webnovel

pusat duniaku

Related Stories
Duniaku, Duniamu
Author: reynonymusc_
Ongoing · 34.8K Views
Synopsis
Rey, begitu panggilannya. Remaja yang baru memasuki lingkungan sekolah menengah pertama ini mendapatkan pengalaman hidup di luar nalarnya semenjak ada suara yang selalu mengganggunya akhir-akhir ini. "Rey? Kamu Rey, kan?" Sial. Dia bukan manusia.
Table of Contents
More

Udara Duniaku

Kasih adalah tokoh perempuan remaja berumur 13 tahun yang duduk di bangku SMP. Kasih bersekolah di SMP Negri 3 Malang, dia berperawakan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, tingginya 154cm. Dia tipikal anak yang ramah, humoris, sopan, penurut, namun memiliki sisi pemberontakan tersendiri di dalam diri nya, dia seorang anak tunggal dari Ibu Jeny, dan Bapak Bahar, Kasih memiliki rambut hitam sebahu yang tidak terlalu tebal, tubuh nya berperawakan kurus, namun sedikit berisi. Mereka tinggal di wilayah desa yang mulai bertumbuh menjadi perkotaan, karena desa tempat tinggal Kasih baru saja diresmikan menjadi kota, dan terpisah dari kota dan kabupaten yang sebelumnya menjadi satu. Kasih memiliki sosok ibu yang tegas, galak, dan bermulut pedas namun penyayang, sedangkan ayah kasih adalah sosok yang pengertian, ramah, humoris, dan mudah berbaur dengan teman sebaya maupun yang lebih muda, Kasih tinggal di rumah berlantai dua Kasih sangat suka melihat langit saat pagi dan malam, bahkan ia rela membujuk ibunya habis-habisan sehingga ibunya rela memberikan kamar lantai atas yang baru dibangun menj"Kasih! ", panggil sang ibu pada putri remaja nya yang masih berada di kamarnya. " Iya mamah, Kasih turun! ", jawabnya, sambil berdiri dari kursi meja belajar nya!.              " Iya mah, tadi kasih masih ngerjain pr matematika", jawabku sambil menuju keran air, bersiap cuci tangan lalu bersiao makan malam. "Eh ayah sudah pulang?!, biasanya kasih denger loh suara gerbang depan, kasih emang lagi ngantuk sih ?! ", ujar kasih tersenyum sambil menyalimi sang ayah yang baru pulang kerja.             " Iya!, ayah pulang karena sudah cukup omset jualan alat tulis nya hari ini, dapet bonus dari pak bos karena ngirim paket buku banyak tadi", jawab sang ayah bersemangat memberi tahuku.             "Wahh!, Kasih boleh minta ayah beliin kue banyak-banyak dong?!", ucapku senang sambil menggoyang-goyangkan tangan ayah yang aku salimi tadi !, " Udah-udah makan, terus sholat maghrib sana, ibu aja udah makan udah sholat, kalian ini ngobrol teruss! ", ucap ibuku sambil menjewer telingaku dan ayah sekaligus.             " Iya iya ibu, ampun bu ", ucapku terkekeh, sambil beralih mengambil nasi dan lauk, lalu segera makan, dan lanjut beribadah. " Ini jawabannya berapa ya?, mana aku lupa rumusnya lagi!! ", ucapku sambil menggosok-gosok dahiku mulai lelah, dan makin bingung saat mengerjakan tugasku !.            Tok tok tok        Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, aku pun menoleh dan menghela nafas sejenak, " masuk bu, pintunya ngga kasih kunci! ", jawabku , hingga ibu pun masuk dan berkata     " Sih!, ini susu vanila nya ibu taruh meja kecil sini ya!, diminum!, dikumpulin kapan itu pr matematika nya?", tanya ibu mengintimidasi!.            "Dikumpulin besok bu! ", jawabku lesu, karena memang pelajaran matematika bukan favorit ku,  dan selalu membuatku sakit kepala!, " Yaudah minta tolong bapak mu sana!, dari tadi ngga selesai-selesai ini kamu lemot apa gimana sih! ", jawab ibuku tegas!            " Iya bu!, ini kasih mau ke bapak! ", jawabku lemas karena dimarahi ibu, memang sejak tadi ada soal sulit, sehingga aku bahkan belum selesai meskipun mengerjakan nya sejak pulang dari sekolah tadi!.             " Udah!, kamu habisin dulu susu nya, sholat isya!, baru ngerjakan lagi!, ya kasih!! ", ucap ibu, " Iya bu ". Segera kuambil gelas susu dan meneguk nya hingga tuntas saat ibu menutuo pintu kamar ku, saat selesai menghabiskan susu vanila, aku pun beranjak berdiri dari kursi belajar ku dan menuju tempat cuci piring membersihkan gelas yang tadi kupakai. Kasih adalah tokoh perempuan remaja berumur 13 tahun yang duduk di bangku SMP. Kasih bersekolah di SMP Negri 3 Malang, dia berperawakan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, tingginya 154cm. Dia tipikal anak yang ramah, natural, sopan, penurut, namun memiliki sisi pemberontakan tersendiri di dalam diri nya, dia seorang anak tunggal dari Ibu Jeny, dan Bapak Bahar, Kasih memiliki rambut hit

Bunga_Kelana · Teen
Related Reviews
Related Questions
What does 'gubug makan mang engking pusat' mean?
1 answer
2025-12-01 09:09
I'm afraid 'gubug makan mang engking pusat' is completely unfamiliar to me. Maybe it's a phrase from a particular dialect or an invented term for a specific context.
Related Topics
More
New Arrivals

Canyon scum

He passed through League of Legends S7 and became an RNG reserve jungler. Because his predecessor's performance in the competition was extremely bad, he was criticized by the entire Internet at the beginning. [Ding! Detected that the host is extremely shameless. System activated.] [Collect negative emotions and you will receive the corresponding reward.] [The more famous a person is, the more distress points they provide.] Thus, a contestant who could fight the heavens and earth appeared out of nowhere. " Puppy, you haven't gone out for half a day. Are you putting tiles on the spring?“ "Fragrant Pot, are there many mushrooms in the wild area?" "Sister Zhou, can we not talk?" "There can't really be people who are my fans, right? How bad would that be?" Not only that. A scum had appeared in the Korean server's high-end department. Top Mid Sunlight Clown, Money Stealing Karma, Spitting Dragon Lady, disgusted nine people in one game. He danced and taunted, flashed his dog tag and taunted, laughed and taunted, typed and taunted… As long as it was something done by humans, he would not be involved at all. Even though he was the number one player in the Korean server for a short period of time, he was still known as the " Esports Scum " by countless professional and high-end players! Countless people gritted their teeth and hated him to the core. However, there were also people who called him a god! On the podium of the S7 World Championship, he held the championship trophy in his hand and looked indifferent." Does anyone really think that it's difficult to win the championship?"

update stability
· 6.1K Views
Popular Searches