webnovel

punching the air

Related Stories
“AIR” Kasus Terlarang Agen Spionase dan Seorang Bintang
Author: Ash_grey94
Ongoing · 140.1K Views
Synopsis
Siapakah ‘AIR’ yang selalu ditakuti oleh para organisasi gangster? Apakah dia seorang pria atau wanita, orang itu ada dimana-mana, tidak terlihat, tidak tersentuh, dan sangat membunuh. Begitu banyak uang terbakar habis hanya demi menemukan keberadaan tokoh misterius yang melegenda itu… “Berikan aku cucu, maka kamu bisa kembali melakukan apapun yang kamu mau.” Ketika kakeknya bertitah, pria itu menarik kembali identitasnya dan menjalani hidup sebagai orang biasa pada umumnya demi memberi sebuah pewaris baru pada keluarganya. Tidak masalah wanita manapun, kencan buta dengan 1000 gadis berkelas memang cukup membuang waktu. Tapi hanya dengan cara ini, ia bisa kembali ke dunianya yang diam-diam brutal penuh kebuasan! Sayang sekali… Inikah takdir? Seorang bintang yang sangat mempesona menggelitik kepolosannya sebagai seorang pria. Seorang bintang yang sangat rapuh itu harus ikut tenggelam dalam lautan kasus berdarah yang masih terus mengekor dibelakang pria itu. Kisah cinta yang dilarang oleh dunia, seberapa kuatkah mereka melawan arus ini?
Table of Contents
More

AIR MATA PENGABDIAN SEORANG ISTRI

Rubi telah resmi menjadi istri dari Jaya Kusumo. Setiap kali berhubungan badan, Rubi kerap mengeluarkan cairan kental berbau busuk dari area kewanitaannya. Hingga pada suatu saat, Rubi mendapat kabar bahwa dirinya mengidap kanker serviks stadium tiga dan divonis tidak akan bisa hamil. Namun, Jaya tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Justri pria 28 tahun itu semakin mencintai istrinya. Mereka kerap menghabiskan waktu dengan segala hal yang berbau romansa. Keadaan itu membuat Anti (Ibu Kandung Jaya) terbakar api. Selain tidak setuju putranya menikah dengan Rubi, Anti juga semakin membenci menantunya itu saat tahu bahwa Rubi divonis mandul. Hingga pada suatu hari, wanita itu menjebak anak serta menantunya sendiri. Sebuah nomor baru menghubungi Rubi dan mengatakan bahwa suaminya sedang sekarat di tepi jalan dekat taman. Rubi diminta untuk segera datang. Di sisi lain, Anti juga mengabarkan Jaya bahwa istrinya sedang berduaan dengan pria lain. Cepat-cepat Anti meminta Jaya untuk hadir di taman yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka. Saat berada di sana, Rubi kembali menghubungi sosok pembawa berita tadi. Ia tidak melihat ada tanda-tanda manusia di sini. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Tubuh Rubi dipeluk oleh pria tak dikenal. Rubi berusaha mengelak, tapi tenaganya bukan apa-apa bagi lelaki tegap tersebut. Bersamaan dengan badan Rubi yang tenggelam dalam dekapan sang pria asing, saat itu pulalah Jaya datang bersama Anti. Betapa hancur dan terkejutnya Jaya ketika melihat wanita yang disayang sedang berada dalam pelukan laki-laki lain. Anti berakting seolah Rubi memang berselingkuh. Tanpa sepengetahuan Jaya, Mamanya sendirilah yang merencakan hal tersebut. Sejak kejadian itu, Jaya berubah total. Ia mulai tidak memedulikan Rubi. Jaya juga mudah terguncang saat orang-orang mencibir tentang istrinya yang tidak bisa hamil. Dan, di sanalah Anti mengambil kesempatan untuk mendekatkan Jaya dengan Agnes, teman lama Jaya. Tak butuh waktu lama, Jaya langsung jatuh cinta dengan perempuan itu. Keduanya menikah, tapi Rubi tak juga dicerai. Pengantin baru itu membuat Rubi bak pembantu di rumahnya sendiri. Rubi kerap disiksa, disuruh mengerjakan sesuatu yang tidak ia sanggupi. Hingga pada suatu hari, Rubi merasa bahwa penyakitnya semakin menjadi-jadi. Ia tidak ingin membuat beban siapapun. Karenanya, ia ngotot minta dicerai meskipun hatinya tidak ikhlas berpisah dengan Jaya. Dikarenakan Jaya yang sudah puas menzalimi Rubi, ia lantas saja mengindahkan permintaan istrinya itu. Jaya dengan entengnya menalak Rubi di hadapan Agnes. Agnes benar-benar menjadi Ratu di rumah itu. Ia hidup dengan gelimpangan harta. Namun, seketika perasaan ingin menguasai harta Jaya sepenuhnya mendadak muncul. Agnes mulai berpikiran untuk merebut sertifikat rumah suaminya. Suatu malam, Agnes menyuguhkan kopi untuk Jaya. Seberes minuman itu tandas, kepala Jaya mendadak pusing. Pria itu terkapar secara tiba-tiba. Agnes tertawa puas. Rencanaya untuk meracuni Jaya berhasil. Dan, saat itulah Agnes beraksi. Dia membawa sertifikat rumah beserta seluruh emas batangan yang ada di sana. Keesokan harinya Jaya diusir dari kediamannya sendiri oleh orang asing. Rupanya Agnes telah menjual rumah itu dengan harga fantastis. Jaya yang baru saja sadar dari pingsannya, lantas saja dikejutkan dengan kabar buruk itu. Sejak itu, Jaya jadi frustasi. Setelah berhasil menemukan rumah baru Rubi, Jaya bertekuk lutut guna meminta maaf. Sayang seribu sayang, Rubi sudah tidak ingin kembali pada pria itu. Dan, jadilah Jaya semakin depresi. Jaya kerap menghabiskan waktu dengan tertawa, kemudian menangis. Ngomongnya mulai ngelantur. Badannya kurus hanya menyisakan tulang. Jaya dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Dua bulan setelah itu, ia dikabarkan meninggal dunia karena mengalami kebocoran lambung. Semenjak Rubi pergi dari sisinya, hidup Jaya jadi berantakan. Ia tidak nafsu makan. Akhirnya pria itu tewas mengenaskan dengan menggenggam foto Rubi yang ia dapatkan dari buku nikahnya dulu.

Wanda_Handayani24 · Teen
Related Reviews
Related Questions
Is Punching the Air a true story?
2 answers
2024-09-29 10:58
It's not a true story. It's likely a fictional creation for entertainment or to convey certain messages.
Is Punching the Air Based on a True Story?
2 answers
2024-10-06 13:12
No, it isn't. 'Punching the Air' is a fictional creation, not based on real events.
The song of children punching
1 answer
2026-07-20 16:49
If it was about the scene of a child punching and the content of the song, the movie " Punch, Mom " released a concept theme song of the Hiphop style," Punch." The MV included Tan Zhuo's powerful punching scene. The song was sung by Jinx Zhou, the founder of the sunrise Club, the champion label of the video " Black Afraid Girl " on the internet, and the new generation of singer-songwriter, Veegee Xu Ruoqiao. <a href="/?from=ask_words" style="color:red" target="_blank">Read more exciting novels for free</a>
In-room card punching network
1 answer
2026-08-13 09:13
The following are some indoor internet celebrities: - At the Ranfang Gym of the Qianhai Shangri-La Hotel in Shen Zhen, there was a fitness room on the second floor. There was an elevator that led to the changing room on the fourth floor. Although the changing room on the fourth floor was small, there were five shower rooms. From the shower room, there was an indoor swimming pool that was 25 meters long and 10 meters wide with floor-to-ceiling windows. - The Seeun Travel Space was a place where you could enjoy afternoon tea time, taste special drinks such as Mexican sunrise, Cubana Mojito, South Africa's Louis Persia, etc. There was also coffee time, dessert time, and light food time. The dining environment was also quite unique. - The Humor Bookstore was located in Building 108, Jixiang Lane, outside Chaoyang Gate, Chaoyang District, Beijing. adults could read comic books, and children could read cartoon and animation books. There were many healing green cards in the store, and they could be stamped with the green seal of " Happiness is everyone's just need." They could also choose a cute and cute stress relief animal to take home. <a href="/?from=ask_words" style="color:red" target="_blank">Read more exciting novels for free</a>
Why is Batman punching in comics?
1 answer
2025-04-10 05:08
Batman punches in comics because it's a way to take down the bad guys. It's a visual and impactful way to show his strength and commitment to fighting crime. Plus, it makes for exciting and dynamic scenes that draw readers in.
Related Topics
More
New Arrivals

The real man in the Divine College's Mighty Soldier Company

Hey, hello friends, I'm Hua Ye. Just now, a friend asked me what happened to Teacher Hua. He sent me a few screenshots. Let me take a look! Roar! It turned out that there were two young men yesterday. They were in their twenties. One was called Ge Xiaolun, and the other was called Lin Xiaofei. They said, hey…One of them said that my cervical vertebra was damaged from training on the surface of the star. Teacher Hua, can you teach me your black hole technique and treat it? I said yes. I told him that it wasn't good to train your death energy on the surface of a star, but he was not convinced. I say, little kid, you two can fire at me, but he won't budge. He said that it was useless. This is Black Hole Force. Traditional techniques are all about force. He insisted on trying it out with me, and I said yes. Sigh! As soon as I finished speaking, he stood up with a bang. Very quickly! Then, he used a Dragon Fist. Boom, a lightning strike. I blocked it all! I'm afraid I'll hurt them, so I'll withdraw my fist. I stopped fighting when I was withdrawing my fist. They suddenly attacked me. One threw a two-way foil at me, and the other hit me with a vitality bomb. I was careless and didn't dodge! He was beaten into a paper man by them. I say, young man, if you don't talk about martial arts, you won't understand. Ah, they immediately apologized, saying…they said they were just randomly shooting, but they weren't randomly shooting. A proper two-way foil and a terrifying vital energy bomb. Clearly, they came prepared. These two young people didn't care about martial arts and came to cheat! Sneak attack, my thirty thousand year old comrade. Is this good? This was not good! I advise! These two young people should reflect on themselves and not be so smart in the future. Uh…the universe should prioritize harmony and martial arts. Don't engage in internal strife.

Sunset
· 4.1K Views
Popular Searches