[Fantasy Divinity: Infinite Domain]
Reality gave birth to fantasy, and fantasy created reality.
Li Xiu, who wanted to live his life in obscurity, was chosen by the main god space called the infinite domain because of his uniqueness. He became one of the many wanderers and joined the wave of the infinite style.
At the beginning of the game, he should have embarked on the path of Dragon Aotian, but with the smooth end of the first world, the cruel and ferocious corner of the Infinite Domain was also revealed.
A hunter who only killed gods, a god who had a high status but cherished talent, a profiteer who carried a painful past but lived in the present... This was a world of infinite fantasy, this was... an infinite domain!
P.S.: The main character of this book has a lot of cheats, but it's not the Heavenly Dragon Style or the Invincible Style. The first world is not important, you can skip it if you don't like it. After returning, the main plot will start. The IQ of the supporting characters should be (?) Online, unlimited, mixed comics and original works
The first world, Cabanera of Armor City, has ended.
The second world, Digimon 1, is over.
The third world, the Evil Crown, is over.
The fourth world,"The Bell Song of the Gravel (Original World)", is in progress.
Supreme Kill will definitely die.
· 6.9K Views
Sudah bagus, seperti penggunaan majas alegori "memohon melalui tatapan matanya", saranku lebih diperbanyak penggunaan majas alegori, agar menarik dimana membuat imajinasi pembaca menjadi lebih aktif, kayak seolah olah pembaca menyelam dalam membayangkan bola mata orang asia yang berwarna kecoklatan atau hitam dengan permukaan kasar didataran yang tidak rata di atas bumi. Kemudian diselipkan majas metonimia seperti "Kediaman mewah leo", itu sudah bagus dalam penempatannya sebagai bumbu bumbu dalam novel. Tapi hati-hati dalam jumlah menggunakan majas hiperbola seperti "Metatapku tajam, membuatku ingin memekik karena tatapannya terlalu menusuk jantungku", jika terlalu banyak di suatu chapter atau berturut-turut di suatu paragraf, maka akan membuat pudarnya makna keseriusan dari suatu chapter diparagraf-paragraf tertentu, seakan-akan terlupakan tindakan-tindakan keseriusan tokoh-tokoh pada waktu tertentu dan yang paling parah akibatnya menjadi terlalu lebay😄. Dalam chapter ini sudah pas jumlah majas hiperbolanya, bagus. Terakhir saran dari aku, munculkan tokoh yang bisa menyeimbangkan kedudukan dan kekuatan leo, kemudian buat konflik dimana clarisa bisa saja sangat mudah untuk didapatkan oleh tokoh tadi, akibatnya leo akan takut kehilangan clarisa tentu itu akan sangat romantis, dan juga dapat memunculkan sampai mana perjuangan leo untuk mempertahankan clarissa, ini saranku sih, tapi pasti akan dikembangkan? Ya. Hahaha terlalu banyak kayaknya saran bukan ahli😄. Pertanyaan terakhir, tau siapa pemilik akun Yoi-kun?😆