat. "Kamu menginginkanku sebanyak aku menginginkanmu." Dia berbisik dengan bibirnya menekan kulitku. Aku seharusnya tidak melakukan ini. Aku tahu aku harus menjauhi pria ini tapi bagaimana bisa ketika dia menyerang pikiranku setiap hari? Ketika hanya dialah yang diinginkan tubuhku. Ini menjengkelkan karena seberapapun kerasnya aku mencoba, aku tidak bisa menolaknya. Dan aku hampir membuat kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku menelan ludah, mencoba untuk memahami kata-kata yang keluar. Jarinya menyentuh pusat kewanitaanku dan aku tersentak ke depan, menekan tubuhku padanya. "Aku tidak menginginkanmu." "Kamu berbohong." Katanya, bermain dengan tali celana dalamku dengan jari yang malas. Mataku berputar ke belakang rongga mataku dengan nikmat. Aku memang berbohong tapi dia membuatnya sangat sulit. "Kita seharusnya tidak melakukan ini, Killian." Killian? Apakah aku benar-benar punya hak untuk memanggilnya seperti itu? "Berikan aku satu alasan mengapa dan aku tidak akan menyentuhmu." "Karena kamu adalah tunangan sahabatku."
Table of Contents
More

Mencinta ataukah Bercinta

"Thak, thók, thak, thók...!" suara sepatu boat cowboy mendekati pintu depan. Di dalam kamar, pak Sendy yang sudah berbaring istirahat sejak tadi, terjaga mendengar suara tersebut. "Suara apa itu? Siapa yang datang malam-malam begini?" pak Sendy bertanya dalam hati. Sebentar kemudian: "Srèè...èèt bluug!" sesuatu terseret dan jatuh. Pak Sendy merasa makin penasaran mendengarnya. Walau agak merinding karena saat itu sudah larut malam, diapun bangun dan dengan perlahan membuka pintu kamarnya, berusaha mengintai, siapa gerangan yang datang. Ruang tamu tidak ada siapapun. Karena masih penasaran, lanjut perlahan mendekati gordyn di ruang tamu itu, untuk mengintip teras rumahnya. Tiba-tiba... "Aaaahhhff.....!" pak Sendy tersentak kagèt mendengar suara orang menguap cukup keras di balik luar jendela itu. Ya.... itu Koyas anak laki pak Sendy yang cukup lama pergi, kini dia datang di saat malam sudah larut. Dia katakan kepada bapaknya, bahwa dahulu sebelum dia berangkat merantau, hampir semua kondisi pada fisiknya sering menjadi bahan tertawaan dan ejekan teman. Rambut bros ala tentara sering dianggap kuno kala itu, bahkan sering dianggap anak bau kencur. Koyas yang berhati kecil sering merasa minder oleh situasi tersebut, lebih-lebih masalah bercinta, dia selalu gagal mendapatkan pacar. Suatu hari masyarakat luas melihat kemampuan Koyas bertumbuh jauh lebih hebat dari teman-temannya, bahkan para seniornya pun dibuatnya merasa lebih kecil. Sedangkan dalam percintaan pun, Koyas sering unggul di antara teman-temannya, banyak yang sakit hatinya oleh rasa iri. Namun sayang, percintaan Koyas berakhir dilematis.

Phiky_Bp · Urban
Related Reviews
Related Topics
More
New Arrivals

Order of Eternal Spring

[Machiavellian + Light Comedy + Sweet Pet + Case Cracking] He (All Lunatics, Mind Not Entering) /The unbridled, vengeful, and vicious beauty vs. the sultry, honest, and dutiful love brain prince/ Fu Qingyao was dead. The Eldest Princess, who was a licentious and powerful woman, had died on her wedding night. She was filled with regret. She was unwilling to let her fate be arranged by others. She was unwilling to let the person who killed her continue to be free. She was unwilling to leave behind the title of "Eldest Princess of Nanyang" in the historian's pen…Under a series of coincidences, she was reborn into the body of the fifth daughter of the Su residence, Su Qian. Many years later, she returned to the peak of power and enjoyed the worship of thousands of people. "The unruly, willful, and licentious Eldest Princess…she, she's back." The ministers were all shocked. As for why he came back, it was naturally to take your life. part2:"To think that you're still the eldest princess of the dynasty. You're so frivolous. You don't look like a princess at all." Gu Mou was dissatisfied. Fu Qingyao lazily pinned a hairpin on her head."As the saying goes, a married chicken follows a chicken, and a married dog follows a dog." She smiled evilly. Gu Tang's face darkened. Fu Qingyao stepped on her feet and wrapped her arms around Gu Tang's neck, forcing him to retreat. Fu Qingyao pressed him against the wall and pressed him close to his ear. The breath she exhaled tickled Gu Tang's ear.

Eight years old
· 2.3K Views
Popular Searches