webnovel

air terjun dulu urusan belakangan

Related Stories
Synopsis
Di pesta pernikahannya, seorang pria yang mengaku sebagai kekasih Selina masuk dan mengacungkan foto-foto yang disebut-sebut sebagai foto intim dan menyebabkan kekacauan. Selina segera melihat ini sebagai skema yang diatur oleh saudara tirinya, Natalia. Namun, tunangan Selina, Ryan, tidak hanya menolak untuk mempercayainya, tetapi juga berusaha keras untuk membela Natalia. Ternyata Ryan dan Natalia telah mengembangkan perasaan satu sama lain secara diam-diam. Semua orang—ayah Selina, ibu tiri, dan orang tua Ryan—tahu tentang perselingkuhan mereka, kecuali Selina, yang dibiarkan dalam kegelapan. Memanfaatkan situasi tersebut, ayah Selina menyarankan untuk menukar pengantin, mengusulkan agar Natalia menggantikan Selina dan menyelesaikan pernikahan tersebut. Keluarga Ryan tidak hanya tidak keberatan tetapi juga sepenuhnya mendukung ide tersebut. Saat itulah Selina akhirnya menyadari kebenaran yang kejam: keluarganya dan keluarga Ryan tidak lain hanyalah serigala berbulu domba! "Batalkan pertunangan? Baik. Tapi biarkan jelas—aku yang menolakmu, pria tak berpendirian dan berwajah dua!" Selina menyatakan dengan kepercayaan diri yang tak tergoyahkan. Tatapannya kemudian menyapu ruangan, mendarat pada seorang pria yang anggun dan terhormat. Dia samar-samar mengingatnya sebagai paman muda Ryan. Berjalan mendekat, dia dengan berani bertanya, "Tuan, bagaimana kalau menikah?" Pria itu mengangkat alisnya, menemukan keberaniannya menarik. "Akan menjadi suatu kehormatan bagi saya, nyonya," jawabnya.
Table of Contents
More

AIR MATA PENGABDIAN SEORANG ISTRI

Rubi telah resmi menjadi istri dari Jaya Kusumo. Setiap kali berhubungan badan, Rubi kerap mengeluarkan cairan kental berbau busuk dari area kewanitaannya. Hingga pada suatu saat, Rubi mendapat kabar bahwa dirinya mengidap kanker serviks stadium tiga dan divonis tidak akan bisa hamil. Namun, Jaya tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Justri pria 28 tahun itu semakin mencintai istrinya. Mereka kerap menghabiskan waktu dengan segala hal yang berbau romansa. Keadaan itu membuat Anti (Ibu Kandung Jaya) terbakar api. Selain tidak setuju putranya menikah dengan Rubi, Anti juga semakin membenci menantunya itu saat tahu bahwa Rubi divonis mandul. Hingga pada suatu hari, wanita itu menjebak anak serta menantunya sendiri. Sebuah nomor baru menghubungi Rubi dan mengatakan bahwa suaminya sedang sekarat di tepi jalan dekat taman. Rubi diminta untuk segera datang. Di sisi lain, Anti juga mengabarkan Jaya bahwa istrinya sedang berduaan dengan pria lain. Cepat-cepat Anti meminta Jaya untuk hadir di taman yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka. Saat berada di sana, Rubi kembali menghubungi sosok pembawa berita tadi. Ia tidak melihat ada tanda-tanda manusia di sini. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Tubuh Rubi dipeluk oleh pria tak dikenal. Rubi berusaha mengelak, tapi tenaganya bukan apa-apa bagi lelaki tegap tersebut. Bersamaan dengan badan Rubi yang tenggelam dalam dekapan sang pria asing, saat itu pulalah Jaya datang bersama Anti. Betapa hancur dan terkejutnya Jaya ketika melihat wanita yang disayang sedang berada dalam pelukan laki-laki lain. Anti berakting seolah Rubi memang berselingkuh. Tanpa sepengetahuan Jaya, Mamanya sendirilah yang merencakan hal tersebut. Sejak kejadian itu, Jaya berubah total. Ia mulai tidak memedulikan Rubi. Jaya juga mudah terguncang saat orang-orang mencibir tentang istrinya yang tidak bisa hamil. Dan, di sanalah Anti mengambil kesempatan untuk mendekatkan Jaya dengan Agnes, teman lama Jaya. Tak butuh waktu lama, Jaya langsung jatuh cinta dengan perempuan itu. Keduanya menikah, tapi Rubi tak juga dicerai. Pengantin baru itu membuat Rubi bak pembantu di rumahnya sendiri. Rubi kerap disiksa, disuruh mengerjakan sesuatu yang tidak ia sanggupi. Hingga pada suatu hari, Rubi merasa bahwa penyakitnya semakin menjadi-jadi. Ia tidak ingin membuat beban siapapun. Karenanya, ia ngotot minta dicerai meskipun hatinya tidak ikhlas berpisah dengan Jaya. Dikarenakan Jaya yang sudah puas menzalimi Rubi, ia lantas saja mengindahkan permintaan istrinya itu. Jaya dengan entengnya menalak Rubi di hadapan Agnes. Agnes benar-benar menjadi Ratu di rumah itu. Ia hidup dengan gelimpangan harta. Namun, seketika perasaan ingin menguasai harta Jaya sepenuhnya mendadak muncul. Agnes mulai berpikiran untuk merebut sertifikat rumah suaminya. Suatu malam, Agnes menyuguhkan kopi untuk Jaya. Seberes minuman itu tandas, kepala Jaya mendadak pusing. Pria itu terkapar secara tiba-tiba. Agnes tertawa puas. Rencanaya untuk meracuni Jaya berhasil. Dan, saat itulah Agnes beraksi. Dia membawa sertifikat rumah beserta seluruh emas batangan yang ada di sana. Keesokan harinya Jaya diusir dari kediamannya sendiri oleh orang asing. Rupanya Agnes telah menjual rumah itu dengan harga fantastis. Jaya yang baru saja sadar dari pingsannya, lantas saja dikejutkan dengan kabar buruk itu. Sejak itu, Jaya jadi frustasi. Setelah berhasil menemukan rumah baru Rubi, Jaya bertekuk lutut guna meminta maaf. Sayang seribu sayang, Rubi sudah tidak ingin kembali pada pria itu. Dan, jadilah Jaya semakin depresi. Jaya kerap menghabiskan waktu dengan tertawa, kemudian menangis. Ngomongnya mulai ngelantur. Badannya kurus hanya menyisakan tulang. Jaya dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Dua bulan setelah itu, ia dikabarkan meninggal dunia karena mengalami kebocoran lambung. Semenjak Rubi pergi dari sisinya, hidup Jaya jadi berantakan. Ia tidak nafsu makan. Akhirnya pria itu tewas mengenaskan dengan menggenggam foto Rubi yang ia dapatkan dari buku nikahnya dulu.

Wanda_Handayani24 · Teen
Related Reviews
Related Questions
What's the word "a dulu, a dulu"?
1 answer
2025-01-14 17:56
Yidulu was a measure word used to form a string or cluster of things. In the northern dialect, a bunch of grapes was often used to describe a bunch of grapes. It can also be used as a metaphor for someone who nags or talks to himself in a low voice. Yidulu was a commonly used phrase from 'Dream of the Red Chamber'.
Where is the dialect of dulu?
1 answer
2025-01-15 05:26
Du Lu was a word in Jining dialect. In the Jining dialect, the meaning of the word 'dulu' was similar to the word 'mumble' in Mandarin. It was used to describe a person who was nagging or talking to himself in a low voice. In addition, dulu could also be used as a measure word for strings of things. In the north, a cluster of grapes was often used to represent a bunch of things, such as a cluster of grapes.
The meaning of dulu in the dictionary
1 answer
2025-01-12 20:59
The dictionary had several explanations for its meaning: 1. 2. It meant to hang down and form a pile. 3. To describe the appearance of trembling.
Dulu explains words in the dictionary
1 answer
2025-01-15 02:21
Dulu was a word with the following explanation: 1. A measure word is used to form a string or cluster of things. 2. The state of being drooped. 3. a sound produced by the continuous movement of the tongue or the small tongue. According to these explanations, the dictionary definition of dulu was a measure word used to describe a string or cluster of things.
The fruit is a string of dulu meaning
1 answer
2025-01-14 16:51
Dulu was a measure word used to describe a string of things. In 'Dream of the Red Chamber', there was a sentence that mentioned a bunch of grapes. Therefore, the meaning of 'a bunch of fruits' was 'a bunch of fruits'.
Related Topics
More
New Arrivals

The European King's little baby built a city in the end of the world

With the descent of the evolution code, the world would change and everything would be overturned. Was it evolution and rebirth, or destruction and extinction? Is this what you think? NO! What if they were homeless and had nowhere to live? "Sister, don't worry. We can build a city." The price of land was sky-high. What if there were not enough resources? "Sister, look, I got a coupon. It's a 10% discount!" … A certain someone thought,"Hmph, no matter how powerful the apocalypse is, it can't be as powerful as me, the European King." Facing the sudden changes in the world, the birth of new species, and the dangerous apocalypse. Ye Xingyue relied on her luck to become the final winner, hehe n(* Greatest ▽ Greatest *)n -- Fragment: Ye Xingyue had nothing left to live for."As the City Lord, I'm actually heavily in debt. It's too difficult for me!" In the next second, the butler elf congratulated the City Lord. The debt had been paid off. Looking at the barren scenery, Ye Xingyue cried."There's only the City Lord's Mansion, but there's no place to live. Can it be any worse?" In the next second, the City Lord's Mansion was completely renewed. It was ancient and beautiful. Ye Xingyue was in a sorry state."These wild beasts are getting harder and harder to fight. Their equipment is getting harder and harder to drop." A certain someone looked at the pile of resource equipment that had just dropped in his backpack and silently clicked send. -- A different apocalypse, a different female lead, a different path to becoming king.

Wen Qingxin
· 2.7K Views

Sweeping away the Black Calamity, signing in to become an emperor

He had transmigrated to the Ancient Chaos Era. Bound to the Heavenly Emperor check-in system. Killing dark creatures could continuously increase his cultivation. The Black Calamity suddenly appeared at the start of the game, and he wanted to follow the footsteps of the Huangtian Emperor and leap into the sky? Under High Heavens, Liang Zhong, who was just a step away from reaching, was a little confused. Fortunately, in this world, he could sign in anywhere to receive rewards. [You have signed in at the Kun Peng's nest and obtained the reward, the Kun Peng masterpiece technique!] He had signed in at the Void God Realm and obtained the reward,[True Phoenix masterpiece technique]! [You have signed in in the foreign land and received the reward,[Secret Technique of Immortality]!] He had signed in at the Three Lives Copper Coffin and received the reward,[Daluo Sword Embryo]! …… In order to ascend to High Heavens and fight alongside Huang Tiandi, Liang Zhong was extremely careful and treaded the entire world, signing for tens of millions of years! He swore that he would never come out unless he became an Immortal Emperor! It was not until tens of millions of years later that the Darkness Immortal Emperor was born. The dark creatures invaded on a large scale, and the Nine Heavens and Ten Lands were in danger! Because the Huang Tiandi had taken away many peerless experts before he left, the entire world fell into darkness. The various top-notch Immortal Kings were even killed in the Darkness Continent. Just as the world collapsed and the Great Dao wailed. Liang Zhong, who had the True Dragon masterpiece technique in his left hand and the True Phoenix masterpiece technique in his right hand, raised his hand and activated the Desolate Heavenly Emperor's Daluo Sword Embryo. He slashed out a peerless sword light and killed the Darkness Immortal Emperor in one move! At this point, he suddenly realized that he was invincible in the world…

Nine Heavens Dream Abyss
· 1.8K Views
Popular Searches